Bolanasional.Co- CEO Indonesia Junior League (IJL), Rezza Mahaputra Lubis membeberkan alasan pihaknya menggelar sesi latihan sekaligus laga uji coba secara bersamaan untuk pemain All Star IJL pada 10 September 2017. Beberapa lawan sepadan sudah mereka siapkan diantaranya yaitu skuat BMIFA U-12.

Laga perang bintang IJL yang akan dihelat pada 17 September 2017 benar-benar sudah dipersiapkan komite IJL sebaik dan semaksimal mungkin. Pada Minggu (10/9) misalnya, akan digelar sesi perkenalan tim dan latihan bersama dibarengi laga uji tanding dengan beberapa tim SSB pilihan.

“Momen 10 September 2017 nanti menjadi ajang perkenalan pemain-pemain bintang pilihan IJL U-9 dan U-11 dari tim Sensation juga Phenomenon dengan para pelatihnya,” ujar Rezza Lubis.

Memang hal itu dilakukan IJL agar laga perang bintang pada 17 September 2017 nanti tidak sekadar jadi bumbu untuk meramaikan partai final IJL yang mempertemukan ASTAM vs Salfas Soccer (U-9) dan FU15FA Bina Sentra vs ASTAM (U-11). Lebih dari itu Rezza menginginkan ada perpaduan menarik antar para pemain All Star untuk memperlihatkan kualitas terbaiknya.

“Karena menyatukan banyak pemain bintang ini memerlukan proses, dan kami komite IJL juga tidak mau bekerja asal-asalan jadi kami perlu meenyatukan pemain bintang ini dalam beberapa sesi latihan untuk menciptakan chemistry dan kekompakan,” tambahnya lagi.

 

Demi menciptakan chemistry dan kekompakan tersebut, Rezza juga mengatakan pihaknya sudah menyaring nama-nama SSB yang akan dihadapi anak-anak All Star IJL. Tak mau sembarangan pilih lawan, ada beberapa kriteria diambil hingga memunculkan tim seperti BMIFA U-12.

 

“IJL juga secara khusus mencarikan empat ssb lawan latih tanding untuk anak-anak All Star. Ada Putra Sejati U-9 asuhan Saarih Ra, Gagak Rimang U-11 binaan Zulkifli dari Salfas Soccer dan dua tim BMIFA (U-10 dan U-12),” terang Rezza.

“Agar lebih terasa aromanya, IJL memang telah bekerjasama dengan SSB BMIFA dimana mereka akan mengirimkan tim SSB yang berusia satu tahun diatas umur anak-anak IJL All Star, lawan sepadan dan lebih teruji tentunya” ujar Rezza.

Meski demikian, Rezza mengakui sesi latihan dan uji coba tim All Star IJL nanti bukannya tanpa hambatan. Ada beberapa pemain yang terpaksa harus absen satu diantaranya yaitu top skorer IJL AP2 U-11, Jehan Pahlevi.

“Walaupun ada beberapa anak dari Ragunan Soccer School seperti Alva dan Nuno yang berhalangan karena musti main ke Blitar, serta Jehan Pahlevi (Putra Sejati) dan Raffi ( Gelora Poetra) yang juga ikut ajang festival di Blitar tetapi proses latihan ini tetap berjalan ketat dan berbobot,” tegas Rezza.

“Jadi laga tanggal 10 September nanti bisa dibilang jadi awal anak-anak All Star IJL untuk bisa unjuk gigi. Semoga mereka semua bisa tampil maksimal dan enjoy,” sambung Rezza lagi.

Uniknya, pada laga uji coba untuk 10 September 2017 nanti, IJL punya terobosan unik untuk menguji kecerdasan para pelatih meramu kualitas para pemain bintang di dalam skuatnya. Ya, khusus untuk 10 menit pertama, susunan sembilan starting line-up akan terlebih dahulu disusun oleh tim komite IJL.

“Untuk laga uji coba nanti regulasi waktunya 2 x 20 menit. 10 menit pertama formasi inti berasal dari team komite IJL dan pada 30 menit selanjutnya formasi diberikan seutuhnya oleh kewenangan pelatih All Star IJL,” tandas Rezza.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here