Salman Abedi, Fans Manchester United dan Pelaku Bom Bunuh Diri Konser Ariana Grande

Bolanasional.co-Salman Abedi, Fans Manchester United dan Pelaku Bom Bunuh Diri Konser Ariana Grande

Kepolisian Inggris telah mengeluarkan nama terduga yang mereka yakini melakukan serangan bom bunuh diri dalam konser pop Ariana Grande di Manchester Arena pada Senin malam (22/05) yang menyebabkan 22 orang meninggal dunia dan melukai 59 orang lainnya.

Ia adalah Salman Abedi, 22, kelahiran Manchester dari keturunan keluarga Libia.

Pria ini sebenarnya telah lama dipantau badan intel Inggris, namun gagal dihentikan.

Abedi adalah pria kelahiran Inggris yang memiliki orang tua Libya. Ayahnya kembali ke Libya pada revolusi tahun 2011 yang menewaskan Moammar Khadafi, sementara ibunya tetap berada di Inggris untuk merawat anak-anak mereka.

Identitas Abedi diketahui dari kartu ATM yang berada di kantongnya. Abedi disebut meledakkan diri di tengah konser Ariana Grande di Manchester Arena, menewaskan 22 orang dan melukai 59 lainnya.

Kawan-kawan Abedi seperti dikutip Daily Mail mengatakan pria itu tidak ubahnya warga Manchester kebanyakan, penggemar klub sepakbola Manchester United dan menghabiskan berjam-jam untuk bermain game di PS4.

Namun, kata mereka, kepribadian Abedi berubah ketika ayahnya berangkat ke Libya pada 2011 untuk ikut berperang. Abedi mulai berbicara soal jihad dan peperangan.
Menurut media Inggris lainnya, Mirror, Abedi berkawan dengan Raphael Hostey yang dikenal dengan nama Abu Qaqa al-Britani, ahli propaganda ISIS yang terbunuh pada 2016 dalam serangan drone.
Diduga, radikalisme Abedi dimulai dari perkawanannya dengan Hostey.
Ini diakui oleh Mohammed Saeed, imam Masjid Didsbury. Saeed kepada ABC News mengatakan Abedi pernah marah kepadanya karena menyampaikan khutbah pada 2015 yang mengecam ISIS
“Dia menunjukkan kebencian. Saya terkejut dan marah,” ujar Saeed.
Abedi tercatat kuliah di University of Salford, Manchester, jurusan bisnis. Namun dia tidak pernah sekalipun masuk ke kelas. Diduga, dia mengurungkan niat untuk kuliah karena harus berlatih di luar negeri.
Menurut pejabat intelijen AS kepada NBC News, dalam 12 bulan terakhir Abedi mengunjungi beberapa negara, salah satunya Libya. Dia diduga melakukan kontak dengan al-Qaidah dan menjalani pelatihan terorisme.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here