Vendry Mofu (Semen Padang, merah) berduel dengan duet bek tengah Sriwijaya FC(kuning)/foto MO SPFC

Palembang, http://bolanasional.co/– Laga bertajuk “Derby Andalas” antara tuan rumah Sriwijaya FC menjamu tamunya Semen Padang FC pada pekan ke-19 Liga 1 Indonesia akhirnya tuntas dengan skor kacamata, 0-0, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Juma’t malam (11/8).

Dengan hasil itu, Sriwijaya FC kembali gagal mematahkan trend selalu imbang dikandang sendiri setiap bertemu Semen Padang sejak ISL 2015 (kompetisi terhenti) dan gelaran turnamen Indonesian Soccer Championship (ISC) 2016.

Tuan rumah pun urung melewati peringkat tim tamu di susunan klasemen sementara Liga 1. Hanya puas mengantongi point satu, Yu Hyun Koo dan kawan-kawan tertahan pada posisi 11, poin 25. Sebaliknya Hengki Ardiles cs, menambah tabungan nilai mereka menjadi 26 point, bertengger di undakan 9.

Jalannya pertandingan kedua klub sesama pulau Sumatera ini pada babak pertama cukup berimbang. Saling incar kelemahan berjalan sejak awal.

Peluang pertama Sriwijaya FC datang di menit 14′ dari Nur Iskandar. Eks. pemain Semen Padang ini melepaskan tembakannya tapi menyamping di sisi gawang Jandia Eka Putra.

Terus mencari celah, Sriwijaya kembali memiliki kans. Tendangan akrobatik Hilton Moreira didepan kotak penalti Semen Padang bisa diselamatkan Jandia.

Tertekan, para pemain Semen Padang cukup kesulitan untuk keluar menyerang. Sesekali bisa memberikan ancaman. Salah satunya lewat sepakan dari luar kotak penalti Riko Simanjuntak. Namun bola masih bisa diamankan dengan baik oleh kiper Teja Paku Alam.

Dimenit 32′, pelatih Semen Padang Nilmaizar melakukan perubahan dengan memasukan gelandang bertahan Ko Jae-Sung menggantikan Handi Ramdhan.

Dua menit berselang, penyerang Sriwijaya FC Hilton kembali membuang peluang. Mendapat umpan matang dari Beto, pemain asal Brasil ini gagal menaklukkan Jandia.

Hingga akhir babak pertama tak ada gol tercipta. Skor kacamata mengakhir babak pertamairi kedua kesebelasan memasuki waktu jeda.

Babak kedua, Sriwijaya FC kembali mengambil inisiatif serangan lebih dulu di awal babak kedua. Pada menit ke-57, sundulan Ichsan Kurniawan yang menyambut umpan tendangan bebas menembus jala Semen Padang.

Sayang, gol tersebut dianulir wasit Shaun Robert Evans asal Australia, karena lebih dulu ada terjebak off-side.

Semen Padang tidak mau tertekan. Perlahan respon positif ditunjukan. Rico Simanjuntak hampir saja membuat timnya unggul di menit ke-59. Namun sundulannya ditepis Teja Paku Alam.

Menit ke-77 Semen Padang melalui Marcel Sacramento tersu mengancam. Tetapi, tendangan bebas Marcel masih bisa diamankan oleh Teja.

Giliran Sriwijaya FC melalui Beto bereaksi. Sebuah peluang matang di menit ke-83 gagal diselesaikan menjadi gol. Tandukannya diamankan Jandia.

Semenit kemudian Irsyad Maulana hampir saja membuat tim tamu unggul. Sayang tendangan kerasnya masih menyamping di sisi gawang.

Memasuki menit-menit akhir babak kedua, Anis Nabar nyaris membuat pendukung tuna rumah bersorak. Tetapi lagi-lagi Jandia sigap memblok sepakan jarak dekat Nabar yang menyambut umpan Marco Meraudje.

Sampai melewati tiga menit injury time. Tidak ada juga gol tercipta dari kedua tim. Hingga wasit Sahau Robert mengakhiri pertandingan. Skor kacamata mengakhiri duel “Derby Andalas” ini, 0-0.

Daftar Susunan Pemain :

Sriwijaya FC : Teja Paku Alam (PG); Marco Meraudje, Bobby Satria (46′ Dominggus Fakdawer), Rudolf Yanto Basna, Gilang Ginarsa; Yu Hyun Koo (c), Ichsan Kurniawan; Muhammad Nur Iskandar; Hilton Moreira. Slamet Budiyono (68′ Anis Nabar), Alberto Goncalves.

Semen Padang : Jandia Eka Putra (PG); Hengki Ardiles (c), Cassio Fransisco de Jesus, Agung Prasetyo, Boas Atururi; Handi Ramdhan (32′ Ko Jae-Sung), Rudi (69′ Tambun Naibaho); Riko Simanjuntak, Irsyad Maulana (92′ Adi Nugroho), Vendry Mofu; Marcel Silva Sacramento

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here