Trio Wasit Asing asal Australia ketika sesi MCM Sriwijaya FC vs Semen Padang/foto istimewa

Palembang, http://bolanasional.co/– Pertandingan antara Sriwijaya FC versus Semen Padang pada pekan ke-19 Liga 1 Indonesia di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Jum’at malam (11/8) usai dengan skor akhir 0-0.

Laga sesama tim asal Sumatera yang dilabeli “Derby Andalas” itu berjalan menarik dan sengit hingga babak kedua tuntas dibawah kendali trio wasit asing asal Australia, Shaun Robert Evans yang bertugas sebagai wasit tengah dibantu rekannya Wilson Kenneth Brown, dan George Lakrindis sebagai assiten wasit 1 dan 2.

Mengomentari kepemimpinan trio pengadil itu, pelatih Semen Padang Nilmaizar mengungkapkan rasa “salute dan respect” terhadap kemampuan mereka yang berintegritas dalam menerapkan “Law of The Game” sehingga enak ditonton dan minim gesekan antar seluruh pemain dari kedua tim yang bertanding.

Nil berharap adanya pengunaan wasit asing serupa Evans, Brown dan Lankridis bisa membantu tercapainya peningkatan kualitas kompetisi sepakbola nasional yang fair.

“Wasit bagus, Law Of The Game-nya luar biasa. Kalau begini terus, sepakbola Indonesia bisa lebih bagus kedepannya. Tadi saya bicara ke asisten wasit, kenapa sudah lewat injury time tiga menit pertandingan belum habis juga. Dia bilang tadi ke saya, ada pemain injured waktu dihentikan. Itu Luar biasa,” ujar Nil menanggapi pertanyaan wartawan di sesi jumpa pers usai laga.

Senada dengan kapten tim Semen Padang, Hengki Ardiles turut memuji fair nya sang pengadil dalam menengahi pertandingan.

“Untuk wasit bagus, tapi bagi saya di Indonesia sebenarnya juga ada wasit yang bagus. Mudah-mudahan pertandingan seperti ini fair play. Siapa tim yang paling siap itu yang akan jadi pemenang.” tukas Hengki.

Mengenai komunikasi dalam pertandingan kepada wasit dilapangan, Hengki mengaku tidak ada kendala. Menurut bek kanan berusia 36 tahun itu, bahasa sepakbola universal. Baik pemain maupun wasit sama-sama memahami bahasa tubuh. Karena semuanya sudah ada dalam “law of the game”.

“Mungkin untuk komunikasi tidak ada kendala ya. Soalnya didalam sesuai law of the game. Mungkin komunikasi dengan wasit bisa pakai bahasa tubuh. Tapi bisa juga pakai Bahasa Inggris,” sebut Hengki yang sedikitnya mampu berbahasa Inggris secara umum itu

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here