Bolanasional.co– Pelatih Pro:Direct Academy (PDA) U-9, Imam Ibnu Aqil mengakui kekalahan timnya kontra Salfas Soccer pada babak semifinal Indonesia Junior Angkasa Pura 2 League (IJL AP2), Minggu (6/8). Ia pun meyakini laga puncak antara Salfas kontra ASTAM akan berjalan sengit dan menarik.

Misi PDA U-9 melaju ke partai puncak IJL AP2 harus pupus. Menghadapi tim kuat asal Tangerang yakni Salfas Soccer, Rafi dan kawan-kawan harus menyerah dengan skor tipis 0-1 lewat gol tunggal dari Akmal.

PDA sendiri memang sudah bermain cukup agresif dan spartan saat laga semifinal kontra Salfas. Dikomandoi sang kapten yakni Rafi, mereka berungkali menembus pertahanan lawan dari segala sisi termasuk mengandalkan pemain bintangnya asal Inggris, Lui George.

Meski pada akhirnya gagal melaju ke final, pelatih PDA U-9 yakni Imam Ibnu Aqil tetap bangga akan perjuangan anak asuhnya. Seperti diketahui, mereka adalah satu-satunya tim yang tidak terkalahkan sebelum akhirnya harus tumbang dari Salfas Soccer.

“Alhamdullilah, anak-anak sudah bermain sesuai jalurnya di level U-9 hingga mampu mencapai semifinal dari penyisihan grup selalui meraih poin sempurna dan melalui drama tiga kali adu penalti sebelum dihentikan oleh Salfas di semifinal,” terang Imam.

 

“Ya inilah namanya sepak bola dimana kalah menang adalah hal biasa. Tidak masalah bagi saya. Semangat anak-anak luar biasa,” terangnya lagi.

Imam juga menolak adanya anggapan cederanya Lui George akibat paha kram jelang jeda babak pertama jadi penyebab anak asuhnya sulit mengejar ketertinggalan dari Salfas. Ia juga mengatakan tim lawan terlihat lebih siap dalam hal kualitas merata para pemainnya di segala lini.

“Cedera Lui saya kira bukan sebuah alasan PDA kalah dari Salfas. Karena di tim ini juga banyak pemain yang sebenarnya bisa berkembang, selalu ada opsi sebagai pelatih,” ucap Imam.

“Salfas tim yang bagus. Kompak dan teratur serta disiplin pada posisi pemain-pemainnya. Belakang, tengah, depan sangat merata hingga aliran bola bisa dengan lancar dilakukan. Terutama pemain mereka yaitu Rakha Lubis, bisa jadi pemegang komando rekan-rekannya. Ya saya kira mereka pantas ke final, kita kurang beruntung,” tegas Imam.

 

Menariknya, lawan yang akan dihadapi Salfas pada babak final nanti adalah ASTAM. Seperti diketahui, pada babak penyisihan grup lalu, PDA sukses menaklukan ASTAM lewat skor 2-1.

Saat ditanya prediksi laga final nanti, Imam mengatakan partai puncak antara Salfas vs ASTAM akan jadi pertandingan yang menarik. Ia melihat tidak akan banyak gol terjadi atau bahkan adu penalti bisa jadi penentu pemegang titel juara IJL AP2 U-9.

“Saya kira pertandingan final nanti akan ramai apalagi ASTAM tadi di babak play-off grup sempat mengalahkan Salfas. Apalagi juga ada catatan kalau PDA pernah mengalahkan ASTAM,” ujar Imam seraya tertawa.

 

“Prediksi? satu atau dua gol saya kira akan tercipta bahkan bisa saja imbang dan lanjut ke adu penalti,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here