Bolanasional.Co– Dipanggilnya Arya Bima, pemain CISS Soccer Skill untuk masuk skuat All Star Indonesia Junior Angkasa Pura 2 League (IJL AP2) Sensation membuat sang ayah, Aditya terkejut. Bahkan ia sempat tak yakin kalau buah hatinya itu bisa menyusul dua rekannya di CISS, Ilham dan Davin.

Skuat All Star IJL AP2 U-9 Sensastion mengalami sedikit perombakan di saat-saat terakhir. Hal itu tak lepas dari batalnya pemain All Star Galapuri, Aqnan untuk ikut bergabung.

Meski demikian, hal tersebut tak membuat komite IJL kelimpungan. Satu pemain pengganti sudah disiapkan yakni Arya Bima dari CISS.

“Karena faktor non-teknis di kubu All star Galapuri, maka Aqnan dengan terpasksa batal bergabung di skuat All Star IJL. Ada faktor dimana dia tidak bisa latihan karena harus pergi ke luar kota dengan pihak keluarga. Dan kami memahami hal tersebut,” terang Rezza Lubis, CEO IJL.

“Posisinya akan digantikan pemain dari CISS, Arya Bima. Sebelumnya Arya memang sudah masuk radar kami. Dari statistik dan posisi, nama Arya Bima memang tak jauh dari Aqnan. Saya rasa ia pantas mengisi barisan lini tengah All Star IJL AP2 U-9 Sensation apalagi dengan catatan dirinya pernah mengisi best starting eleven pekan kedua,” tambah Rezza.

Tak pelak, kabar tersebut nyatanya juga sempat membuat ayah dari Arya Bima, Aditya terkejut. Bahkan ia mengaku seakan tidak percaya buah hatinya bisa masuk tim All Star di saat-saat terakhir.

“Saya baru dihubungi pak Rezza pada Jum’at lalu soal pemanggilan Arya Bima untuk skuat All Star IJL. Jujur, ada perasaan kaget dan terkejut tetapi tersempil rasa bangga juga terkait kepercayaan yang diberikan untuk anak saya,” tutur Aditya.

“Sempat berulangkali menanyakan langsung ke pak Rezza soal alasan kenapa harus memilih Arya Bima dibanding pemain-pemain lain. Ada penjabaran khusus yang diberikan komite IJL termasuk soal statistik permainan Arya yang dinilai mampu menunjukkan perkembangan signifikan dari pekan ke pekan. Itu yang membuat saya yakin kalau Arya dipilih dengan ada pertimbangan kuat,” tambahnya.

 

Aditya sendiri mengatakan kepercayaan yang diberikan IJL itu sendiri ibarat mimpi yang jadi kenyataan. Ia tak menduga Arya bisa menyusul dua rekannya yang sudah lebih dahulu dipanggil yaitu Davin dan Ilham.

Tak pelak, ucapan nasihat penting ia berikan untuk Arya Bima. Menurutnya, ada pelajaran berharga yang dapat diraih saat berseragam All Star IJL nanti.

“Memang sebagai orangtua saya punya mimpi melihat dia bisa masuk tim All Star IJL. Saat pengumuman ada dua nama dari CISS yaitu bek andalan kami Ilham dan Davin lolos ke skuat All Star, saya sangat bangga karena memang CISS kuat di barisan belakang. Saya berkata ke Arya Bima agar bisa mencontoh kedua rekannya tersebut dengan cara semangat berlatih,” terang Aditya.

“Ya, mungkin sedang rezekinya ya Arya Bima di saat-saat akhir diberi kesempatan menyusul dua rekannya tersebut meski hanya berstatus pemain pengganti. Semoga tidak salah ya kepercayaan yang diberikan ke Arya, saya hanya ingin hal tersebut ia jadikan motivasi ke depannya,” tambahnya.

“Ini kesempatan buat dirinya. Arya akan menjalani sebuah suasana, lingkungan latihan dan rekan-rekan baru meskipun hanya sebentar dimulai pada 9 September nanti. Tapi rasanya itu akan jadi pelajaran yang harus ia ingat. Dalam dunia kulit bundar, proses adaptasi adalah hal paling penting dan Arya harus belajar itu dari sekarang,” ujarnya lagi.

Selain itu, nampaknya Aditya juga memegang teguh pesan yang pernah diberikan pendiri CISS, Washiyatul Akmal saat mengatakan kalau terbentuknya IJL All Star justru ibarat alarm untuk barisan orangtua juga pelatih. Tak lain hal tersebut adalah soal pentingnya komitmen dalam pembinaan sepak bola usia dini.

“Tentu, saya setuju dengan perkataan coach Akmal tersebut. Kepercayaan dari IJL ini juga sebagai bentuk alarm untuk orangtua sejauh mana komitmen mendukung anaknya untuk fokus di dunia sepak bola,” ucapnya.

“Saat ini sebagai orangtua, dukungan dan full support yang hanya bisa saya berikan ke Arya Bima, saat berlatih dan bertanding saya berusaha untuk menemaninya. Terus memberinya nasehat agar tetap rendah hati, mendengarkan instruksi pelatih dan giat berlatih. Memang komitmen itu terasa penting sekali dimulai dari level usia dini kalau sepak bola negara kita mau maju,” terangnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here