Bolanasional.Co– Pasukan All Star Indonesia Junior Angkasa Pura 2 League (IJL AP2) U-9 Sensation siap berkumpul untuk unjuk gigi di atas rumput hijau. Poros lini tengah dengan komando duo Salfas Soccer yakni Rakha Lubis dan Al akan jadi tumpuan, tak lupa peran kiper menawan seperti Zahran (Garuda Muda Soccer Academy) dan bek dari CISS, Ilham jadi simbol kekuatan mereka.

 

Kiper:

Zahran (GMSA):

Kiper yang merupakan fans berat dari Kurnia Meiga ini adalah pemain yang paling dewasa dibanding rekan-rekan seusianya. Tak heran jabatan kapten ia pegang dari jajaran pelatih GMSA berkat jiwa kepemimpinan yang dipunya. Rajin mengamati permainan tim lawan jadi ciri khas Zahran hingga ia bisa disebut tangan kedua pelatih ketika sudah berada di atas lapangan.

 

Febri (Villa 2000):

Si lincah dari Villa 2000 ini dari awal kompetisi IJL AP2 U-9 memang sudah menarik perhatian. Tak banyak bicara ke rekan-rekan setim di depannya namun di balik itu semua ada ketenangan yang dipunya penjaga gawang bernomor punggung 12 tersebut. Satu lagi, ia ahli dalam skema goal kick untuk membuka skema penyerangan.

 

 

Bek:

 

 

Sabian (GMSA):

Usianya yang baru menginjak delapan tahun bukan halangan bagi Sabian untuk menembus skuat inti GMSA dimana mayoritas banyak pemain senior di dalamnya. Posturnya yang besar, bukan halangan dirinya untuk berani adu sprint dengan pemain lawan. Disiplin dalam menjaga pertahanan serta tak segan body-charge demi mencuri bola jadi bukti Sabian adalah bek yang tak kenal kompromi.

 

Davin (CISS):

Bisa dibilang Davin adalah tipe pemain bertahan modern milik CISS Soccer Skill. Bertahan dan menyerang sama baiknya jadi keunggulan bocah bernomor punggung 11 tersebut. Ia pun lihai dalam membangkitkan spirit bertanding rekan-rekannya di dalam maupun luar lapangan. Skill olah bolanya saat defense atau attack pun jadi salah satu potensi emas anak asuh didikan Washiyatul Akmal, eks penggawa Persija tersebut.

 

Rizky (Salfas):

Tubuhnya yang gempal membuat Rizky tidak terlalu banyak melakukan improvisasi di lini belakang Salfas Soccer. Bisa dibilang dirinya adalah tembok terakhir sebelum pemain lawan berhadapan dengan kiper Salfas. Namun justru disitulah keunggulan Rizky, ia disiplin dan jadi pemain yang selalu diperlukan pelatih manapun dalam soal kebutuhan strategi.

 

Arigo (Villa 2000)

Arigo bisa disebut sebagai pemain paling berkeringat di skuat Villa 2000 U-9. Sama seperti Davin, dirinya adalah tipe bek modern khususnya dalam pos bagian sayap serang. Skill menyerang dan bertahan sama baiknya jadi kelebihan Arigo. Tak hanya itu, nilai lebihnya adalah dia jadi pemain yang paling rajin melepas crossing ke daerah pertahanan lawan serta tidak ragu memaksimalkan kekuatan kedua kakinya.

 

Raffan (Salfas)

Raffan adalah teman setia Rizky di lini belakang Salfas Soccer. Bedanya, Raffan memang terlihat lebih lincah dan gesit saat mengawal pertahanan timnya. Tak heran, itu jadi salah satu kekuatan Salfas Soccer dimana sejauh ini mereka baru kebobolan empat gol sejauh ini. Tak hanya itu, dari pengamatan yang ada, Raffan tak segan melakukan tackle bersih demi menjauhkan bola yang mengancam lini belakang timnya.

 

Ilham (CISS)

Bek yang paling sempurna di komposisi skuat All Star IJL AP2 U-9 Phenomenon. Posturnya ideal, kokoh, cepat dan lugas jadi keunggulan seorang Ilham. Kelebihan lainnya ia juga rajin merangsek ke pertahanan lawan untuk membantu serangan timnya. Selain itu, dirinya juga punya jiwa leader hingga dirinya jadi salah satu eksekutor penalti terbaik CISS seperti saat babak play-off lalu.

 

 

Gelandang:

 

 

Rakha Lubis (Salfas Soccer)

Elegan adalah kata yang tepat untuk menggambarkan seorang Rakha Lubis. Gaya permainannya mengingatkan publik IJL AP2 ke salah satu seniornya di tim U-11, Satrio Insan Ramadhan. Kapten dan punya kelebihan dalam memaksimalkan naluri gol. Kalau mau lebih jauh, bisa saja Rakha jadi generasi penerus gelandang sepak bola Indonesia sekelas Ansyari Lubis, khas karakter pemain Sumatera, keras tapi tidak kasar lebih mengarah ke elegan.

 

Al (Salfas Soccer)

Al adalah jodoh bagi seorang Rakha Lubis di lini tengah Salfas Soccer. Chemistry keduanya jadi kunci Salfas mampu melaju hingga partai final. Jika performa Rakha sedang drop, maka Al akan muncul bak seorang hero membangkitkan performa sahabat kentalnya tersebut. Tipe gelandang sederhana yang banyak disukai pelatih untuk memaksimalkan strategi tim terutama dalam hal mendelay permainan lawan.

 

Alexi (Villa 2000)

Salah satu eksekutor terbaik tendangan bebas di kompetisi IJL AP2 U-9. Posturnya kecil memudahkan dirinya dengan mudah melepaskan diri dari kawalan ketat lawan-lawannya. Agresif di sektor lini tengah membuat dirinya jadi motor serangan Villa 2000. Kakinya kokoh dan kuat hingga dirinya tak ragu melepaskan tembakan keras tajam ke arah gawang lawan, satu lagi umpan-umpannya kerap berbuah gol manis untuk Black Orange.

 

Aqnan (All Star Galapuri)

Kapten All Star Galapuri yang biasa beroperasi di sektor tengah. Punya kelebihan dalam hal fighting spirit membuat dirinya jadi pemain paling rajin merebut bola dari kaki lawan. Siap diperlukan jika timnya sedang dalam posisi bertahan namun juga sigap dalam hal membantu serangan. Rela melakukan apa saja sesuai dengan kebutuhan pelatih jadi nilai lebih seorang Aqnan.

 

 

Jibby (GMSA)

Ruh dari kesuksan GMSA melaju hingga babak semifinal IJL AP2 U-9. Skill diatas rata-rata dan memiliki teknik dribling melewati pemain lebih dari teman-temannya. Bisa dibilang gaya permainan Jibby mirip dengan rekannya, Rafif. Meski masih kurang cepat dalam hal mengambil keputusan saat sudah ada di depan gawang lawan, karakternya yang mampu mengubah kendali permainan juga jadi keahlian seorang Jibby.

 

 

Akmal (Salfas Soccer)

Bisa jadi jika Al dan Rakha Lubis digabung jadi satu maka hasilnya adalah seorang Akmal. Gelandang pengangkut air milik Salfas Soccer manakala tiap jengkal lapangan tak luput jadi injakan pemain bernomor punggung empat tersebut. Catatan delapan golnya sejauh ini membuktikan dirinya adalah pemain paling komplit selama kompetisi IJL AP2 U-9 berlangsung.

Penyerang:

 

 

Fandi (Gelora Poetra)

Anak didikan asli dari Aris Indarto di Gelora Poetra U-9 adalah tipe penyerang yang lama dirindukan sepak bola Indonesia. Kecil, gesit dan lincah jadi kelebihan seorang Fandi. Skillnya di atas rata-rata pemain seusianya. Meski agak sedikit bermasalah saat sudah kehilangan bola, Fandi adalah striker yang pandai menempatkan diri dan tidak egois dalam hal memudahkan lawannya mencetak gol.

 

Umer (All Star Galapuri)

Meski permainan All Star Galapuri U-9 tidak begitu konsisten selama IJL AP2 U-9, Umer kerap jadi sosok pembeda untuk permainan timnya. Kuat dalam dribbling bola ditambah kejelian dirinya menciptakan momentum untuk melepaskan tembakan keras ke arah gawang lawan jadi kelebihan seorang Umer. Berani improve saat dirinya tengah berada dalam tekanan juga jadi catatan kalau Umer punya mental bagus.

Avatar (Gelora Poetra)

Bisa dibilang dirinya adalah pemain yang paling mengerti kemauan Fandi. Jika rekannya itu mati kutu, maka Avatar akan muncul dengan dirinya bak seorang hero di buku-buku komik. Lincah juga agresif jadi ciri khas Avatar di atas lapangan. Selain itu bisa disebut dirinya adalah orang pertama yang membuka alur serangan Gelora Poetra tidak hanya dari sisi kedua belah sayap dengan crossing mematikan.

 

Rafif (GMSA)

Pemain stylish milik GMSA. Postur yang ideal juga membuat Rafif lebih percaya diri di atas lapangan untuk mengeluarkan skill terbaiknya dalam hal olah bola memaksimalkan kecepatan kaki kakinya. Terinspirasi dari seorang Cristiano Ronaldo bisa jadi alasan kenapa Rafif sama baiknya ketika berperan sebagai gelandang serang atau striker tunggal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here