Bolanasional.Co– Antusiasme besar dari tim-tim SSB yang mengikuti kompetisi Indonesia Junior Angkasa Pura 2 League (IJL AP2) membuat Sekretaris Perusahaan dan Kepala Bagian Hukum PT Angkasa Pura II, Agus Haryadi angkat topi. Tak mau sampai disitu, ia kini berharap pemain-pemain seperti Jehan Pahlevi hingga Kelvin sampai Radino juga Rakha Lubis bisa mengenakan seragama Merah-Putih di masa depan.

Kompetisi Indonesia Junior Angkasa Pura 2 League (IJL AP2) yang digelar sejak 9 April 2017 mencapai puncaknya pada Minggu, (17/9). Kompetisi pembinaan usia dini yang menggelar dua kelompok umur (KU) tersebut ditutup dengan raihan gelar juara untuk Salfas Soccer di KU U-9 dan FU15 Bina Sentra pada U-11.

Penyerahan piala dan medali yang dihadiri langsung dari pihak AP2 dalam hal ini Agus Haryadi selaku Head of Corporate Secretary & Legal di PT Angkasa Pura II bukannya tanpa kesan dan pesan. Perusahaan BUMN itu kian menyadari jika terus dibina secara profesional, talenta emas sepak bola Indonesia yang dilahirkan dari sistem pembinaan usia dini tak akan ada habisnya menjadi tulang punggung timnas Merah-Putih.

 

“Terimakasih atas antusiasmenya dari teman-teman SSB yang mengikuti kompetisi IJL AP2. Sudah lima bulan kami memantau anak-anak ini dan kian menyadari mereka memang punya bakat untuk terus mengembangkan bakat sepak bola. Harapan kita bersama CEO IJL, Rezza Lubis tetap sama yaitu agar satu per satu dari mereka akan jadi generasi penerus Timnas Indonesia, tulang punggung Merah-Putih,” ucap Agus.

“Doakan kami agar selanjutnya Angkasa Pura 2 bisa terus bersinergi dengan IJL di lain kesempatan untuk membantu memajukan Pembinaan sepak bola usia dini Indonesia,” tambahnya.

Karena itu, Agus berharap gelaran IJL tidak akan berhenti sampai pada tahap ini saja. Ada semacam “pekerjaan rumah” yang ia berikan agar impiannya melihat Jehan Pahlevi sampai Rakha Lubis dan kawan-kawan mengenakan seragam Merah-Putih suatu hari nanti benar-benar menjadi kenyataan.

“Mungkin ini hari terakhir mereka berlaga di Lapangan Angkasa Pura 2 tapi tentu tidak bersama IJL, karena masa depannya masih sangat panjang. Harapan saya, para pemain-pemain juara stau hari nanti dapat saya lihat di televisi memakai kostum kebangaan kita bersama, Merah-Putih membela bangsa dan negara. Saya akan terus meminta IJL memantau anak-anak kita ini,” tandasnya.

 

CEO IJL, Rezza Lubis memang mengatakan untuk edisi berikut pihaknya akan kian melebarkan sayap dalam kancah pembinaan sepak bola usia dini Indonesia. Bahkan ia meyakini selain dari U-9 dan U-11, IJL juga sudah menyiapkan kompetisi U-13.

“IJL AP2 kami memang baru bisa menampung 30 tim dan alhamdullilah antusiasmenya selalu meningkat dari pekan ke pekan berkat dukungan teman-teman SSB. Selanjutnya, sesuai saran yang ada kami akan menambah kategori U-13 sehingga sekitar 78 tim akan berbaur bersama IJL,” ujar Rezza.

“Lokasinya sudah kami pikirkan dan siapkan di sekitaran Tangerang Selatan. Tapi tentu kami tetap butuh dukungan banyak pihak agar harapan dari banyak pihak untuk IJL terus terjaga dan kami memang akan terus menjaga komitmen tersebut,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here