Bolanasional.Co– CEO Indonesia Junior League, Rezza Mahaputra Lubis membeberkan alasan pihaknya memilih Royal Selangor Club (RSC) sebagai ajang turnamen internasional untuk skuat IJL Elite. Atmosfer pertandingan yang lebih kompetitif disebut jadi salah satu faktor paling utama.

Waktu 1,5 bulan akan digunakan skuat IJL Elite sebelum terjun di ajang turnamen internasional di Malaysia bertajuk Royal Selangor Cluv. Seperti diketahui, pada Desember nanti 12 pemain pilihan dari kompetisi Indonesia Junior Angkasa Pura 2 League akan menginjakkan kakinya di Negeri Jiran.

“Pertimbangan awal kami memilih Royal Selangor Club dimana waktu di bulan Desember adalah waktu yang tepat karena seusai tanggal 17 Oktober 2017 Final IJL kemarin, kami membutukan waktu sekitar 1,5 bulan lebih untuk persiapan,” teran Rezza Lubis, CEO IJL.

Tak hanya dari segi perhitungan dalam hal persiapan, Rezza Lubis meyakini RSC adalah turnamen yang cocok untuk jadi wadah kualitas anak-anak IJL Elite. Bertemu dengan negara-negara sepak bola besar di Asia Tenggara seperti Thailand dan Vietnam jadi salah satu alasannya.

“Kompetisi Royal Selangor Club kami liat juga cocok sebagai asah pemain-pemain terbaik IJL. Dikarenakan ini ajang yang sudah berlangsung 13 tahun menjadi gelaran primadona di Malaysia dan Asia Tenggara,” beber Rezza.

 

“Kami juga mempertimbangkan lawan-lawan tim nantinya selain 70% tim-tim Malaysia, ada juga tim-tim asal Australia, Singapura, Thaillad dan Vietnam. Aroma persaingannya agak lebih kompetitif,” sambungnya lagi.

 

Sebagai orang yang sudah lama berkecimpung dalam level pembinaan usia dini, Rezza mengatakan sepak bola Malaysia kini sudah mulai menancapkan youth development sebagai platform besarnya. Hal itu tak lepas dari dukungan penuh dari pemerintah daerah mereka.

“Saya melihat pembinaan usia dini di Malaysia sudah selangkah lebih maju, mereka banyak melakukan inovasi dan terobosan mutakhir dalam konsep pembinaannya,” ungkap Rezza.

“Bayangkan, pembinaan mereka juga didukung kerajaan-kerajan bagian dari wilayah Malaysia. Kedah, Sabah, Trenganu, Serawak, Selangor, Kuala Lumpur, Negri Sembilan dan lain-lain memiliki kompetisi yang berjenjang masing-masing. Dan setiap wilah-wilayah ini juga memiliki keungulan event sepak bolanya masing-masing,” beber Rezza lagi.

 

Namun, Rezza mengatakan keputusan untuk memilih berangkat ke Malaysia bukan hanya pemikiran pribadinya saja. Ada proses tukar informasi dari deretan keluarga besar SSB di IJL di balik itu semua.

“Ya kami banyak diberi masukan. Cuma semua ajang memang ada plus minusnya. Ada kelebihan Singa Cup, Borneo Cup maupun Royal Selangor Club sendiri. Ke depan, laga-laga intenasional IJL akan lebih tertata lagi juga menyesuaikan jadwal kompetisi IJL nantinya,” terang Rezza.

 

Rezza yakin momen berlaga di Malaysia nanti bukan hanya jadi ajang transfer ilmu bagi para pemain binanaannya. Di Negeri Jiran, ia juga punya misi menjalin relasi lebih kuat dengan akademi dan sekolah sepak bola lainnya khususnya dari luar Indonesia.

“Ya untuk kerjasama IJL sedang menjajaki langkah kerjasama dengan klub Selangor Royal serta Club Tiger Kids Kuala Lumpur. Rencanaya kami kemungkinan akan saling bertukar team bila mana IJL dan pihak mereka mengadakan event,” ujar Rezza.

“Dan team-team dari Malaysia berharap di Indonesia juga bisa mengelar event Internasional yang berbobot dan berjalan terus menerus,” tandasnya.

 

Skuat IJL Elite sendiri baru akan dikumpulkan pada akhir bulan ini. Rencananya segala macam pemusatan latihan dan beberapa laga uji coba tim asuhan Washiyatul Akmal tersebut akan digelar di Stadion Gagak Hitam, Kodam Bintaro.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here