Bolanasional.Co– Rencana IJL Elite menyambangi Malaysia pada akhir tahun ini nanti guna melakoni ajang turnamen internasional bertajuk Royal Selangor Cup sampai juga di telinga eks pelatih Timnas Indonesia U-23, Rahmad Darmawan. Saran dan nasihat berharga pun diberikan pria yang kini menjabat sebagai juru taktik T-Team tersebut agar anak-anak IJL Elite dapat memberi hasil maksimal.

Persiapan terus dilakukan IJL Elite jelang berangkat ke Malaysia untuk mengikuti turnamen internasional pada akhir tahun ini. Selain menyiapkan beberapa dokumen penting yang dibutuhkan staf pelatih dan pemain, gelaran pemusatan latihan juga disusun plus beberapa laga uji coba.

“Anak-anak IJL Elite akan mulai dikumpulkan minggu depan. Kita akan merancang dan memulai sistem pemusatan latihan di Stadion Gagak Kodam Bintaro. Selain itu beberapa laga uji coba dengan SSB lokal juga sudah disiapkan,” ujar CEO Indonesia Junior League, Rezza Lubis.

 

Jelang keberangkatannya ke Malaysia, dukungan penuh memang terus mengalir untuk skuat IJL Elite. Tak ketinggalan, pelatih sekelas Rahmad Darmawan pun turut menyumbang harapan untuk 12 pemain terbaik pilihan kompetisi IJL AP2 U-11 tersebut.

“Buat saya, ikut event U-11 tahun tingkatan sukses bukan pada juara atau tidaknya, tapi memberi keyakinan pada pemain untuk bisa maksimal mengeluarkan kemampuannya sehingga bisa mengukur parameter kualitas tehnik, taktik, mental dan pemahaman strategi ( belajar berorganisasi bermain ) dengan baik. Apalagi nanti di atas lapangan anak-anak IJL Elite akan bermain 7 vs 7,” ujar Rahmad Darmawan.

 

RD sapaan akrabnya juga meyakini turnamen internasional yang akan dilakoni skuat IJL Elite tak hanya berguna untuk mengasah mental pemain di atas lapangan saja. Dari segi karakter teknik, kualitas individu pemain akan teruji dengan semakin meningkatnya atmosfer sebuah pertandingan.

“Efek positifnya tentu tidak hanya sebatas mental yang terasah walaupun betul elemen membangun karakter menjadi seorang profesional harus sedini mungkin diberikan dan itu hal yang sangat penting,” ujar RD.

 

“Namun pemain akan diuntungkan pada lingkungan sekitar, kaya dari segi taktical serta pemahaman yang betul akan hal-hal demikian bisa mematangkan skill untuk lebih halus lagi, dan terpenting mengikuti atmosfer kompetisi untuk mengasah semua elemen yang saya sebut diatas ( fisik, tehnik, taktik, mental) lebih matang dan berkembang secara terprogram,” jelas pria asal Lampung tersebut.

 

Eks pemain Persija Jakarta era 80-an yang sudah bermukim sejak 2015 di Negeri Jiran tersebut pun mengatakan pilihan IJL Elite mencicipi turnamen internasional di Malaysia merupakan hal yang diyakininya sudah penuh perhitungan. Ia mengatakan tetangga serumpun Indonesia tersebut memang tengah mantap menancapkan sistem pembinaan sepak bola sejak level usia dini.

“Malaysia mulai fokus pada youth development melalui proyek U-12, U-14, U-16 oleh Menteri Belian dan Sukan (Menteri Olahraga). Mereka mengontrak pelatih-pelatih dari klub-klub top di Eropa yang biasa menangani usia muda, ada dari Jerman, Prancis, Spanyol, dan sebelumnya menangani Bayern Muenchen, Galatasaray, PSG, lalu mereka masukkan ke sekolah sukan ( seperti Diklat Ragunan ),” beber RD.

 

“Program-program pertandingan di luar negeri juga sudah mereka siapkan. Selain itu FAM, otoritas tertinggi sepak bola Malaysia selalu rutin menyiapkan kompetisi U-19, U-21 secara reguler selama setahun,” tandas RD.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here