Manajer Tim Semen Padang, Win Bernadino/foto bolanasional.co

Padang, http://bolanasional.co/– Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi melontarkan ancaman bakal membubarkan kompetisi jika ada peserta Liga 1 Indonesia yang mogok bertanding setelah adanya tuntutan 15 klub peserta yang tergabung dalam Forum Komunikasi Klub Sepakbola Profesional Indonesia (FKKSPI) beberapa waktu lalu.

Respon pernyataan Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi ini ditanggapi salah satu anggota FKSSPI, Semen Padang.

Melalui manager team, Win Bernardino, pihak Semen Padang mengatakan bahwa pernyataan keras yang disampaikan Edy Rahmayadi terjadi hanya lantaran belum adanya komunikasi yang jelas dari kedua pihak, anatar mereka FKKSPI dengan PSSI.

“Kalau menurut kami, itu karena belum sama frekuensinya saja (antara PSSI dan FKKSPI),” kata Win, Senin (09/10) malam.

Win menerangkan, ketika 15 klub anggota Liga 1 melakukan pertemuan, FKKSPI sesungguhnya sudah memberikan undangan terhadap PSSI.

“Waktu itu kita mengundang PT LIB, mereka belum bisa menyanggupi dengan alasan ada agenda lain,” lanjut Win.

Dia menegaskan, pada pertemuan di FX Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (04/10/17) yang dibicarakan juga tidak ada yang melenceng dengan regulasi dan ketentuan. Semua berkumpul demi perbaikan sepakbola Indonesia ke arah yang lebih baik.

Mereka membentuk FKKSPI sejatinya hanya meminta tranparansi dari pihak PT. LIB terkait kompetisi yang tengah berjalan.

“Apa yang disampaikan waktu itu untuk perbaikan sepakbola Indonesia ke depannya. Itu dilakukan juga dengan sangat memperhatikan azas fairplay,” jelas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, 15 klub peserta Liga 1 Indonesia yang menamakan diri sebagai FKKSPI melakukan pertemuan. Bahkan memberikan ancaman untuk mogok berkompetisi apabila beberapa tuntutan mereka tidak depenuhi PT LIB selaku operator resmi.

Menanggapi apa yang dilakukan FKKSPI tersebut, Edy Ramayadi selaku Ketum PSSI justru balik mengancam. Edy akan membubarkan kompetisi Liga 1 Indonesia apabila memang ada tim yang mogok bertanding. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here