Penyerang PSP, Agnef Syafantri coba lewati pemain Pespessel/foto Robbi Sikumbang

Padang, http://bolanasional.co/– PSP Padang tertahan imbang 1-1 oleh Pespessel Pesisir Selatan dalam pertandingan pembuka grand final perebutan dua tiket wakil Sumbar ke babak nasional kompetisi Liga 3 Indonesia 2017 di Stadion H. Agus Salim, Padang, Juma’t siang (25/8).

PSP lebih dulu tertinggal pada menit 15′, setelah penyerang sayap Pespessel Rizky Husnul Fuadi tanpa kawalan menyundul bola umpan tendangan bebas rekannya dan melesat masuk ke gawang PSP Padang. Kemudian PSP membalas lewat eksekusi penalti Agnef Syafantri pada menit 33. Skor 1-1 berahan sampai jeda.

Pada babak kedua, PSP gencar menyerang. Target meraih modal point penuh diburu anak asuh Joni Efendi tetapi gelombang serangan Eko Puji Yanto dan kawan-kawan membentur tembok kokoh pertahanan Pespessel yang menerapkan permainan disiplin dalam bertahan dan sesekali keluar menyerang.

Meski terus menerus mengurung area kotak 16 Pespessel, situasi serupa babak pertama juga terjadi terhadap penyelesaian akhir barisan penyerang PSP. Hingga babak kedua berakhir, kedudukan tidak berubah 1-1.

Sehabis pertandingan pelatih kepala PSP Padang, Joni Efendi tidak bisa menyembunyikan kegusarannya gagal dalam meraup angka penuh. Joni mengatakan gol pertama Pespessel membuyarkan konsentrasi para pemainnya.

“Sebelum pertandingan saya sudah mengingatkan pemain untuk tidak memandang remeh tim lawan. Akibatnya kami kebobolan di awal babak pertama, sehingga konsentrasi agak buyar,” kata pria yang akrab disapa JE itu.

Karena itu untuk bisa menjaga peluang JE menegaskan timnya wajib menang pada laga kedua, Sabtu (26/8) versus Batang Anai FC yang baru saja sukses mengalahkan Aroma Taram FC 4-2 pada main kedua tadi.

“Kita sepakat lupakan pertandingan melawan Pespessel. Saya tekankan anak-anak wajib fokusdan konsentrasi penuh menghadapi laga kedua melawan Batang Anai,” terang JE.

Mengenai calon lawannya, JE menilai Batang Anai akan tetap tampil seperti yang ditunjukkan Pespessel.

“Jadi anak-anak harus tampil dengan semangat berlipat. Jangan mudah terprovokasi, seperti pertandingan tadi, pemain Pespessel memperlambat tempo permainan dengan sering pura-pura sakit di lapangan. Pemainmterpancing karena hal itu. Sehingga konsentrasi jadi buyar. Wasit juga seharusnya bisa lebih jeli melihat hal itu,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here