Bolanasional.Co– Dua gelandang Salfas Soccer dan ASTAM bahu membahu berbagi peran dalam susunan formasi pemain terbaik pekan ke-10 IJL AP2 U-9. Dari bangku pelatih, nama coach Ali kian diakui berkat sentuhan tangan dingin yang ia lakukan untuk Nazwan dan kawan-kawan.

 

 

Kiper:

 

 

Meski gagal mengantarkan Pro:Direct Academy lolos ke babak final, penampilan Naufal di pekan ke-10 tetap layak diacungi jempol. Saat babak play-off delapan besar, dirinya kembali diuji lewat drama adu penalti dan dengan ketenangannya ia mampu mengantarkan PDA menekuk FU15FA Bina Sentra dengan skor 4-2.

Sayang memang di babak semifinal, gol tunggal Akmal membuat Naufal harus rela memungut bola dari gawangnya. Meski demikian, label raja adu tendangan penalti sudah tersemat di dada kiper bertubuh tambun tersebut dan pekan ke-10 IJL AP2 U-9 kemarin jadi buktinya.

 

 

Bek:

 

 

Di barisan pemain belakang, pilihan menggunakan tiga bek masih terus digunakan. Kali ini yang berhak mengisi best starting eleven adalah Ilham (CISS Soccer Skill), Cedric (ASTAM) dan Kenjiro (Tik Tak Football First).

Bagi Ilham dan Cedric, karakter keduanya yang terkenal bek tanpa kompromi memang cukup terbukti di gelaran IJL AP2 pekan ke-10. Ilham dengan keunggulan postur tubuhnya mampu dengan baik mematikan pergerakan penyerang andalan FU15FA Bina Sentra yakni Adrian sedangkan Cedric dengan tubuh kecil memudahkan ia melayani duel pemain-pemain lawan dengan tipikal cepat dan agresif seperti Rafif dan Jibby (GMSA) serta penyerang bayangan dari Salfas Soccer, Rivandino.

Yang cukup unik memang kehadiran Kenjiro, penggawa dari Tik Tak Football First. Meski “hanya” bertarung di ajang plate cup, tidak mengurangi komite IJL untuk memberi apresiasi tinggi atas penampilan yahud pemain bernomor punggung tujuh tersebut di atas lapangan. Disiplin sebagai seorang bek sayap dan cukup rajin membantu serangan membuat dirinya cukup berhasil menyarangkan dua gol pada pekan ke-10 IJL AP2 U-9 kemarin.

 

 

Tengah:

 

 

Untuk pos lini tengah, skema empat gelandang kembali dimunculkan. Ada nama-nama sosok haus gol seperti Arya dan Haru (ASTAM) dan Rakha Lubis juga Akmal (Salfas Soccer).

Di pekan ke-10, penampilan Haru memang lebih meredup jika dibandingkan pekan sebelumnya terutama dalam urusan mencetak gol namun hal itu tak membuat dirinya kehilangan sentuhan manakala beberapa assistnya jadi penentu kemenangan ASTAM. Justru di balik meredupnya Haru, ia kini punya tandem sejati dalam diri Arya. Terbukti Haru menyerahkan peran pemecah kebuntuan tim ke rekannya tersebut terutama saat laga krusial kontra Garuda Muda Soccer Academy.

Pekan ke-10 IJL AP2 U-9 memang jadi harinya Rakha Lubis dan Akmal. Bermain empat laga dalam satu hari tidak sama sekali mengendurkan semangat serta ketahanan fisik mereka saat berduel di atas lapangan terutama soal peran lebih keduanya sebagai pengatur serangan Salfas Soccer. Terkhusus untuk Akmal, dari empat laga, ia mampu mencetak empat gol. Salah satu yang paling penting tak lain adalah lesatan tendangan bebasnya ke gawang Pro:Direct Academy saat babak semifinal.

 

 

Depan:

 

 

Pada sektor lini depan, barisan penyerang diisi nama-nama beken yang kerap jadi langganan menembus best starting eleven seperti Nazwan (Sparta) dan Kelvin (Indonesia Rising Star). Namun, ada sedikit kejutan saat komite IJL memunculkan satu sosok lain yaitu Rivandino (Salfas Soccer).

Berlaga di ajang plate cup IJL AP2 U-9 rasanya cukup membuat Nazwan dan Kelvin kian leluasa menunjukkan taringnya dalam tugas menggetarkan jala gawang lawan. Untuk Nazwan, dari laga per laga yang ia ikuti di IJL AP2, tingkat kedewasaannya sebagai seorang penyerang andalan Sparta kian teruji dengan catatan gol serta assist yang ia torehkan. Sedangkan bagi Kelvin, dirinya memang kerap jadi pembeda untuk permainan IRS hingga dua golnya ke gawang Tik Tak Football First kian mendekatkan dirinya untuk meraih gelar sepatu emas.

Tak lain, kejutan di barisan lini depan best starting eleven IJL AP2 U-9 pekan ke-10 ada pada sosok Rivandino dari Salfas Soccer. Kejelian Khoirul, pelatih Salfas Soccer memberi Rivandino kebebasan dalam akur serangan cukup terbukti ampuh. Berungkali di atas lapangan, Rivandino mampu menjalani peran false nine layaknya Lionel Messi di Barcelona. Alhasil, gawang CISS dan Salfas Soccer jadi bukti keganasannya dengan gol yang ia cetak termasuk memudahkan koleganya seperti Rakha Lubis dan Akmal menerobos pertahanan lawan.

 

 

Pelatih:

 

 

Label pelatih terbaik pekan ke-10 IJL AP2 U-9 rasanya layak disematkan untuk juru taktik Sparta U-9, Coach Ali. Tangan dingin pria asal Depok itu terbukti bertuah saat mengawal Nazwan dan kawan-kawan pada tiga laga plate cup IJL AP2 U-9 dalam satu hari. Alhasil tiga kemenangan beruntun dengan penampilan ciamik berhasil diperlihatkan hingga Sparta berhasil mengunci gelar plate cup IJL AP2 U-9.

 

 

 

 

 

Cadangan:

 

 

Untuk posisi kiper, komite IJL menilai ada dua penjaga gawang yang memberi penampilan apik di pekan ke-10. Pertama adalah Kais, dalam ajang plate cup, kiper bertubuh kurus itu memang tampak kian nyaman mengeluarkan performa terbaiknya, maka tak heran gelar juara plate cup IJL AP2 U-9 berhasil ia berikan untuk Sparta. Kedua yakni Rahaes yang kian hari mampu tampil lebih dewasa dan berperan sebagai seorang sosok leader di lini belakang Gelora Poetra, dirinya juga sukses jadi “pahlawan tanpa tanda jasa” saat timnya menghancurkan All Star Galapuri dengan skor 4-1.

 

Tiga bek sejajar di bangku cadangan layak diberikan untuk Rizky (Salfas Soccer), Arigo (Villa 2000) dan Sabian (GMSA). Penampilan ketiga pemain All Star IJL AP2 U-9 tersebut memang menjadi jaminan mutu untuk lini belakang timnya masing-masing. Kuat dan disiplin saat bertahan dan rela mengeluarkan keringat lebih banyak daripada teman-temanya jadi bukti ketiganya saat pekan ke-10 IJL AP2 U-9. Terkhusus untuk Rizky, kredit utama layak diberikan kepadanya saat dalam satu hari ia harus menjalani empat laga bersama Salfas Soccer.

 

 

Formasi  lima pemain tengah sejajar jadi pilihan saat nama seperti Umer (All Star Galapuri), Jibby (GMSA), Alexi (Villa 2000) dan Rafi (Pro:Direct Academy)juga Komarudin (Sparta) mengisi pos lini tengah. Bagi Rafi meski gagal memimpin PDA melaju ke final, sebagai kapten dirinya muncul sebagai sosok leader yang mampu menjaga motivasi rekan-rekannya apalagi saat PDA tertinggal lewat gol cepat dari Salfas Soccer. Sedangkan Jibby, Umer dan Alexi tetap konsisten dengan penampilan individunya di atas lapangan yang seringkali menjadi awal alur serangan timnya masing-masing. Komarudin? perannya memang kian spesial untuk Sparta, dirinya mampu berbagi peran dengan Nazwan dan mampu jadi kreator serangan untuk timnya.

 

 

Tiga penyerang kembali jadi pilihan untuk mengisi barisan cadangan formasi pemain terbaik pekan ke-10 IJL AP2 U-9. Lui, penampilannya kembali jadi ruh permainan Pro:Direct Academy saat melawan FU15FA Bina Sentra dan Salfas Soccer, namun sayang di tengah laga kontra Salfas, otot paha pemain asal Inggris itu mengalami sedikit problem hingga membuat dirinya harus lebih cepat menepi ke pinggir lapangan. Sementara dua pemain lainnya adalah Fandi (Gelora Poetra) yang sukses mencetak dua gol ke gawang All Star Galapuri salah satunya lewat tendangan bebas juga Wahyu (Ragunan Soccer School) yang meski gagal mengantarkan timnya meraih kemenangan, dirinya memang pantas diberi label bintang dari seluruh laga yang dijalani Ragunan Soccer School selama IJL AP2 U-9 berlangsung.

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here