Bolanasional.Co– Keberhasilan Timnas Indonesia menekuk Filipina pada laga kedua SEA Games 2017 cabang olahraga sepak bola dapat perhatian khusus dari deretan pelatih kontestan Indonesia Junior Angkasa Pura 2 League (IJL AP2). Bagaimana komentar dari empat juru taktik muda, yakni Fajar Setiono, Robin Maelast dan Agus Tri Laksono sampai Adi Nurhidayat soal performa anak asuh Luis Milla? Berikut penuturan mereka.

Indonesia mampu terus menjaga asa untuk lolos ke babak semifinal SEA Games 2017 Malaysia. Setelah hanya mampu bermain imbang di laga perdana saat kontra Thailand, pada pertandingan kedua, Garuda Muda mampu bangkit hingga perlawanan Filipina sukses mereka atasi lewat skor telak 3-0.

Fajar Setiono, pelatih yang sukses mengawal GMSA U-9 melaju hingga babak play off IJL menyebut kemenangan Timnas tak lepas dari performa gemilang barisan pemain lini tengah. Poros Evan Dimas-Hargianto disebutnya punya peran istimewa di atas lapangan.

“Ada beberapa perbaikan yg dilakukan Luis Milla pada pertndingan kontra Filipina. Pertama, Septian David Maulana mampu menemukan ruang yang pas di half-space di sekitar lini gelandang lawan. Ini sering dilakukannya dalam fase build-up. Akibat positifnya, Evan Dimas (dan juga Hargianto) mampu mengakses David untuk kemudian Timnas melakukan penetrasi ke sepertiga akhir Filipina,” terang Fajar.

“Kedua adalah membaiknya pengambilan posisi ketiga gelandang tengah. Ketika menghadapi Thailand, seringnya Evan dan Hargianto berada dalam posisi sejajar dan berdekatan membuat progresi terhambat. Melawan Filipina, walaupun formasi serupa masih teridentifikasi, tetapi dalam beberapa kesempatan, ketiganya mampu menempatkan diri dengan lebih ideal dan menciptakan bentuk segitiga,” tambah Fajar.

Yang ketiga disebut Fajar adalah peran gelandang pembeda sekelas penggawa asal Persela Lamongan, Saddil Ramdani. Saddil disebut Fajar dapat menikmati jalannya pertandingan berkat bantuan seorang Septian David Maulana.

“Ketiga adalah pengambilan posisi gelandang sayap yang tidak selalu berdiri terlalu jauh dari posisi di mana David berada. Saddil, contohnya. Ada beberapa kesempatan Saddil ikut berperan sebagai gelandang serang bahkan gelandang tengah sekunder dengan cara masuk ke hal space dan menjadikan dirinya sebagai konektor serangan ke area atas,” ujar pria yang merupakan fans berat dari Manchester United tersebut.

Tak jauh berbeda dengan Fajar, Pelatih ASTAM, Robin Maelast juga memuji peran barisan pemain lini tengah ditambah power skill seorang Saddil Ramdani.

“Melawan Filipina, kita memang ada di atas mereka terutama soal teknik dasar. Gol pertama itu naluri bukti seorang Septian David Maulan punya naluri seorang striker, dia tahu kapan dan kemana harus menempatkan posisi sehingga,” ujar Robin.

“Gol kedua hasil dari kombinasi passing akurat antar pemain sehingga Evan Dimas dan Hargianto bisa muncul dari barisan gelandang dan menceploskan bola ke gawang lawan. Terakhir, kuncinya ada di Saddil Ramdani. Dia bisa cetak gol karena kaki kanan dan kirinya sama kuat ditambah pintar ambil keputusan,” ujar pelatih yang sukses mengantarka ASTAM melaju ke final IJL AP2 U-9 tersebut.

Komentar dari Fajar dan Robin pun diakumulasi oleh pernyataan pelatih CISS, Agus Tri Laksono. Ia meyakini performa lini tengah timnas yang kian on-fire didasari chemistry antar pemain yang sudah cukup lama terjalin dengan sangat baik.

“Semenjak di tim U-19 asuhan Indra Sjafri, potensi Evan Dimas dan Hargianto memang sudah sangat terlihat di sektor lini tengah Garuda. Serba komplet sebagai pengatur jalannya permainan tim serta kreator serangan. Di tangan Luis Milla, keduanya semakin berkembang secara alami dan elegan manakala bisa ada di segala posisi untuk mengkreasikan peluang sekecil apapun menjadi sebuah gol,” ucap Tri.

“Tapi jangan lupakan juga barisan pemain belakang timnas saat ini. Naman-nama seperti yang saya cukup kenal seperti Rezaldi Hehanusa. Bangga sekali saya melihat Bule, kian dewasa dan kemajuan prestasinya mampu membuat dirinya jadi pemain besar di Timnas Indonesia,” tegas Tri.

Merindukan Sosok Pemain Bernomor Punggung Sembilan?

 

Di samping memuji habis peran para penggawa timnas terutama sektor lini tengah saat jumpa Filipina kemarin, trio pelatih IJL tersebut mengakui skuat Garuda masih merindukan sosok penyerang berkarakter bomber dengan finishing berkelas.

Fajar meyakini Ezra Willian bisa dapat peran tersebut namun Robin dan Tri mengatakan saat ini atmosfer sepak bola Indonesia membuat Milla memang harus berpikir keras mencari pemain dengan karakter yang dimaksud.

“Luis Milla adalah pelatih asal Spanyol yg tidak terlalu dominan terhadap Tiki Tak, itu terlihat ketika dia menjuarai Piala Eropa U-21 serta timnas sekarang, mudah-mudahan dengan adanya Ezra Walian kebutuhan akan nomor sembilan bisa terpenuhi,” tegas Fajar.

“Masalahnya di liga kita sendiri memang tidak ada pemain lokal dengan karakter nomor punggung sembilan, kebanyakan justru adalah pemain asing, lihat saja deretan top-skorer Liga 1 sekarang,” sesal Robin.

“Memang, karakter pemain dengan nomor punggung sembilan saat ini belum terlihat di Timnas kita karena tugas mereka harus punya naluri 99 persen mencetak gol. Saya mengidolakan Kurniawan Dwi Yulianto sosok pemain lokal yang disegani oleh pemain,” bertahan lawan yang sekarang jarang ditemukan di lini depan timnas juga liga nasional,” ujar Tri.

Ya, hal tersebut nampaknya juga diakui oleh pelatih Abstrax, Adi Nurhidayat. Aura kebesaran pemilik nomor punggung sembilan seakan telah memudar dalam era permainan sepak bola modern dan Timnas Indonesia ikut terkena “getahnya”.

“Sulit sekali cari pemain bernomor sembilan karena pada saat ini pemain yang sering jadi idola adalah pemain yang berposisi di nomor nomor 10, 11 dan 7. Tapi semoga Ezra Walian bisa membuktikan ia punya karakter tersebut karena saya lihat gaya permainannya mirip Zlatan Ibrahimovic dan Olivier Giroud,” ucap Adi.

“Hal itu berkaitan pula dengan atmosfer Liga 1 saat ini. Kebanyakan dari mereka kurang percaya dengan pemain lokal berposisi nomor sembilan dan lebih  menggunakan jasa pemain asing. Contohnya ada di tim papan atas, hanya Lerby Aliandri (Borneo FC) yang bisa bersaing dengan pemain asing dalam pengejaran top-skorer,” tandas Adi.

Fakta bercampur klenik terkait kehadiran penyerang nomor punggung sembilan itu pun rasanya cukup terbukti di ajang SEA Games 2017 ini. Dari 20 pemain yang dibawa, tidak ada satu pun dari mereka yang berani atau dibebani nomor keramat bagi para penyerang tersebut.

 

Berikut daftar nomor punggung pemain Timnas Indonesia U-22:

 

1. Satria tama

2. Putu gede

3. Andy setyo

4. Ryuji Utomo

6. Evan dimas

8. M Hargianto

10. Ezra Walian

11. Gavin Kwan

13. Febri Hariyadi

14. Asnawi Mangkualam

15. Ricky Fajrin

17. Saddil Ramdani

20. Kartika Ajie

21. Hanif Abdurrauf

22. Yabes Roni

23. Hansamu Yama

24. Marinus Mariyanto

25. Osvaldo Haay

28. M Rezaldi Hehanusa

29. Septian David Maulana

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here