Iskandar Z. Lubis, Dirtek Semen Padang saat memberikan arahan kepada pemain U-21 SPFC/foto bolanasional.co

Padang, http://bolanasional.co/ – PSSI resmi menyatakan menghentikan kompetisi U-21 mulai musim 2017. Keputusan  yang diambil melalui rapat exco itu disampaikan Ketua Umum, Edy Rahmayadi dalam pertemuan sosialisasi Liga 1 Indonesia, Kamis (16/3) lalu di Makostrad TNI , Jakarta Pusat

Hal ini dirasa mendadak oleh kubu Semen Padang yang sudah membentuk tim sejak Januari lalu. Meski kelabakan dengan penghapusan kompetisi U-21 dan hanya akan menggelar Liga U-19, manajemen tim berjulukan Kabau Sirah telah menyiapkan antisipasinya.

Disadur dari pemberitaan kabarinco, Direktur Teknik Semen Padang FC, Iskandar Zulkarnain Lubis, mengatakan, keputusan meniadakan kompetisi U-21 memang cukup mengagetkan. Sebab ketika Kongres PSSI masih diputuskan adanya Kompetisi U-21, tetapi tiba-tiba sekarang berubah dan ditiadakan.

“Sikap kita saat ini, untuk tim U-21 dan U-19 kita asumsikan saja itu keputusan final dari PSSI. Namun, belajar dari pengalaman bahwa regulasi PSSI sekarang sangat dinamis, kita sebenarnya sudah sudah siapkan antispasi juga untuk masalah ini.” ujar Iskandar, Minggu (19/3)

Makanya saat melakukan seleksi rekrutman pemain U-21 Semen Padang, pihaknya lebih mengutamakan pemain U-19. Ada ekitar 60 persen pemain di tim U-21 masih U-19.

“Dengan adanya regulasi pembatalan U-21 ini, maka para pemain U-21 bisa dileburkan ke tim U-19 yang juga sudah dibentuk. Kita segera duduk bersama tim pelatih dan manejer U-21 dan U-19 untuk melebur tim ini.”ucapnya.

Sedangkan pemain rekrutan U-21 yang usianya sudah diluar U-19, akan didaftarkan ke agency Semen Padang untuk dicarikan klubnya di Liga 2. “Itu sebagai bentuk tanggungjawab moral kita kepada mereka.”lanjutnya.

Hal senada dikatakan pelatih tim U-21, Welliansyah. Secara prinsip dia menyambut positif jika kompetisi U-21 diaadakan, jika alasan PSSI menganggap pemaun U-21 lebih dekat ke senior.

“Kita cuma sayangkan keputusan itu terkesan berubah secara mendadak, alangkah baiknya disosialisasikan dulu. Misalnya tahun ini masih digelar, dan tahun depan baru dimulai.”kata Welli.

Mantan asisten pelatih TimSemen Padang senior ini lebih memikirkan efek psikologis anak asuhnya yang sudah direkrut, berlatih keras, dan ada harapan berkompetisi, tapi tiba-tiba kompetisi yang diperuntukan bagi mereka dibatalkan.

“Tapi apapun itu, saya sebagai pelatih tentu hanya bisa menerima keputusan itu. Terkait tugas saya, tentunya juga menunggu keputusan manajemen, apakah saya masih dipercaya atau tidak melatih Tim U-19 nantinya.”ujar Welli (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here