Ramadhanis Oktaviriandika, Kesungguhannya Luluhkan Hati Sang Bunda

Bolanasional.co-Ramadhanis Oktaviriandika, Kesungguhannya Luluhkan Hati Sang Bunda

Kemampuan driblingnya sangat istimewa. Setiap kali menguasai bola sulit bagi lawan untuk bisa merebutnya. Bola seolah melekat dengan kakinya.

Dengan kelenturan tubuh yang baik ditunjang visi bermain yang mumpuni dan haus gol, remaja bernama lengkap Ramadhanis Oktaviriandika ini adalah ancaman bagi lini pertahanan kiper lawan. Sebab, selain punya modal skill yang baik, pemain kelahiran Mojokerto 24 Oktober 2004 juga memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Kombinasi ideal itu membuat dia mampu mengecoh dan memperdaya pemain-pemain lawan yang mencoba menghadang dan mengentikan pergerakkannya.

Oki demikian panggilan akrabnya bukan hanya jago drible dan menggocek. Tetapi dia juga goal getter yang ‘buas’.

Si bungsu buah hati pasangan Bapak Riadus Solihan dan Erna Kusrini telah membuktikan kalau dia punya bakat besar di sepak bola. Seperti yang dia tampilkan kala membela Tim U13 SBAI berlaga di kejuaraan sepak bola usia muda Borneo Cup 2017 yang berlangsung sejak Jumat 29 September lalu.

Bersama rekan-rekannya di Tim U13 SBAI pengagum bintang asal Brasil yang kini membela klub Perancis Paris Saint Germain, Neymar ini menorehkan dua kemenangan telak 5-0 atas Dreaming Football United (Filipina) dan 7-0 atas wakil tuan rumah Malaysia, Tabs Manggatal di fase penyisihan grup B. Oki kembali menambah pundi-pundi golnya saat membawa timnya mengalahkan Tabs dengan skor, 4-0, dalam perebutan peringkat 5-6 di Stadion Likas, Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, Sabtu (30/9). Dengan demikian total gol yang dikemasnya menjadi 8 gol. Jumlah tersebut separuh dari total 16 gol yang dihasilkan Tim U13 SBAI. Mengukuhkan Oki sebagai Top Skorer di ajang Borneo Cup 2017 dengan 8 gol.

Restu Sang Bunda

Perjuangan Oki untuk menjadi pemain bola tidaklah mudah. Sebab, sang bunda Erna Kusrini sempat ‘melarangnya’. Sebenarnya sang bunda yang berprofesi sebagai guru yang kini mengajar di SMKN 3 Jombang bukan tidak mendukung keinginan Oki. Sebab, dia juga sering melihat Oki kecil bermain bola di lapangan yang ada di samping rumah mereka di Mojokerto.

“Oki itu pertama kali mengenal dan bermain bola saat berusia 6 tahun. Waktu TK. Main sendiri di lapangan yang ada di samping rumah,” tutur Erna.

Namun yang jadi persoalan sejak menggandrungi bola, Oki bisa dibilang lebih banyak di luar rumah. Sepulang dari sekolah tahu-tahu Oki sudah ‘raib’ dan baru kembali ke rumah selepas azan Maghrib. Begitulah keseharian Oki setelah jatuh cinta pada bola. Hari-harinya lebih banyak dihabiskan di lapangan, bermain bola dengan teman-teman sebayanya. Hal itu, membuat Erna Kusrini gundah dan penasaran.

Kemudian tanpa sepengetahuan Oki, Erna pun mulai mencari tahu apa yang dilakukan Oki selama di luar rumah.

“Selama tiga hari saya keliling mengeceknya ke lapangan. Ternyata benar dia sedang asyik main bola dengan teman-teman sebayanya,” ungkap Erna saat ditemui di Kota Kinabalu. Erna dan sang suami Riadus Solihan sengaja datang ke Kinabalu untuk memberi dukungan kepada Oki tampil di Borneo Cup 2017.

Setelah tahu apa yang menjadi penyebab putranya ‘tidak betah’ di rumah, Erna pun langsung mendatangi rumah pelatihnya Oki. Dia ultimatum sang pelatih untuk tidak lagi mengajak Oki berlatih dan bermain bola.

“Saya bilang ke pelatih agar tidak mengajak Oki lagi berlatih dan bermain bola. Bahkan saya ultimatum, mulai besok dia tidak boleh lagi ngajak-ngajak Oki latihan main bola,” beber Erna.

“Saya bilang sejak gandrung bola, sholatnya rusak..Tidak pernah lagi sholat Ashar dan Maghrib. Saya ancam pokoknya mulai besok jangan terima Oki main bersama anak asuhannya,” imbuhnya.

Erna bahkan tak menghiraukan ketika sang pelatih memohon-mohon agar dikasih kesempatan sehari saja memainkan Oki. Karena sedang ada kejuaraan.

Singkat cerita, sejak itu Oki harus menahan keinginannya untuk bermain bola.

Namun ada kejadian yang sangat menohok hati sang bunda.
Peristiwa ini menjadi titik balik dalam perjalanan karir sepak bola Oki.

Hari itu ada kejuaraan sepak bola di lapangan desa. Kejuaraan yang tempo hari dijadikan alasan oleh sang pelatih kepada Erna untuk mengijinkan Oki membela timnya. Sore itu, Erna tertarik untuk ikut menyaksikan kejuaraan tersebut. Ternyata Oki juga ada di situ. Oki berdiri di samping sang pelatih yang sedang fokus memberikan instruksi kepada para pemainnya yang tak lain adalah teman-teman setim Oki di klub Harapan Muda Jombang. Namun tidak seperti teman-teman setimnya yang mengenakan seragam dan sepatu. Oki memakai pakaian biasa, artinya dia tidak ikut main.

“Hati saya benar-benar tertohok saat melihat Oki. Meski dia berusaha tampil tegar tetapi saat itu saya bisa merasakan betapa sedihnya dia. Tidak bisa main karena saya larang,” kenang Erna.

“Saya langsung mendekati dia dan menyuruhnya untuk pulang mengambil sepatu agar bisa membela timnya dalam kejuaraan itu. Kontan dia dengan wajah gembira berlari pulang mengambil sepatu dan ikut main,” imbuhnya.

Sejak itu, Erna dan sang suami mendukung penuh minat dan keinginan Oki untuk menjadi pemain bola. Erna kini tahu kalau hati dan pikiran Oki tercurah untuk sepak bola.

“Selama ini saya tidak tahu kalau Oki suka dan serius dengan bola. Setelah tahu saya dukung. Kemanapun dia bertanding selalu saya upayakan untuk mendampingi,” ujar Erna.

Berpreatasi di Lapangan dan di Sekolah

Seolah ingin mengucapkan terimakasih kepada sang bunda yang telah memberi restu kepada dirinya untuk menekuni sepak bola, Oki pun membalas kebaikan sang bunda dengan sederet prestasi gemilang. Mulai dari level lokal, nasional dan internasional.

Bahkan ketika klub SHM Jombang yang dibela Oki menjadi juara dalam Turnamen Pabrik Gula PD Jombang.

Erna lah yang membawa hadiah juara 1 yang direbut Oki dkk berupa 1,5 kwintal gula.

Di bidang pelajaran Oki juga cukup baik. Terbukti dia diterima SMPN Tembelang Jombang. Selain karena faktor prestasinya di sepak bola, yang membuat Oki diterima di salah satu SMP terbaik di Jombang ini adalah karena dia berhasil memenuhi kualifikasi nilai saat menjalani tes.

Setelah itu prestasi demi prestasi yang membanggakan kedua orangtuanya terus diukir oleh Oki. Apalagi setelah dia bergabung dengan klub baru Putra Jaya Malang.

“Oki berkembangnya setelah bergabung dengan klub Putra Jaya Malang. Bersama dengan timnya sudah banyak meraih prestasi,” papar Erna.

Menariknya, dia tidak hanya piawai di sepak bola, namun di futsal dia juga telah mengukir banyak prestasi gemilang.

Proses seleksi Tim U12 SBAI untuk persiapan berlaga dalam kejuaraan di Spanyol pada 2016, menjadi salah satu kisah yang berkesan bagi Erna selama mendampingi Oki melanglangbuana di sepak bola. Karena pelaksanaan seleksi mepet dengan jadwal Oki tampil di sebuah kejuaraan internasional di Bali.

“Perjuangan paling berat sekaligus mengesankan adalah saat mendampingi Oki ikut mengikuti dua kegiatan yang berdekatan jadwalnya. Yaitu kejuaraan di Bali dan seleksi Tim U12 SBAI menuju Spanyol. Karena jadwal di Bali 24-25 Oktober sedangkan seleksi SBAI 26-27 Oktober. Awalnya sempat ragu apakah bisa ambil dua-duanya. Tetapi akhirnya kita putuskan ikut dua-duanya. Beruntung jadwal di Bali berubah dimajukan menjadi 23-24 Oktober. Jadi ada jeda waktu sehari sebelum mengikuti seleksi Tim U12 SBAI ke Spanyol,” kenang Erna.

“Senangnya, dua-dua berhasil. Di Bali juara kemudian di seleksi SBAI diterima,” imbuhnya.

Catatan Prestasi Oki
2014 Juara 1 Pabrik Gula Cup bersama Harapan Muda Jombang
2015 Juara 1 Pabrik Gula Cup bersama Harapan Muda Jombang

TINGKAT PROVINSI
2015 Runner-up, Projo Cup Kediri bersama Putra Jaya Malang

TINGKAT KABUPATEN
Perorangan
2015 Pemain Terbaik Festival Futsal Muhi
2015 Top Skor Festival Futsal Muhi
2016 Pemain Terbaik Festival Futsal Roushon Fikr
2016 Top Skor Festival Futsal Roushon Fikr
2016 Pemain Terbaik Festival Futsal Muhi

TINGKAT PROPINSI
2016 Juara 1 Piala Haornas Wil Malang Bersama Putra Jaya

TINGKAT NASIONAL
2016 Runner-up, Putaran Nasional SBAI bersama SBAI Jatim

TINGKAT ASIA
2016 Juara 1 Bali Champion bersama Stamford Indobesia
2016 Runner-up Borneo Cup th 2016 bersama SBAI Garuda Jaya Indobesia

TINGKAT INTERNASIONAl
2017 Juara 1 Barcelona Festival bersama SBAI Garuda Jaya Indonesia
2017 Juara 1 Liga Sepak Bola Pelajar Piala Menpora Wilayah Malang bersama Banteng Muda Indonesia
2017 Borneo Cup 2017 bersama Tim U13 SBAI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here