Bolanasional.Co– Kesuksesan FU15FA Bina Sentra U-11 meraih gelar juara Indonesia Junior Angkasa Pura 2 League usai mengalahkan ASTAM ternyata sempat membuat seorang Firman Utina “menderita”. Di pinggir lapangan bersama sang kolega yakni Rolli Yasin, mereka sempat merasakan yang namanya atmosfer panas partai final.

Perasaan campur aduk hinggap di dada Firman Utina usai ia sukses mengantarkan anak asuhnya FU15FA Bina Sentra meraih gelar IJL AP2 pada Minggu, (17/9). Seperti diketahui, skor tipis 1-0 sudah cukup mengantarkan Ridho Cs unggul atas pesaingnya, ASTAM.

Ditemui usai laga, rasa gugup masih hinggap pada seorang Firman Utina meski wasit sudah meniup peluit panjang tanda kemenangan untuk tim asuhannya. Eks pemain Persija Jakarta dan Persib Bandung itu mengaku tersiksa selama 2×15 menit saat mengawal Fu15FA Bina Sentra U-11 bersama sang kolega, Rolli Yasin di pinggir lapangan

“Sampai sekarang saya masih deg-degan, mending disuruh lari jogging keliling lapangan berungkali. Laga final yang seru sekali dimana ini bentuk kerja keras anak-anak dari babak penyisihan grup sampai partai puncak,” tutur Firman.

“Ya, pernah juga rasakan panasnya partai final seperti saat saya waktu bela Timnas Indonesia melawan Malaysia, atau kala berseragam Persib menghadapi Persipura. Seperti yang saya bilang, lebih deg-degan ya jadi pelatih mending main saja deh,” ujarnya lagi sembari tertawa.

“Ini pengalaman berharga dan tak akan saya lupakan bersama IJL,” tambah pemain asal Sulawesi Utara yang identik dengan nomor punggung 15 tersebut.

Momen-momen menegangkan yang dirasakan Firman sempat ia beberkan kala memutuskan untuk menunjuk pemain FU15FA Bina Sentra saat proses tendangan penalti di menit-menit akhir laga. Beruntung, ia punya sosok seperti Fikri dalam jajaran skuat asuhannya.

“Saat penalti itu diberikan, saya dan Coach Rolli Yasin menyadari muka anak-anak tegang semua. Semua menolak jadi eksekutor, dan saya pahami hal tersebut karena saya pernah juga merasakan dimana memang berat dan tugas tersebut tak mudah, butuh mental kuat,” beber Firman.

“Tapi ada satu pemain namanya Fikri. Tanpa pikir panjang, saya menunjuk dia. Apa respon Fikri? dia membalas kami pelatihnya dengan senyuman dan alhamdulilah ia berhasil menuntaskan tugas tersebut,” tambah pemain yang kini membela Bhayangkara FC itu.

 

Meski secara habis-habisan memuji penampilan timnya, ia tidak ingin anak-anak FU15FA Bina Sentra larut dalam euforia hingga menjadi besar kepala. Menurutnya dari IJL, Ridho Cs harus lebih terpacu untuk kian meningkatkan kualitasnya di masa depan.

“Saya harap, gelar juara IJL AP2 ini tidak membuat anak-anak larut dalam euforia berlebihan. Ini hanya satu dari sekian banyak target awal, konsistensinya akan jauh kita lihat ke depan,” harap Firman.

“Saya akan lebih bangga jika pemain-pemain dari FU15FA Bina Sentra ini menjadikan momen juara IJL sebagai pemicu untuk bisa lebih baik hingga sampai membela klub besar dan memakai seragam Timnas Indonesia. Begitu pun dengan para pemain dari SSB lain,” tandas Firman yang merupakan satu dari lima pelatih terbaik IJL AP2.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here