Pemain PSP Padang Bayu Resman menggiring bola diamati rekannya Burhanudin Yusup Ohorella/foto Robbi Sikumbang

Padang, http://bolanasional.co/– PSP Padang menasbihkan diri ke semifinal Liga 3 Indonesia 2017 Provinsi Sumbar dengan mengubur impian juara ISC Linus 2016, PS GAS Sawahlunto gagal lolos ulah kalah 2-0, pada pertandingan terakhir grup D babak 8 Besar di Stadion H. Agus Salim, Padang, Minggu sore (6/8).

Kemenangan PSP Padang tidak saja mengantarkan klub berjulukan Pandeka Minang ini ke semifinal selaku juara grup D, sekaligus mempertahankan catatan rekor clean sheet belum kebobolan sejak babak penyisihan grup.

Hasil maksimal PSP juga turut menggandeng Pespessel ke fase semifinal selaku runner-up menyingkirkan Persiju Sijunjung dan PS GAS sendiri. Torehan nilai sempurna 9 point PSP diikuti Pespessel, 3 poin yang unggul agregat gol lebih baik (4-4) dibanding Persiju Sijunjung (3-5) ataupun PS GAS (2-6).

Jalannya pertandingan PSP – GAS

Sejak awal babak pertama, PSP menguasai permainan. PS GAS yang memburu hasil seri tidak diberi ruang dalam mengembangkan taktik mereka.

Tekanan PSP memaksa PS GAS lebih banyak menjaga rapat pertahanan mereka dan sesekali mencuri kesempatan keluar menyerang. Pertahanan PS GAS diuji agresifnya lini serang PSP yang dimotori trio gelandang Bayu Resman, Anggia Tofano dan Yopi Rizal Yunanto.

Aliran aliran ke sisi sayap yang ditempati Agnef Syafantri maupun Yohandes Saputra silih berganti membahayakan gawang PS GAS yang dikawal Oky Samdi Lova.

Berkali-kali ancaman dilakukan Yopi Rizal melalui percobaan tembakan dari luar kotak penalti. Menit 21′ Yopi melepaskan tendangan yang menyamping tipis di tiang kiri gawang GAS.

GAS merespon dan mencuri peluang. Serangan balik ke jantung pertahanan PSP diakhiri sepakan jarak jauh penyerang GAS Ichsan Yusra. Tapi hanya membentur mistar gawang PSP. Bola out gawang.

Memasuki menit-menit akhir babak pertama, PSP mendapatkan kesempatan terbuka didepan kotak penalti GAS melalui free-kick usai pelanggaran keras pemain belakang GAS. Eksekutor PSP, Yopi Rizal nyaris membuka skor untuk timnya. Sayang tendangan bebas mantan pemain Pelita Bandung Raya U-21 musim ISL 2014 itu terselamatkan tiang kiri gawang PS GAS. Kedudukan kaca mata 0-0 menutup babak pertama.

Babak kedua, PSP tancap gas. Tiga menit berjalan Sahrul Akmal memecah kebuntuan. Berawal aksi eks. kapten tim Semen Padang U-21 2016, Arief Satria yang overlap ke dalam kotak penalti diakhiri umpan ke Sahrul Akmal.

Sekali kontrol Akmal melepaskan tembakan kaki kiri ke pojok kanan GAS melewati jangkauan Kiper Oki Samdy Lova. Skor 1-0 untuk PSP.

Berselang sepuluh menit, Agnef Syafantri memperlebar skor menjadi 2-0 dimenit 58′. Kali ini tendangan bebas Arief Satria disambut heading tipis Agnef ke sudut kanan gawang GAS.

PSP semakin agresif. Motivasi para punggawa klub berjukukan Pandeka Minang meningkat tajam, semakin gencar mendikte pertahanan GAS.

Selalu mengandalkan overlaping Arief Satria di sisi kanan. Sejumlah peluang tercipta. Menit 67′ Yopi Rizal berusah lagi melakukan percobaan tembakan keras dari luar garis 16 GAS. Tapi cekatan diamankan kiper lawan.

GAS yang sudah tertinggal berusaha bangkit. Skema serangan balik menjadi tumpuan. Pertahanan PSP yang digalang Galih Aji Prasetya bersama eks kapten tim PSIS Semarang dan PSIM Jogyakarta, Eko Puji Yanto sempat keteteran.

Namun upaya GAS juga tidak maksimal dalam melakukan penyelesaian. Gawang PSP aman dari kebobolan.

Tak patah arang, GAS terus berusaha keras sehingga hampir saja memperkecil ketinggalan. Peluang emas GAS didapat lewat tembakan jarak dekat Ichsan Yusra. Tapi terhadang sergapan kiper PSP, Putra Syabilul Rasad.

Sampai babak kedua usai, GAS tidak kunjung mampu melesatkan gol Kedudukan tidak berubah 2-0 untuk kemenangan PSP Padang.

Pelatih PSP Padang, Joni Efendi usai pertandingan kembali mengingatkan para pemainnya untuk tidak sombong dan tetap mawas diri.

“Pertandingan hari ini sudah selesai. Kami akan bersiap menghadapi laga selanjutnya,” kata pria yang akrap disapa JE itu.

Terkait calon lawannya di babak semifinal, JE mengakui masih buta dengan kekuatan tim lawan. “Tapi, umumnya setiap tim daerah memiliki gaya permainan sama, seperti yang ditunjukkan PS GAS. Ngotot dan pantang menyerah,” katanya.

Klasemen Akhir Grup D

1. PSP 3-3-0-0 (6-0) 9*

2. Pespessel 3-1-0-2 (4-4) 3*

3. Persiju 3-1-0-2 (3-5) 3

4. GAS 3-1-0-2 (2-6) 3

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here