Bolanasional.Co– Laga perang bintang Indonesia Junior Angkasa Pura 2 League (IJL AP2) U-9 saat tim All Star IJL Phenomenon bertemu kubu All Star IJL Sensation menjanjikan pertarungan sengit di atas lapangan. Jika Phenomenon terkenal dengan ketajaman para pemain depannya untuk urusan menjebol gawang lawan, Sensation pun tak mau kalah dimana lini tengah mereka dijejali gelandang penuh daya kreativitas tinggi.

36 pemain All Star IJL AP2 U-9 akan unjuk gigi di atas rumput hijau Lapangan Angkasa Pura 2 pada dua pekan ke depan. Ya, tepatnya pada Minggu, 17 September 2017 nanti selain menggelar laga final, kompetisi IJL juga akan diramaikan laga duel perang bintang yang pastinya akan menarik perhatian para penonton.

Salah satu duel tersebut adalah saat All Star IJL AP2 U-9 Phenomenon asuhan Imam Ibnu Aqil ditantang skuat All Star IJL AP2 U-9 Sensation besutan Resha Rafsanjani. Masing-masing tim diketahui punya kekuatan masing-masing dengan kualitas individu para pemainnya di atas lapangan.

Ganasnya Barisan Penyerang Tim Phenomenon

 

Untuk posisi barisan penyerang, pelatih tim Phenomenon yakni Imam Ibnu Aqil dipastikan akan dipaksa memutar otak untuk meramu dan memaksimalkan kualitas anak asuhnya. Bagaimana tidak saat ini mereka punya lima jurugedor mumpuni dalam diri Lui (Pro:Direct Academy), Wahyu (Ragunan Soccer School), Backer (ASTAM), Nazwan (Sparta), Kelvin (Indonesia Rising Star) ditambah pemain dari FU15FA Bina Sentra yang tengah “naik daun” yaitu Andra.

Memasang skema tiga penyerang di lini depan sepertinya bisa jadi pilihan realistis untuk seorang Imam Ibnu Aqil demi mengakomodir talenta emas barisan penyerang tim Phenomenon. Pasalnya, nama-nama seperti Kelvin, Lui dan Wahyu adalah barisan sosok pembeda yang mampu menghadirkan kejutan ke barisan pemain belakang dan kiper lawan.

Kelvin adalah tipe pemain yang mampu memaksimalkan kecepatannya dalam urusan mengobrak-abrik dan membuyarkan konsentrasi pertahanan lawan, sedangkan Lui dengan gaya kick and rush ia adalah penyerang yang mau menderita dengan menjemput bola sampai lini tengah bahkan belakang demi membuka alur serangan. Sekilas permainan Wahyu mirip sekali dengan koleganya, Kelvin dibantu dengan tendangannya yang cukup keras untuk ukuran anak seusianya. Jadi akan sangat beruntung bagi Lui ditopang dua anak kembar di samping kiri dan kanannya.

  

Jangan lupakan pula sosok Nazwan dan Backer. Keduanya memang bisa disebut jadi penyerang yang mampu memanfaatkan peluang sekecil apapun. Untuk Nazwan, pemain dari Sparta ini adalah tipe penyerang dengan tingkat kejeniusan tinggi dimana pandai mendelay permainan ditambah keahliannya memberikan assist mirip seperti Lui. Sedangkan, Backer dengan karakter bomber nomor sembilan yang ada pada dirinya membuat pemain andalan ASTAM itu kerap muncul di depan gawang lawan saat waktu genting terutama proses bola-bola mati.

 

Yang terakhir ada Andra dari FU15FA Bina Sentra. Dari dua pekan terakhir kompetisi IJL AP2 U-9 berjalan, Andra memang mendapat kepercayaan dari pelatihnya untuk mengisi barisan lini depan FU15FA Bina Sentra. Hasilnya memang terbukti ampuh saat dirinya kerap jadi joker yang memutus rantai deadlock saat FU15FA Bina Sentra kesulitan mencetak gol. Dari lima pemain diatas, Andra memang terlihat paling beda yang tentu bisa jadi warna tersendiri untuk pilihan strategi Imam Ibnu Aqil.

Jangan lupa, di belakang Lui Cs tertera pula nama pemain haus gol dan serba bisa milik ASTAM yaitu Haru. Pemain asal Jepang itu rasanya akan jadi pelayan sejati untuk rekan-rekannya dalam urusan menjebol gawang skuat Sensation. Sebagai catatan, jika digabungkan kombinasi Kelvin dan Haru sudah menciptakan 15 gol sejauh ini. Atau Haru akan ditempatkan di lini depan, tentu patut ditunggu ramuan dari Imam Ibnu Aqil.

 

 

Sensation Tebar Ancaman dari Lini Kedua

 

Sensation pun tak mau kalah. Jika Phenomenon kuat di depan maka mereka sudah siap tebar ancaman lewat lini kedua mereka yaitu barisan sektor tengah yang dijejali gelandang penuh kreatifitas. Kecepatan memindahkan bola dari kaki ke kaki sampai memanfaatkan skema tendangan bebas jadi alasan utama.

Pertama, ada trio Salfas Soccer U-9 yaitu Akmal, Rakha Lubis dan Al. Kombinasi ketiganya pula yang membuat Salfas Soccer melaju ke final IJL AP2 U-9. Bahkan untuk seorang Akmal, dirinya saat ini sudah mencetak tujuh gol dan berpeluang meraih gelar top skorer bersaing dengan Kelvin (9) dan Haru (7).

Akmal sendiri memang pemain paling serba bisa dari Salfas Soccer, kurang lebih ia punya cara bermain mirip seniornya di tim U-11, Paskah. Gesit, ngotot dan tak ragu dalam menjebol gawang lawan meski posisinya yang berperan sebagai gelandang pengangkut air. Rakha Lubis dan Al, keduanya adalah “pemain kembar” dengan karakter yang benar-benar sangat mirip. Jelas, keuntungan besar ada dalam diri sang pelatih, Resha Rafsanjani saat dirinya punya tiga pemain yang rela bisa dikatakan sudah hafal setiap jengkal rumput di Lapangan Angkasa Pura 2 berkat kreatifitas tinggi yang mereka punya.

  

Selanjutnya, ada juga nama Alexi (Villa 2000) dan Umer (All Star Galapuri). Permainan keduanya memang lebih sederhana dan simple jika dibandingkan dengan trio Salfas Soccer U-9 di atas. Namun, jika bicara soal eksekusi bola mati, maka Alexi dan Umer bisa jadi pilihan utama Resha saat sudah berada di atas lapangan nanti. Minimal, jika tak menjadi gol tembakan Alexi dan Umer akan melahirkan bola muntah yang mampu dikreasikan pemain lain dengan lebih positif.

 

The one and only, lini tengah tim Sensation juga diisi gelandang stylish dari Garuda Muda Soccer Academy, Jibby. Pemain ini memang punya skill dan teknik individu di atas rata-rata, kegemarannya menyisir posisi sayap membuat dirinya sangat rajin mengirimkan umpan silang untuk memudahkan rekannya mencetak gol. Jangan lupa, naluri gol Jibby pun cukup teruji hingga membuat dirinya jadi pemain paling lengkap di tim Sensastion selain Akmal.

Pada akhirnya, daya kreatifitas tinggi gelandang tim IJL AP2 U-9 Sensation tersebut akan jadi keuntungan tersendiri untuk penyerang lincah milik Gelora Poetra, Fandi. Jadi keuntungan bagi Fandi saat dirinya ditopang sosok seperti Akmal dan Jibby yang memang dikenal pandai membuka ruang untuk memudahkan rekan-rekannya mendapatkan bola dan menyusun alur serangan.

Tentu patut ditunggu bagaimana masing-masing pelatih dengan jeli memanfaatkan kualitas serta potensi individual para pemainnya untuk memperdalam kekuatan tim. Kelihaian Lui menceploskan bola atau kecerdikan Rakha Lubis mengatur skema permainan? Jawabannya akan dapat dilihat pada 17 September 2017 nanti

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here