Bolanasional.Co– Nasib kurang beruntung menimpa Gelora Poetra pada babak play-off grup B IJL AP2 U-11, Minggu (30/7). Dapat jatah bermain pada pagi hari justru ada faktor X yang membuat penampilan Rafli dan kawan-kawan melempem di atas lapangan.

Hasil mengejutkan diraih Gelora Poetra pada babak play-off Indonesia Junior Angkasa Pura 2 League (IJL AP2 U-11). Tak seperti biasanya, anak-anak ibu kota justru terlihat linglung di atas lapangan hingga harus pulang dengan dua kekalahan kontra ASTAM dan Salfas Soccer.

“ASTAM hanya menang beruntung sementara saat lawan Salfas Soccer, anak-anak sudah benar-benar kelelahan. Jujur, Rafli dan kawan-kawan terbiasa bermain di bawah terik panas matahari seperti saat babak penyisihan grup IJL lalu juga kompetisi dan festival lain,” tegas sang pelatih, Herry.

 

Usut punya usut, memang ada faktor X yang nampak sekali mempengaruhi performa Gelora Poetra asuhan coach Herry saat di atas lapangan kemarin. Salah satu yang diakui sepenuhnya oleh sang pelatih adalah soal cuaca.

“Anak-anak kurang motivasi. Mereka kaget bermain di pagi hari karena biasanya bertanding tepat pada siang hari tepat terik panas matahari. Ya itulah hasilnya, tak bisa diprediksi. Kaget sekali mereka,” tegas Herry.

“Ga ketemu panas terik matahari justru melempem mereka semua. Ya mau bagaimana lagi itu yang bisa mereka berikan secara maksimal hari ini,” sambung Herry seraya tertawa.

Namun, secara organisasi permainan, Herry enggan menimpakan kesalahan sepenuhnya ke anak asuhnya apalagi mengomentari pihak ketiga khususnya wasit. Yang jelas, ia meyakini ada PR penting yang ia ambil saat Gelora Poetra U-11 kalah dari ASTAM dan Salfas Soccer kemarin.

“Saya bukan tipe pelatih yang ketika kalah mencari banyak alasan apalagi komentar soal kinerja wasit, terlebih intervensi di lapangan karena hal tersebut harus diakui masih kerap kita temui dalam pembinaan usia dini. Mental anak-anak harus terbentuk dari bawah, harus dijaga dan pelatih punya peran itu, besar sekali, disiplin mesti diterapkan dan beri kepercayaan wasit untuk bertugas,” tegas Herry.

“Daripada saya mengintervensi atau mencemooh wasit di atas lapangan saat tim sedang tertekan, lebih baik saya berpikir dan koreksi penampilan anak-anak saya supaya lebih baik agar mereka tampil disiplin secara tim begitu juga dengan pemain yang ada di bangku cadangan,” ungkap eks pemain PS Caltex Pekanbaru tersebut.

 

Karena itu, Herry menyadari bukan saatnya dirinya mengeluh soal faktor eksternal di luar timnya usai pulang medan perang membawa oleh-oleh kekalahan. Evaluasi dari pemain juga pelatih diyakininya lebih penting untuk dibahas.

“Ya tentu ini jadi koreksi dan sebuah evaluasi mendalam buat pelatih untuk pemain. Bermain di cuaca apapun harus siap tempur jika mau raih hasil terbaik. Yang jelas, memang banyak PR didapat hari ini,” tandas Herry.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here