Bolanasional.Co– Dari Cengkareng, Banten ke Limo, Depok anak-anak SSB Sparta sukses membawa kado berupa label juara plate cup Indonesia Junior Angkasa Pura 2 League (IJL AP2) U-9. Ali sang pelatih menegaskan prestasi itu sebagai pembuktian awal kalau sepak bola Depok akan terus hidup dan tak mau selamanya mati suri.

Sparta sukses meraih gelar hiburan tak kalah bergengsi yakni plate cup IJL AP2 U-9. Bersaing sangat ketat dengan Gelora Poetra, dewi fortuna lebih menaungi Nazwan dan kawan-kawan hingga tiga laga pada pekan ke-10 lalu mampu mereka sapu bersih dengan kemenangan atas All Star Galapuri, Indonesia Rising Star dan Tik Tak Football First.

Ali, pelatih dari Sparta U-9 sendiri mengatakan pencapaian maksimal anak asuhnya berupa gelar juara plate cup IJL AP2 U-9 adalah hasil kerja keras dari semua pihak. Komunikasi antar pelatih dengan orangtua murid jadi hal pertama yang ia singgung.

“Kalau disebut faktor kemenangan, sebagai pelatih saya lebih menerapkan rasa disiplin ke anak-anak sebelum dan saat laga plate cup ini digelar,” buka Ali.

“Jujur sebelum plate cup ini dimulai, sangat sulit mengumpulkan anak-anak untuk latihan dimana ada kendala seperti berbenturan dengan jadwal sekolah. Disinilah peran pelatih terlihat dimana saya harus menghubungi orangtua siswa, sebuah komunikasi intens. Dan mereka juga menyadari tiga laga di plate cup IJL AP2 U-9 ini memang akan menguras fisik dan emosi,” terangnya lagi.

 

Ya, masalah klasik berupa bentroknya jadwal latihan dengan pendidikan formal anak didik memang masih menjadi batu besar yang kerap mendera sebagian besar SSB Tanah Air. Tak terkecuali untuk Sparta.

Karena itu, Ali berterima kasih atas terselenggaranya IJL yang kurang lebih membantu anak-anak Sparta untuk bisa menunjukkan eksistensinya di atas rumput hijau dengan cara berkompetisi. Terpenting menurutnya nama-nama berpotensi seperti Nazwan dan Komarudin tak kehilangan gairah mengasah kualitasny dalam urusan mengolah si kulit bundar.

“Saya sangat berterima kasih dengan adanya gelaran IJL AP2 ini. Adanya kompetisi ini membuat kami sebagai pelatih tak henti belajar dan bekerja untuk melakukan sebuah evaluasi,” terang Ali.

 

“IJL AP2 membuat tim pelatih Sparta terus melakukan monitoring untuk pemain-pemain kami. Seperti yang sudah dibilang, ada Nazwan dan Komarudin yang punya potensi besar dan di IJL AP2 ini mereka bisa tambah jam terbang, mental dan terus mengasah kualitasnya. Begitu juga dengan Kaos, kiper kami,” tegasnya.

“Dari Limo Depok ke Bandara Soekarno-Hatta tidak dekat. Seperti yang saya bilang tadi komunikasi Pelatih dengan orangtua jadi kuncinya dari babak penyisihan hingga plate cup ini,” tambah Ali.

Gelar juara plate cup IJL AP2 U-9 sendiri ini bisa dikatakan sebagai sebuah kebahagiaan ganda untuk SSB Sparta. Seperti diketahui, sebelumnya tim U-14 juga sukses meraih gelar Piala Menpora wilayah Jakarta Selatan.

Meski demikian, Ali mengatakan rasa bangga dan bahagia itu tidak hanya mau dirasakan oleh segenap pengurus dan pemain serta orangtua murid SSB Sparta. Prestasi tersebut secara khusus ia persembahkan setulus hat untuk sepak bola Depok.

“Ya sebelumnya Sparta U-15 juga raih gelar Piala Menpora wilayah Jakarta Selatan. Diakumulasikan dengan anak-anak U-9 meraih gelar plate cup IJL, saya lebih melihat sisi kalau sepak bola Depok tempat kami berasal belum mati. Kalau berkaca di level lebih atas tentu kita tahu dengan atmosfer sepak bola Depok saat ini. Ada Persikad memang tapi ya seakan mati suri,” ujar Ali

“Disinilah saya bersama Sparta berkomitmen mematahkan itu semua kalau dunia kulit bundar di Depok belum mati. Lewat sistem pembinaan usia dini yang rapi dan baik saya yakin hal itu bisa dilakukan. Harus ada gairah baru dan Menpora Cup U-15 ditambah Plate Cup IJL AP2 U-9 ini harus jadi awal,” tambahnya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here