Bolanasional.Co-Laga sarat gengsi di partai final Indonesia Junior Angkasa Pura 2 League antara FU15FA Bina Sentra kontra ASTAM berakhir 1-0 untuk kemenangan FU15FA Bina Sentra. Gol dari titik penalti oleh Fikri membuat tim asuhan Rolli Yasin tersebut sukses menuntaskan misinya mengangkat trofi IJL AP2.

Sejak menit pertama dibunyikan, ASTAM dan FU15FA Bina Sentra tampil cukup grogi menikmati jalannya pertandingan. Tidak sama sekali terlihat penampilan istimewa yang kerap mereka pertontonkan seperti waktu babak penyisihan grup dan fase play-off delapan besar.

 

Ketatnya barisan pertahan dari kedua tim bisa jadi sebab para penyerang sulit mempertontonkan aksi-aksi individualnya. Radino (ASTAM) dapat pengawalan ketat dari Ihzar dan sebaliknya Ridho (FU15FA Bina Sentra) kerap mati kutu saat menghadapi tembok tebal dalam diri Habib.

Hingga babak pertama usai, skor kacamata alias 0-0 tetap menghiasi papan skor.

Memasuki babak kedua, permainan kedua tim jadi lebih terbuka. Jual beli serangan dari sisi sayap kerap mereka tunjukkan hingga membuat atmosfer jalannya laga final kian meninggi.

Radino dan Fernanda yang sempat kesulitan mengembangkan permainan saat babak pertama mulai menemukan sentuhannya lewat beberapa kali aksi shoot on goal namun sayang kiper FU15FA Bina Sentra, Casillas sedang tampil dengan performa terbaiknya. Begitu pula dengan Ridho, karakternya yang kerap melebar ke sisi sayap membuat Habib cukup lebih menguras keringat daripada saat paruh awal.

 

Satu menit jelang laga usai, petaka terjadi untuk ASTAM. Kiper ASTAM, Radhit dianggap oleh wasit menjatuhkan Ridho di area terlarang. Tak pelak, lewat titik putih FU15FA Bina Sentra mampu mencuri gol lewat Fikri.

 

Ketinggalan satu gol dengan sisa waktu minim membuat ASTAM berusaha bangkit. Namun sayang kesempatan berupa spekulasi tendangan jarak jauh dari Fernanda juga Daffa Daud belum mampu menghasilkan sumbangan positif. Sampai peluit panjang dibunyikan, FU15FA Bina Sentra tetap unggul 1-0.

 

 

Sementara di perebutan tempat ketiga, M’Private Soccer sukses menyudahi perlawanan Ragunan Soccer School. Gol cepat dari Faris pada menit kedua disusul oleh Sandrino di menit keenam jadi kunci sukses tim asal Cileungsi, Bogor tersebut. Ragunan SS sendiri sempat menjaga asa saat memperkecil kedudukan lewat penalti dari Zakie. Sayang sampai akhir laga, mereka harus menyerah 1-2 dari M’Private Soccer School.

 

Sedangkan pada ajang plate cup, Bhayangkara Tigaraksa FS terus menjaga tren positif mereka hingga IJL AP2 U-11 berakhir. Mendapat perlawanan sangat ketat dari Villa 2000, tim asuhan Iyan Ahmad Fajri itu mampu menutup laga dengan skor tipis 1-0 saat eksekusi free-kick dari Adam mengoyak jala gawan skuat Blacko Orange binaan Dogol Hariyadi.

 

 

 

 

 

 

 

====================================

 

Sementara di laga eksebisi All Star, penampilan berkelas memang diperlihatkan tim Sensation dan Phenomenon. Aksi-aksi individul dibalut kerjasama tim menawan menghiasi hijaunya rumput Lapangan Angkasa Pura 2.

Tanpa diduga, Phenomenon asuhan Mulyadi langsung mengambil alih jalannya permainan sejak menit pertama. Kolaborasi Nuno dan Rafly memang jadi jaminan mutu mereka tak henti mengobrak-abrik pertahanan Sensation.

 

Hasilnya pun tercipta di menit ketujuh, akselerasi Nuno membuat pertahanan Sensation kocar-kacir. Dan pemain asal Ragunan Soccer School tersebut mampu mengantarkan timnya mencuri keunggulan dari lawannya. 1-0 untuk Phenomenon.

Pada babak pertama, pertahanan Phenomenon yang dikomandoi penggawa CISS, Rifal memang membuat barisan penyerang Sensation yang diisi nama-nama top seperti Pahlevi, Radino dan Ridho frustrasi. Skor 1-0 untuk Phenomenon bertahan hingga turun minum.

Memasuki paruh kedua, penampilan Sensation asuhan Robin Meilast berubah drastis. Tidak mau menggantungkan alur serangan pada trio R2R, Satrio kini tampil sebagai seorang playmaker ulung. Pun begitu dengan performa menawan second striker, Adjat.

Hasilnya, menit ke-20 tim Sensation sukses menyamakan kedudukan lewat aksi menawan dari Ridho. Enam menit kemudian, giliran Pahlevi yang membalikkan kedudukan menjadi 2-1 untuk keunggulan Sensation.

 

Enam menit jelang laga usai, kombinasi Nuno dan Rafly dibantu Alva dan Daffa terus menerus membuat barisan pertahanan Phenomenon kerepotan. Beruntung bagi Phenemon, tenangnya penampilan kiper mereka, Dzaki dan Casillas membuat skor 2-1 bertahan hingga laga usai.

 

 

 

 

==========================================

 

 

Distribusi gelar juara IJL AP2 U-11:

 

 

 

Juara: FU15FA Bina Sentra

 

 

 

Runner-up: ASTAM

 

 

 

Peringkat ke-3 : M’Private Soccer School

 

 

 

Tim Fair-Play: Ragunan Soccer School

 

 

 

Plate Cup: Bhayangkara Tigaraksa

 

 

 

 

Top Skorer: Jehan Pahlevi (Putra Sejati) 26 Gol

 

 

 

 

Pemain Terbaik: Radino (ASTAM)

 

 

 

 

Kiper Terbaik: Bima (M’Private Soccer School)

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here