Bolanasional.Co– Minggu (30/8) mungkin akan menjadi hari yang tak terlupakan bagi pemain Ragunan Soccer School U-11, Khairu Sakha Maulan. Dirinya gagal mengantarkan timnya melaju ke final IJL AP2 namun ada pelukan hangat yang diterima dirinya dari sosok seorang legenda hidup sepak bola Indonesia, Firman Utina.

Mimpi Ragunan Soccer School U-11 lolos ke babak final IJL AP2 U-11 memang sudah sirna. Seperti diketahui, sempat unggul terlebih dahulu atas FU15FA Bina Sentra namun jelang 10 menit laga usai kedudukan justru berbalik hingga membuat Alva dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor tipis 1-2.

Pertandingan yang disebut-sebut laga paling dramatis selama kompetisi IJL AP2 U-11 itu berlangsung memang banyak memberikan kesan cukup berarti. Salah satunya seperti yang dirasakan sang pencetak gol Ragunan Soccer School, Khairun.

 

Usai wasit meniup peluit panjang, Khairu memang satu dari sekian banyak pemain Ragunan SS yang nampak terpukul atas kekalahan timnya. Isak tangis pun ia keluarkan hingga air matanya menetes di atas rumput hijau Lapangan Angkasa Pura 2.

Namun di balik Isak tangisnya tersebut mungkin ada momen tak terlupakan bagi seorang Khairun sendiri. Ya disaat bersamaan rasa sedihnya itu dibalas oleh sebuah pelukan hangat dari pelatih FU15FA Bina Sentra yang juga merupakan mantan kapten Timnas Indonesia, Firman Utina.

Momen langka itu pun sengaja dibagi Khairun lewat akun Instagramnya. Sejumput pesan dan rasa terimakasih ia haturkan untuk Firman Utina.

“Perjuangan mencetak satu gol, ingin bertahan untuk bisa lolos di putaran final IJL, finally di menit terakhir kemasukan lagi,” ucap Khairun.

“Makasih coach sudah memotivasi saya untuk lebih baik untuk kedepannya #FirmanUtina #IndonesiaJuniorLeague”, tulis Khairun.

Pelukan hangat dari Firman Utina tersebut nyatanya memang membuat Khairun kini lebih tegar. Alhasil, banyak dukungan dan motivasi ia dapatkan dari rekan-rekan lewat media sosial.

“Kelilipan,” ujar Khairun saat menjawab pertanyaan rekan-rekannya di media sosial kenapa ia sampai diberi pelukan oleh Firman Utina.

Sebelumnya, pelatih Ragunan SS U-11 yakni Afif Prasetiawan justru berharap tangisan Khairu dapat jadi kekuatan bagi seluruh anak asuhnya terutama Khairu sendiri. Di sepak bola usia dini, yang paling penting dari pelatih adalah membawa anak-anak bisa gembira saat bermain di atas lapangan. Saya tidak ingin mereka terlalu tertekan tapi memang rasa sedih karena kalah itu biasa sepertinya. Anak-anak harus belajar dari hal tersebut untuk bisa bangkit,” jelas Afif.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here