Bolanasional.Co– 36 pemain terpilih siap mengisi susunan formasi All Star Phenomenon Indonesia Junior Angkasa Pura 2 League (IJL AP2) U-11. Kekokohan Bima dan Romeo, Jiwa Elegan Rafli dan Faris serta karakter penyerang Indonesia Timur dari Nuno jadi simbol kekuatan mereka di atas lapangan.

 

 

Kiper:

Bima (M’Private Soccer School)

Kunci kekokohan lini belakang M’Private SS yang hanya kebobolan satu gol saat babak penyisihan grup selain lugasnya barisan bek juga tak lepas dari penampilan sang kiper, Bima. Cekatan dan jeli mengatur koordinasi pertahanan jadi keunggulan Bima. Yang tak kalah penting, ia mampu berperan sebagai libero layaknya kiper timnas Jerman, Manuel Neuer.

Faiz (Gelora Poetra)

Posturnya yang tinggi besar jadi keuntungan Gelora Poetra memiliki kiper sekelas Faiz. Tak jauh berbeda, ia juga punya kelebihan dalam hal komunikasi dengan rekan setim sama seperti Bima. Selain itu kelihaiannya dalam mengantisipasi bola-bola udar jadi kunci Faiz sulit ditaklukan pemain-pemain lawan.

Bek:

 

Tobias (Tik Tak Football First)

Keunggulan Tobias selain badan yang tinggi dan postur kokoh adalah keberanian dalam duel one by one. Selain berani, ketenangannya saat mencari momentum merebut bola dari lawan juga jadi ukuran penting. Jiwa leader yang ia punya pun memudahkan dirinya berkoordinasi dengan pemain-pemain yang ada di depannya.

Romeo (M’Private Soccer School)

Romeo adalah jenderal bagi skuat M’Private Soccer School. Cepat, lugas dan bertenaga saat adu sprint jadi kelebihannya berposisi sebagai seorang bek. Tubuhnya yang kurus dan tinggi tidak membuat dirinya minder jika berduel dengan pemain lawan.

Danes (Indonesia Rising Star)

Bisa dibilang permainan Danes mirip dengan karakter Tobias di atas lapangan. Sedikit yang membedakan adalah dalam soal kecepatan. Jika Tobias menunggu momentum untuk menjegal lawan demi mencuri bola, maka Danes lebih suka body charge dan tak segan kontak fisik agar pertahannya aman dari ancaman lawan.

Niko (Gelora Poetra)

Niko bisa disebut campuran dari karakter Danes dan Tobias. Postur Niko yang gempal dan besar pernah dikritik oleh pelatihnya di Gelora Poetra, Herry. Namun “kelebihan” tersebut mampu ditutup dengan jiwa fighting dari seorang Niko bisa dibilang ia bek tak kenal kompromi layaknya eks legenda Barcelona, Carles Puyol.

 

 

Rizky (CISS Soccer Skill)

Rizky bisa disebut sebagai bek yang sederhana. Keunggulannya tak lain adalah jiwa leader yang ia punya sama seperti Tobias. Dalam hal kedisplinan, dirinya patut diacungi jempol belum lagi pemahamannya sebagai seorang bek yang sudah paham cara mendelay permainan kala tim sedang menyerang dan diserang bisa jadi nilai tambah.

 

 

 

Gelandang:

 

 

 

Faris (M’Private Soccer School)

Siapa yang tak beruntung mempunyai pemain tengah cerdas dan haus gol seperti Faris. Di balik badannya yang gempal, Faris dapat menutupi itu semua dengan kejeliannya membaca arah permainan. Bisa disebut ia layaknya seorang profesor untuk M’Private Soccer School tidak hanya dalam posisi menyerang tetapi juga bertahan.

Rafli (Gelora Poetra)

Jika ada pemain yang pantas menyandang nomor 10 maka Rafli adalah orangnya. Rafli adalah pemain yang pandai mengolah si kulit bundar dalam keadaan menekan ataupun tertekan. Karakternya yang elegan jadi faktor utama dirinya jadi poros serangan Gelora Poetra.

Redo Al-qudus (BMIFA)

Cepat dan bertenaga itulah yang menggambarkan sosok seorang Redo Al-qudus. Keahliannya dalam menyisir sayap pertahanan lawannya membuat dirinya jadi momok menaktkan bagi barisan bek lawan. Dua kakinya sama-sama hidup dan itu jadi keunggulan yang tak bisa dipinggirkan.

Kimiko (M’Private Soccer School)

Statusnya sebagai satu-satunya pemain wanita tak membuat Kimiko minder. Justru perannya sebagai gelandang memudahkan dirinya untuk bersatu dengan karakter permainan timnya sendiri. Soal fighting spirit, harus diakui Kimiko unggul dari barisan gelandang All Star IJL AP2 U-11 yang lain.

Sandrino (M’Private Soccer School)

Pemain pintar dari M’Private, memiliki daya doprak tinggi dan memiliki skil individu menawan. Bila Faris mati kutu, Sandrino muncul sebagai penyeimbang peran. Hasilnya terbukti kala torehan golnya jadi deretan gol terbaik IJL AP2 U-11.

Alva (Ragunan Soccer School)

Di balik sosoknya yang emosional, Alva adalah tipe pemain yang bisa mengubah suasana mental bertanding rekan-rekannya. Cepat, lincah dan agresif adalah kelebihannya dalam mengisi pos gelandang sayap Ragunan Soccer School. Tak heran, kata supersub pantas disematkan untuknya.

Keenan (Tik Tak Football First)

Keenan roh lini tengah Tik Tak dan permainannya dari awal permainannya terus meningkat. Meski kerap bermain di pos gelandang, Keenan tak segan membantu barisan pertahan dan mencuri bola untuk kembali menyusun serangan timnya. Termasuk pemain yang rajin melepas crossing.

 

 

 

 

Penyerang:

Nuno (Ragunan Soccer School)

Karakter khas pemain Indonesia Timur ada dalam diri Nuno. Cepat mengolah bola dari kaki ke kaki, agresif dan pandai menempatkan posisi. Jika ada SSB beruntung punya duplikasi seorang Boaz Solossa maka Ragunan Soccer School adalah jawabannya. Selain itu, tipikal Nuno yang tak egois memudahkan rekan-rekannya dalam membuka alur serangan.

 

 

Daffa (BMIFA)

Daffa adalah karakter asli penyerang-penyerang dari sepak bola Indonesia. Kecil dan punya speed tinggi namun tak takut duel one by one dengan bek lawan. Kurang lebih dirinya mirip dengan Alva dari Ragunan Soccer School, jika ada yang membedakannya tentu adalah soal insting tajam Daffa di depan gawang lawan yang tak perlu diragukan.

Juel (Pro:Direct Academy)

Pada dasarnya, Juel adalah bomber bagi timnya, PDA U-11. Nomor 9 menthabiskan dirinya adalah pemain yang harus dilayani rekan-rekan setim yang ada di belakangnya. Layaknya seorang bomber, tujuh gol yang ia hasilkan sejauh ini adalah bukti kejeliannya memanfaatkan situasi pertahanan lawan ditambih keeping bola Juel yang mengingatkan pada satu nama eks penyerang timnas Indonesia, Cristian Gonzales.

 

 

Raia (Abstrax FA)

Skill Raia memang terbilang cukup aduhai berkat ball-mastery yang ia punya. Sering menggunakan lini sayap sebagai panggung menunjukkan kualitas dirinya membat Raia ibarat belut dan susah ditangkap pemain-pemain lawannya. Skill menawan dan insting gol tajam jadi kelebihan pemain bernomor punggung 24 tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here