Janji Presiden Buat Sepakbola Indonesia
Janji Presiden Buat Sepakbola Indonesia
Penulis : Taufik Jursal , CEO Persija Barat
Pertemuan Club2 Sepakbola dan para pemangku jabatan petinggi olahraga sepakbola Indonesia telah dilakukan pada 18 April 2016 , tepat 1 tahun pembekuan PSSI .

Ada harapan yang akan hadir “mengambil ‘ istilah tata kelola sepakbola Indonesia baru ” transparansi .akuntabilitas ,Prestasi dan tatakelola sepakbola baru Indonesia .
” nampaknya janji digelarnya ISC 2016 , akan menjadi pertanda dibukanya kran ,sanksi sepakbola Indonesia , bahkan Presiden didampingi MENPORA siap hadir membuka ISC 2016 , di Papua . apa artinya semua ini ?
Tidak ada yang istimewa ,kecuali ada himbauan KLB PSSI ,yang diperkirakan Akhir Mei 2016 , namun pemerintah harus segera mencabut sangsi PSSI sebelum 12 Mei 2016 , rapat FIFA perdana setelah pemelihan ketua Umum baru .
Kita paham siapa yang melahirkan Club2 Peserta ISC , saya tidak membahas itu , tapi ada sinyal yang lebih penting , ada berita pemerintah akan membantu pembiayaan Club2 amatir dan SSB di Indonesia .
” Fokus di SSB Indonesia , pengalaman lebih dari 17 tahun melihat kondisi SSB di Indonesia perlu hati2 dan jangan sampai penyaluran APBD buat pembinaan salah target dan salah sasaran . .
ASSBI dan PSSI pengurusan 2011 telah merumuskan sebuah standarisasi SSB di Indonesia sebagai pilar pembinaan pemain usia muda , dan ini bisa menjadi bahan sangat strategis ,karena disusun berdasarkan pengalaman , survey lapangan dan sebagai penyelenggara Kompetisi sejak thn 1998 , maka dirumuskanlah standaraisasi SSB sebagai berikut :
  APBD mendukung Club2 Amatir dan SSB Indonesia , namun harus ada standarisasi yang jelas agar tidak lagi terjadi kekeliruan dalam memberikan dukungan untuk Club Amatir dan SSB .Standarisasi SSB perlu memperhatikan syarat2 minimal SSB :

MANUAL STANDARISASI PEMBINAAN USIA MUDA DI INDONESIA
5 November 2011 at 18:59
MANUAL STANDARISASI PEMBENTUKAN SSB DI INDONESIA

PENDAHULUAN

Guna memperbaiki kinerja klub sepak bola khususnya yang bergerak di bidang pembinaan usia muda, perlu diimplementasi sebuah kebijakan standarisasi. Dengan adanya standarisasi dan kategorisasi diharapkan klub-klub yang bergerak di bidang pembinaan usia muda di seluruh Indonesia bisa; 1) Terindentifikasi (terdaftar), 2) Dipacu untuk maju dan memperbaiki status, kualitas kinreja dan fasilitas klub.

Pada intinya kategorisasi didasarkan kualitas klub dalam hal: 1) fasilitas, 2) SDM pelatih dan pengurus, 3) organisasi program klub, 4) kualitas program latihan, 5)keanggotaan, 6) dedikasi terhadap asas fair play dan pentingnya pendidikan formal.

KATEGORISASI

Ada 3 level kategorisasi: 1. Level BINA BOLA

2. level SSB (Sekolah Sepak Bola) dengan subkategori SSB

Bintang Satu, SSB Bintang Dua dan SSB Bintang Tiga.

3. Level AKADEMI

Penjabaran persyaratan serta cara penilaian berbasis poin (guna mengedepankan objektifitas) akan dijelaskan secara lebih rinci pada halaman-halaman selanjutnya.

BADAN PEMILIK OTORITAS PENILAIAN SEKALIGUS PENGAWASAN

Wewenang penilaian, kategorisasi, sekaligus tugas untuk mengawasi klub Pembina usia muda diberikan kepada 3 institusi dibawah ini:

1. ASPROV: Pengurus cabang daerah diwajibkan melakukan pendataan, penilaian, kategorisasi BINA BOLA atau SSB Bintang Satu, sekaligus mengawasi klub yang membina usia muda di wilayah kekuasaannya agar tetap memenuhi persyaratan sesuai kategorinya.

2. ASOSIASI SEKOLAH SEPAK BOLA INDONESIA (ASSBI): Organisasi ASSBI bertugas dan berwenang untuk mendata, memberikan penilaian dan kategorisasi kepada SSB Bintang Dua atau SSB Bintang Tiga, sekaligus mengawasi SSB agar tetap memenuhi persyaratan sesuai kategorinya. Khusus untuk pelaksanaan pengawasan ASSBI bisa bekerja sama dengan ASPROV setempat.

3. FEDERASI SEPAKBOLA INDONESIA PUSAT, BAGIAN PEMBINAAN USIA MUDA: Otoritas pendataan, verifikasi AKADEMI, serta pengawasan terhadap AKADEMI agar tetap memenuhi persyaratan sesuai kategori AKADEMI yang dimilikinya dilaksanakan langsung oleh PEMBINAAN USIA MUDA FEDERASI SEPAKBOLA INDONESIA.

Khusus untuk pelaksanaan pengawasan FEDERASI SEPAKBOLA INDONESIA Pusat bagian PEMBINAAN USIA MUDA bisa meminta bantuan ASPROV dan/atau ASCAB setempat.

PERSYARATAN UMUM MASING-MASING KATEGORI

BINA BOLA:

BINA BOLA adalah klub bola yang tidak memenuhi persyaratan minimal yakni SSB BINTANG SATU. ASCAB setempat diharapkan tetap mengawasi dan mendorong BINA BOLA agar secepatnya memenuhi persyaratan minimal agar bisa naik status ke kategori SSB BINTANG SATU.

SSB BINTANG SATU:

• Terdaftar di ASCAB setempat.

• Lapangan masuk kategori “layak pakai.”

• Memiliki organisasi kepengurusan.

• Fasilitas latihan (gawang, cones, jumlah bola,dll) tersedia.

• Telah terbukti terus exist/beraktifitas.

• Memiliki beberapa kategori kelompok umur (minimal 2).

• Penjadwalan latihan terorganisasi dengan baik sehingga jumlah siswa tidak melebihi 23 dalam sebuah latihan (agar pemain bisa disupervisi dengan baik).

• Jumlah pelatih dibandingkan siswa minimal adalah 20 banding satu.

• Lisensi staf pelatih minimal C AFC . Semua staf pelatih memiliki sertifikat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (p3k).

• U12 kebawah bermain 4v4 sampai 7v7. Pengasahan tehnik dengan bola terlihat dominan.

• Pelatih kiper tersedia.

• Memiliki komitmen untuk menjunjung tinggi FAIR PLAY, tidak mencuri umur, serta menomersatukan pendidikan formal siswa (komitmen ini harus tertulis dan didukung kesaksian siswa dan warga serta reputasi umum).Memilik pelatih yang memahami Building Blok U5 sd U9 Phase Fun and Games , U9 sd U13 phase Skills Aquitition (pematangan teknik dasar sepakbola ) .

SSB BINTANG DUA:

• Terdaftar di ASSBI dan ASCAB setempat.

• Lapangan masuk kategori “memuaskan.”

• Memiliki organisasi kepengurusan dan Legalitas Akte pendirian minimal 5 tahun secara rutin telah teruji keberadaannya .

• Fasilitas latihan (gawang, cones, bola, dll) tersedia dan berkualitas.

• Telah terbukti terus exist dan beraktifitas dalam kurun waktu yang cukup lama.

• Memiliki beberapa kategori umur (minimal 3).

• Penjadwalan latihan terorganisasi dengan baik sehingga jumlah siswa tidak melebihi 23 dalam sebuah latihan (agar siswa bisa disupervisi dengan baik).

• Jumlah pelatih dibanding siswa minimal adalah 1 banding 15 (artinya apabila jumlah siswa yang berlatih melebihi angka 15 diharuskan ada pelatih ke dua –asisten- di lapangan).

• Lisensi staf pelatih kepala yang memimpin latihan minimal C AFC, untuk staf asisten pelatih minimal D. Semua staf pelatih memiliki sertifikat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (p3k).

• Program latihan tematis (dari awal sampai akhir latihan terlihat jelas mengusung tema latihan yang spesifik) dan terorganisasi secara rapi.

• U12 kebawah bermain 4v4 sampai 7v7. Pengasahan tehnik dengan bola terlihat dominan.

• Pelatih kiper bersertifikat tersedia.

• Memiliki komitmen untuk menjunjung tinggi FAIR PLAY, tidak mencuri umur, serta menomersatukan pendidikan formal siswa (komitmen harus tertulis dan didukung kesaksian siswa dan warga serta reputasi umum).

Memahami Building Blok Melatih pemain usia muda secara effektif , U5 sd U9 thn Phase Fun and Games (FIFA Grassroots) , U9 sd U13 Phase Skills Aquitition (Memahami Fifa Grassroots + latihan Dasar Teknik Sepakbola ) ,ini menjadi sangat penting untuk di pahami pelatih2 di SSB .

SSB BINTANG TIGA:

• Terdaftar di ASSBI dan ASCAB setempat.

• Lapangan masuk kategori “bagus.”

• Memiliki organisasi kepengurusan akte pendirian telah berdiri minimal 7 tahun dan telah teruji keberadaannya yang sangat rapi. Ada kerja sama khusus dengan Fisioterapi, Dokter dan Rumah Sakit.

• Fasilitas latihan (gawang, cones, bola, dll) tersedia, lengkap, dan berkualitas tinggi. Juga tersedia fasiliats penunjang (EXTRA) seperti kamar ganti, mini bus/elf, dll.

• Telah terbukti exist dan beraktifitas dalam kurun waktu 7 tahun.

• Memiliki beberapa kategori umur U5 sd U9 , U9 sd U13 , U13 sd U17 .

• Penjadwalan latihan terorganisasi dengan baik sehingga jumlah siswa tidak melebihi 23 dalam sebuah latihan (agar siswa bisa disupervisi dengan baik).

• Jumlah siswa dibanding pelatih adalah 10 banding 1 (artinya apabila jumlah siswa melebihi 10 diharuskan ada pelatih ke dua –asisten- di lapangan)

• Lisensi staf pelatih kepala yang memimpin latihan minimal B AFC, untuk staf asisten pelatih minimal C AFC. Ada pelatih pembina berlisensi A AFC yang aktif terlibat melatih/mengawasi.

• Program latihan tematis (dari awal sampai akhir latihan terlihat jelas mengusung tema latihan yang spesifik) dan terorganisasi secara rapi.

• U12 kebawah bermain 4v4 sampai 7v7. Pengasahan tehnik dengan bola terlihat dominan.

• Pelatih kiper bersertifikat tersedia.

• Memiliki komitmen untuk menjunjung tinggi FAIR PLAY, tidak mencuri umur, serta menomersatukan pendidikan formal siswa (komitmen ini harus tertulis dan didukung kesaksian siswa, warga, serta reputasi umum). Memiliki pelatih berpengalaman untuk melatih Building Block U13 sd U17 phase Games Situation dan Game Related .

AKADEMI:

• Terdaftar di ASCAB setempat, ASSBI, dan FEDERASI SEPAKBOLA INDONESIA.

• Persyaratan utama telah terbukti berdiri lebih dari 8 tahun dan memiliki kemampuan Financial yang teruji sama dengan SSB BINTANG TIGA. Yang membedakan AKADEMI tidak menarik biaya dari siswa alias gratis. Memiliki pelatih berstandart A AFC , telah berpengalaman lebih dari 4 tahun melatih sepakbola secara aktif minimal divisi 1Nasional .

KETERANGAN TAMBAHAN

1. Setiap poin persyaratan harus dipenuhi guna mendapatkan lisensi kategori yang diinginkan. Artinya kelebihan persyaratan di poin-poin tertentu tidak bisa menutup kekurangan di poin-poin lainnya.

2. Pengaduan tentang apa saja dalam proses verifikasi bisa ditujukan ke ASCAB, ASPROV, ASSBI, maupun FEDERASI SEPAKBOLA INDONESIA bagian PEMBINAAN USIA MUDA.

FORM PENILAIAN

ASSESSMENT BINA BOLA/ SSB*/SSB**/SSB***/AKADEMI POINTS

PENDAFTARAN

KUALITAS LAPANGAN

ORGANISASI

Dr, RS, FISIO RUJUKAN

FASILITAS LATIHAN

FASILITAS EXTRA

EXIST DAN AKTIF

KATEGORI UMUR

SISWA PER LATIHAN

RATIO PELATIH:SISWA

PROG LAT TEMATIS

PROG LAT RAPI/TERENCANA

JUMLAH PEMAIN/TIM SESUAI UMUR

MATERI LAT SESUAI UMUR

LISENSI PLTH KEPALA

LISENSI ASISTEN

PLTH KIPER

SERTIFIKAT PLTH KIPER

LISENSI PLTH PEMBINA

SURAT PERNYATAAN

KESAKSIAN WRGA, SISWA

REPUTASI UMUM

HASIL AKHIR VERIFIKASI

KATEGORI LEVEL:

JUMLAH POIN TOTAL:

CATATAN:_______________________________________________________________

ini dapat menjadi dasar bahan diskusi untuk mematangkan bagaiman pola pembinaan sepakbola Indonesia untuk jangka 10 tahun kedepan , menginagtakan saja ,target kita untuk meloloskan timnas Muda ke Piala Dunia U17 dan U20 / world Cup lebih realistis , ketimbang menharapkan medali Emas Asian games 2018 .

Kita tidak perlu pesimis , 2019 ,2021 ,2023 , Piala Dunia U17 dan Piala Dunia U20 masih menunggu kehadiran ” the Brazilian Of Asia ” Indonesia . ayo kita kerjabersama dan saling percaya .!

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here