Jajaran Asprov PSSI Sumbar, Yulius Dede (Ketua panpel Liga 3), Hendra Dupa (Sekum) dan Indra Dt Rajo Lelo (kanan/Ketua), mengekspos kesiapan Liga 3 Indonesia regional Sumbar kepada awak media/foto bolanasional.co

Padang, http://bolanasional.co/– Hajatan kompetisi resmi PSSI, Liga 3 Indonesia regional Sumatra Barat (Sumbar), akhirnya dipastikan segera bergulir mulai 17 Juli 2017. 14 tim resmi bakal beradu kekuatan dalam berebut gelar juara Sumbar dan berlaga ke babak penyisihan putaran nasional.

Dalam manager meeting yang digelar Kamis (13/7) mulai jam di Kantor Asprov PSSI Sumbar, juga sudah dilakukan pengundian grup.

Hasilnya kompetisi ini akan dibagi dalam tiga grup, dimana Grup A dan B akan terdiri dari lima tim. Sedangkan Grup C, diisi oleh empat tim.

Usai babak penyisihan grup sebanyak dua putaran, skema pertandingan berlanjut ke babak 8 Besar yang menggunakan sistim gugur, kemudian semifinal diakhiri grand final.

Setelah menuntaskan manager meting dan drawing grup, Ketua Asprov PSSI Sumbar, Indra Dt Rajo Lelo mengungkapkan rasa leganya, karena Liga 3 Sumbar akhirnya bisa digulirkan, begitupun Piala Suratin U-17 dan Kompetisi U-15. Namun dia sedikit menyayangkan, dari semua tim anggota Asprov PSSI, tak semuanya ikut dalam Liga 3.

“Kompetisi ini memang sudah kita rancang dan siapkan jauh-jauh hari, dan kompetisi wajib digelar Asprov karena ini adalah agenda resmi PSSI. Kita mengupayakan semua klub bisa ikut, tapi pada akhirnya hanya 14 tim yang ikut,” katanya.

Meski dalam aturan dan statuta PSSI tim yang tidak ikut bisa terancam sanksi, namun untuk tahun ini Asprov PSSI Sumbar memaklumi dan memberi toleransi. Karena sanksi bisa dijatuhkan jika dua tahun berturut-turut tak ikut berpartisipasi.

“Karena kemarin sifatnya liga tak resmi, yaitu ISC Liga Nusantara, maka kita belum jatuhkan sanksi bagi yang tak ikut tahun ini. Idealnya tentu harus ikut, karena apa gunanya jadi anggota PSSI kalau tak ikut berkompetisi,”ujarnya.

“Namun kita juga memahami kesulitan klub-klub yang tak ikut, mungkin karena keterbatasan dana atau persiapan yang tidak cukup, atau karena kekurangan pemain dan sebagainya. Tahun ini kita tidak ada sanksi,” imbuh Anggota Komisi IV DPRD Sumbar itu.

Dia juga berharap semua tim bisa berkompetisi dengan sportif dan menjunjung tinggi fair play. “Kita menjamin tak ada permainan dalam pertandingan, karena kita juga sudah menyiapkan wasit-wasit terbaik dan sudah melalui program penyegaran. Karenanya, tim terbaik yang akan memenangkan kompetisi ini nantinya,” tukasnya.(*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here