Penculik Om-Om Gentayangan di Kota Malang/foto istimewa

Bolanasional.co-Penculik Om-Om Gentayangan di Kota Malang

Fenomena penculik om-om taji di kota Malang menjadi viral, hingga  Bos Jade Indopratama, Rachmad Santoso pun mempertanyakan bagaimana klasifikasi om-om gentayangan itu

“Siapa penculik om-om itu, apakah mereka yang dari industri, atau kaum hedon yang kita temui di tempat hiburan seperti klub. Apakah mereka LC (Ladies Companion), SPG, marketing atau wanita muda biasa dan tidak kerja di industri ini. Batasannya kabur,” jelas Rachmad.

Menurut dia, hubungan relasi kerja dengan marketing dan SPG di bidangnya tidak terpisahkan dengan profesinya sebagai pengusaha.

Rachmad sendiri tidak setuju jika para pelaku industri, terutama kalangan wanita profesional di bidang marketing dan SPG maupun relasi kerjanya yang berjenis kelamin wanita, dianggap berpotensi sebagai penculik om-om.

“Kalau istilah penculik om-om dipedulikan, jadi paranoid. Kita jadi nggak punya relasi teman wanita. Apalagi, kalau kolega dan relasi kerja kita dianggap penculik om, terlalu berlebihan. Padahal, kadang-kadang order ataupun potensi profit, malah datang dari relasi,” sambung Rachmad.

Meski demikian, pria paruh baya berkacamata tersebut membeberkan bahwa dia pernah didekati oleh wanita muda seumuran mahasiswi.

Dia didekati ketika menjamu relasi kerjanya di tempat hiburan malam Kota Malang. Rachmad sendiri sadar, bahwa dia dikenal sebagai pengusaha dan tidak mengherankan bila ada wanita muda dari para hedonis di tempat hiburan malam, yang mendekatinya.

Menurutnya, hal seperti ini sudah biasa dan kembali kepada pribadi masing-masing orang. Dia menyebut pergaulan tidak boleh dibatasi.

“Tidak perlu tabu membahas hal seperti ini. Tergantung cara kita bersikap profesional dan beretika. Apakah yang mendekati saya di klub malam itu penculik om, saya pun tidak tahu. Karena saat itu saya lebih sibuk menjamu relasi,” jelasnya.

Meski demikian, Rachmad tidak menampik soal adanya oknum marketing yang menggaet om-om untuk memenuhi target.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here