Bolanasional.Co– Perang komentar terus menggelinding bak bola salju jelang bergulirnya Kongres Asprov PSSI DKI Jakarta pada 11 November 2017. Dari mosi tidak percaya, penyebutan sekjen abal-abal sampai ada kesan legowonya seorang Vivien Sungkono menyerahkan tampuk kepemimpinan pada figur baru jadi hal yang paling disorot.

Panas. Mungkin itu adalah kata yang tepat untuk menggambarkan suasana sepak bola Jakarta jelang digulirkannya kongres Asprov PSSI DKI pada 11 November 2017. Seperti diketahui, hajatan akbar demi mencari posisi orang nomor satu di kursi asprov DKI kembali molor dari yang sebelumnya pada 18 Oktober 2017.

Setelah mengeluarkan mosi tidak percaya terhadap Komite Eksekutif PSSI DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Plt. Vivien Sungkono, anggota voters Asprov DKI makin naik pitam setelah mendengar pernyataan Sekjen Asprov PSSI DKI Jakarta, Benny Erwin. Seperti diketahui, Benny menyebut PSSI Pusat melakukan blunder setelah merilis nama-nama baru anggota klub dan asosiasi jelang kongres.

Jelas, hal tersebut mengundang komentar dari anggota Asprov DKI dalam hal ini diwakili oleh Erwin Mahyudin dari klub Pemuda. Bahkan ia tak ragu menyebut pernyataan dari Benny Erwin tersebut sebagai bentuk dari ketidakbecusannya saat bekerja dengan jabatan Sekjen.

“Itu pernyataan gak lucu ,PSSI pusat sudah mengesahkan status anggota dan calon anggota dalam kongres tahunan mereka. Setaip tahun selalu ada penambahan anggota dan calon anggota dari setiap asprov untuk diserahkan kepada PSSI kemudian disahkan dalam kongres tahunan,” tegas Erwin.

“Kok sekarang tiba-tiba menyalahkan PSSI pusat mengeluarkan status keanggotaan PSSI DKI, ini konyol. Seharusnya itu kan pekerjaannya sekjen asprov untuk mengadministrasi keanggotaan untuk diserahkan ke pssi setiap tahun. Lalu apa kerjanya selama ini?’, katanya lagi.

Kekesalan Erwin memang terus memuncak karena sikap Benny Erwin yang terkesan meremehkan keabsahan anggota Asprov DKI. Menurutnya, Benny Erwin tak lebih dari sosok yang mencoreng nama besar sepak bola Jakarta.

“PSSI pernah mengeluarkan surat tentang data keanggotaan pssi dki No: 1330/PGD/152/V-2017, dari surat itu sudah ada kok baru ribut dan memperjuangkan sekarang? Surat dikeluarkan pada bulan Mei , sekarang bulan apa ? Aneh sekali’,” kata Erwin.

“Benny Erwin jangan berlagak seolah-olah pahlawan mencoba memperjuangkan hak anggota bukan menjadi voter. Ini kesalahan dia kok sebagai Sekjen, kerjanya tidak becus sejak awal. Dia sekjen abal-abal. Memalukan organisasi sepak bola Jakarta’,” tandasnya.

Untuk meredam berbagai konflik tersebut, atasan Benny Erwin di Asprov DKI yakni Plt Vivien Sungkono memang berharap semua pihak berkomentar dengan kepala dingin. Ia berharap semuanya bisa diselesaikan saat kongres nanti tepatnya pada 11 November 2017 sesuai koridor yang berlaku.

“PSSI melalui surat nomor 3036/PGD/224/X-2017 tertanggal 10 Oktober 2017, telah menetapkan tanggal Kongres Luar Biasa Asprov PSSI DKI Jakarta, yakni pada 11 November 2017. Mereka nantinya akan mengirim tim monitoring dari Komite Sepakbola PSSI,” ujar Vivien dilansir dari Bolalob.

Vivien memang mengakui jelang kongres berlangsung, tekanan dari voters agar dirinya mundur teratur kian kencang terdengar di media massa. Namun, ia meminta semua bisa berkompetisi secara fair-play meski ada kesan dari dirinya untuk secara legowo menyerahkan tampuk kepemimpinan untuk figur baru.

“Saya mendukung semua pihak yang mau memajukan Asprov PSSI DKI dengan cara elegan dan etis. Karena sebagai pemimpin selain memang punya kapasitas, sikap santun, kredibel, jujur dan bijaksana adalah utama dalam menjalankan roda organisasi,” tegas Vivien.

“Saya rasa voter di Asprov DKI sudah cerdas dan tidak mudah percaya pada opini-opini orang yang sejatinya selama ini cuma penggembira dalam pembinaan sepakbola atau futsal di DKI. Kalaupun nanti tongkat estafet kepemimpinan ini saya serahkan kepada yang terpilih, semoga siapapun itu adalah figur kuat, kredibel, berkapasitas, sudah terbukti dan teruji,” ucap wanita yang menggantikan posisi Gusti Randa tersebut.

  

 

 

Berikut Nama Bursa Calon Ketua Umum Asprov PSSI DKI Jakarta:

 

 

1. Budi Setiawan ( Mantan Deputi Sekjen PSSI )

 

2. Vivien Sungkono ( PLT Asprov DKI)

 

3. Aldi Karmawan ( Sekjen KNPI)

 

4. Aji Ridwan Mas ( Pengcap Selatan)

 

5. Rezza Mahaputra Lubis ( CEO Indonesia Junior League)

 

6. Uden Kusuma ( Manajer Bhayangkara fc)

 

7. Daeng Rizal (Ketua Persitara )

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here