Bolanasional.Co– Pendiri ASTAM, Dzulfikri Bashari membeberkan kunci sukses keberhasilan tim binaannya mampu melaju ke dua partai final Indonesia Junior Angkasa Pura 2 League (IJL AP2). Tak mau bicara soal target double winners, Dzul justru sedikit merendah dan tetap fokus pada tujuan utama yaitu pengembangan karakter anak didik.

“Alhamdulillah di gelaran IJL pertama kita bisa masuk ke final di dua kategori usia. Itu semua kembali kepada pemain semuanya, selama mereka memegang teguh motto ASTAM yaitu “disiplin, kerja keras dan kerjasama” maka prestasi tidak akan sulit mereka capai,” ujar Dzul.

Peran orangtua disebut Dzul memang jadi salah satu elemen penting ASTAM bisa lolos ke partai final IJL AP2 U-9 dan U-11. Kesemuanya itu disebut ada sinergi hingga bisa berkolaborasi positif dengan peran pelatih di atas lapangan.

“Selain itu juga peran orangtua memiliki andil penting dibalik kesuksesan mereka, dimana para orangtua dengan setia senantiasa menemani kemanapun mereka berlatih dan bertanding,” bebernya.

“Dan yang terakhir adalah faktor pelatih, selain Coach Robin ada pelatih kiper kita yaitu Coach Sopian yang telah berhasil membentuk kiper-kiper ASTAM menjadi benteng yang tangguh di bawah mistar gawang,” tambahnya lagi.

Saat disinggung soal kesempatan meraih double winners, Dzul justru memilih merendah dan enggan besar kepala. Menurutnya, ia lebih suka melihat sejauh mana karakter sebuah tim bisa mencapai partai final seperti yang sudah diperlihatkan anak-anak ASTAM.

“Di usia dini, juara bukan target utama kami. Tapi perkembangan skill bermain bola dan juga pembentukan karakter menjadi tujuan dalam membangun sekolah sepak bola. Mengenai juara, semua pasti mau jadi kampiun tapi tidak semua bisa mencapai babak final, hanya dua tim terbaik yang bisa masuk partai puncak.  Dan saya rasa ASTAM, Salfas Soccer dan Fu15FA Bina Sentra adalah yang terbaik dan lebih siap hingga layak masuk ke final,” tegas Dzul.

 

Karena itu, Dzul mengucap rasa terimakasih atas inisiatif dan peran IJL yang selalu berusaha menciptakan atmosfer positif dalam kompetisi pembinaan usia dini. Wadah sekelas IJL disebutnya jadi sarana tepat untuk mengasah potensi para calon pesepak bola muda Tanah Air.

“Kembali ke jalan menjadi juara yang kami tempuh adalah tidak lain karena kerjasama semua pihak dan termasuk panitia IJL sendiri, kita cuma terus memotivasi mereka supaya terus berusaha menjadi yang terbaik dengan mengeluarkan semua kekuatan dan potensi yang mereka miliki,” ujar Dzul.

Tak heran, Dzul sudah memikirkan rencana ASTAM untuk IJL edisi berikutnya. Bahkan ia meyakini, jejak Radino dan Cedric bisa diikuti barisan juniornya.

“Untuk ke depan, juga saya optimis anak-anak dapat kembali berbicara di IJL edisi selanjutnya, mengingat angkatan 2007 dan 2009 kita juga dipenuhi anak-anak berbakat. Selama mereka memegang teguh motto di atas tadi, bukan mustahil mereka bisa mengulangi prestasi tahun ini,” tandasnya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here