Komite pemain Indonesia Junior tidak ketinggalan merilis deretan formasi pemain terbaik pekan kedelapan IJL AP2 (23/7). Deretan pemain haus gol seperti Haru (ASTAM), Wahyu (Ragunan Soccer School) dan Kelvin (Indonesia Rising Star) mengisi barisan starting line-up.

Kiper:

 

 

 

Pekan kedelapan IJL AP2 U-9 lalu jadi panggung bagi kiper PDA, Naufal. Bagaimana tidak, penjaga gawang berbadan tambun itu mampu jadi aktor utama kemenangan timnya saat drama adu penalti kontra Garuda Muda Soccer Academy dan Villa 2000. Tak heran, barisan penyerang lawan dibuat kikuk ketika sudah berhadapan one-by-one dengan kiper bernama lengkap Naufal Shaquill Rizandy tersebut.

Bek:

 

 

Dari posisi tiga pemain belakang sejajar mengisi starting line-up, nama-nama langganan seperti Cedric (ASTAM) dan Rafi (IRS) masih betah dan belum tergeser. Khusus untuk Rafi, dirinya juga kembali menunjukkan kualitasnya sebagai bek haus gol. Namun, di samping itu ada pendatang baru dari CISS bernama Ilham.

Di pekan kedelapan IJL AP2 U-9, Ilham memang menujukkan kualitasnya. Dirinya bermain layaknya Gerard Pique dari Barcelona. Badan besar, kokoh dan mampu berduel satu lawan satu dengan lawan jadi bukti saat mengawal CISS berhadapan dengan ASTAM dan Ragunan Soccer School. Hasilnya cukup ampuh kala sepakan penaltinya jadi salah satu gol penentu CISS ke gawang Ragunan SS.

 

Gelandang:

 

 

 

Untuk barisan pemain tengah alias gelandang, penggawa ASTAM asal Jepang yakni Haru kian menujukkan tajinya. Ya pada pekan kedelapan lalu, bocah berambut gondrong tersebut mampu menghasilkan empat gol untuk timnya sekaligus menorehkan catatan tujuh gol selama IJL AP2 U-9 berlangsung. Di sisi haru terdapat juga nama-nama beken seperti Rafi (PDA) dan si lincah dari GMSA, Rafif.

Untuk satu tempat lainnya, tertera nama pemain asal Sparta, Komarudin. Ya, meski gagal mengantarkan Sparta melaju ke final, ia kian menunjukkan tajinya di atas lapangan. Buktinya terlihat saat pekan kedelapan lalu, meski tidak mencetak gol saat timnya ditahan imbang Gelora Poetra, dirinya mampu memberi peran lebih dari sektor tengah ke depan untuk mengatur skema permainan Sparta hingga enak disedap mata.

 

Penyerang:

 

 

 

Di barisan pemain depan, format tridente masih belum tergoyahkan. Dua bomber cilik haus gol yakni Kelvin dan Wahyu terus menujukkan kualitasnya di panggung IJL AP2 dengan keahlian mereka menyisir pertahanan lawan diakhiri lesakan gol cantik.

Selain daripada itu, anak baru bernama Adrian dari FU15FA Bina Sentra mengisi pos lini depan menemani Kelvin dan Wahyu. Adrian memang jadi eksprimen pelatihnya untuk menambah daya gedor timnya dan hasilny terbukti jitu kala dirinya mampu membuat lini serang FU15FA Bina Sentra kian berwarna.

Pelatih:

 

 

 

Resha Rafsanjani dari Villa 2000 adalah sosok yang tenang dalam mengawal Villa 2000 di pekan kedelapan IJL AP2 U-9. Di balik perawakannya yang besar dan terkesan seram, ia mampu menjadi kakak atau bahkan ayah bagi anak asuhnya. Meski Villa 2000 harus kalah dari PDA dan FU15FA Bina Sentra, attitudenya di dalam dan luar lapangan mendapat pengakuan dari publik IJL AP2. Mampu menjembatani kekecewaan pemain yang kalah untuk menjadi energi positif tentu bukan hal mudah.

“Coach Resha saya sebut pelatih masa kini dengan kecerdasan tingkat tinggi dan hampir bisa meredem emosi, dia mampu meredam gejolak team dan bisa sebagai jembatan komunikasi keputusan komite ke para orangtua,” ujar CEO IJL, Rezza Lubis.

Cadangan:

 

 

 

Di posisi kiper ada nama portiere Gelora Poetra, Rahaess. Ya makin lama, bocah tinggi besar itu kian menujukkan kedewasaannya dalam bermain. Terbukti pada pekan kedelapan lalu meski total harus kebobolan empat gol, Rahaess mampu jatuh bangun menahan gawangnya dari serbuan lawan.

Sementara untuk posisi pemain belakang ada Gebry FU15FA, Arigo Villa 2000, Bintang Ragunan Soccer School. Ketiganya selain handal menjaga pertahanan lawan pada pekan kedelapan lalu juga tak segan membantu daya serang. Terutama Arigo, kian hari penampilannya terus meningkat.

Untuk barisan tengah ada Jibby GMSA, Alexi Villa 2000, Avatar Gelora Poetra, Umer All Star Galapuri. Kecepatan keempatnya menyusun skema serangan jadi modal penting keberhasilan timnya. Jibby pun di pekan kedelapan lalu mampu memimpin rekan-rekannya berlaga dengan maksimal di tengah ujian berupa dua drama adu penalti yang harus dilalui.

Di depan ada Backer, Fandi, Nazwan. Tanpa banyak bicara, pekan kedelapan lalu bisa jadi alaram kalau masa depan sepak bola Indonesia tidak akan kehabisan penyerang berpotensi besar asal dibina dengan baik. Tenang, cepat dan bertenaga adalah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan ketiganya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here