Bolanasional.Co– Peluang Villa 2000 U-9 lolos ke semifinal Indonesia Junior League Angkasa Pura 2 (IJL AP2) yang praktis tertutup tak membuat skuat Black Orange kehilangan gairah. Pekan ke-10 pada Minggu (6/8) akan mereka gunakan sebagai ajang pembuktian mampu menembus posisi lima besar dengan jalan awal membekuk Garuda Muda Soccer Academy (GMSA).

“Persiapan kami seperti biasanya. Tidak ada persiapan khusus buat kami. Karena Villa 2000 masih punya program jangka panjang yang harus terus dilakukan. Tapi kendala jelang laga akhir pekan nanti justru adalah cuaca tidak menentu di Villa,” terang sang pelatih, Resha Rafsanjani.

 

Ya, kekalahan pada babak play-off dua pekan lalu Sentra nyatanya lebih disebabkan beberapa kendala faktor non-teknis yang menerpa Villa 2000 U-9. Resha mengatakan selepas libur lebaran usai, persiapan minim sempat menerpa Alexi dan kawan-kawan dalam hal jadwal latihan.

Meski demikian, Resha tak mau melimpahkan kesalahan tersebut pada pemain asuhannya. Ia meyakini kekalahan saat jumpa Pro:Direct Academy (2-4 A.P) dan FU15FA Bina (1-2) membuat Villa 2000 U-9 mendapat pelajaran berharga tak hanya dari sisi teknis tetapi juga mental.

“Evaluasi dari pelatih adalah kurangnya waktu berlatih bersama terkait dengan kegiatan awal tahun ajaran baru di sekolah masing-asming. Selain itu ada catatan dari pelatih yang sudah kami sampaikan ke anak-anak tanpa ada tujuan untuk menyalahkan mereka,” beber Resha.

“Bagi kami, dua game kemarin memberikan pembelajaran berharga untuk Alexi Cs bahwa jika ingin meraih hasil terbaik di pertandingan tentu harus menunjukkan kemampuan yang lebih baik dari lawan. Tapi kemarin Villa 2000 U-9 saya lihat sudah beri penampilan maksimal,” tambah pria asal Yogyakarta tersebut.

 

Karena demikian, meski peluang lolos ke semifinal bagi Villa 2000 U-9 sudah tertutup, bukan alasan bagi Black Orange tampil kurang gairah akhir pekan nanti. Melampui target untuk masuk lima besar disebut jadi pencapaian yang akan mereka tuju.

“Target kami jelas sudah terlampaui. Lolos play off itu merupakan pencapaian luar biasa dari mereka. Saya mengapresiasi perjuangan anak-anak di lapangan, dukungan orangtua sangatlah luar biasa, support penuh dari manajemen dan masukan-masukan berharga dari rekan-rekan pelatih di Villa 2000 membantu kami lolos hingga babak play-off,” terang Resha.

Peluang Villa 2000 untuk masuk posisi lima besar IJL AP2 U-9 memang sangat terbuka lebar. Kesempatan itu terbuka dimana mereka akhir pekan nanti akan jumpa Garuda Muda Soccer Academy yang dulu pernah mereka bekuk dengan skor 1-0.

“Untuk GMSA sudah pernah bertemu tentu ini sangatlah menyenangkan jika kami bertanding lagi. Kami tentu ingin mengulang hasil positif di penyisihan grup kemarin. Semoga di kesempatan berikutnya kami bisa berusaha lebih baik lagi,” tandasnya.

Seperti diketahui, bagi tim yang tidak lolos ke semifinal alias tak ada di dua peringkat teratas klasemen masing-masing grup play-off delapan besar, panpel IJL sudah menyiapkan partai tak kalah bergengsi. Dimana peringkat ketiga klasemen grup A akan bertemu wakil posisi ketiga grup B memperebutkan posisi 5-6, sedangkan peringkat keempat klasemen grup A akan bertemu kontestan grup B yang juga menempati posisi keempat untuk bersaing meraih label peringkat 7-8.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here