Bolanasional.Co- Suksesnya gelaran Indonesia Junior League edisi kedua yang berlangsung April-September 2017 lalu nyatanya tidak membuat panitia penyelenggara cepat puas. Berbenah dari segala lini terus mereka persiapkan untuk menyambut musim yang baru salah satunya dengan memperkenalkan sebuah video trailer IJL goes to 2018.

Gelaran IJL AP2 baru saja selesai satu bulan lalu. Kompetisi tersebut memang dikatakan cukup berjalan sukses dengan menggelar kompetisi dari dua kelompok usia diikuti 30 SSB dengan catatan kurang lebih 300 laga termasuk momen perang pemain bintang. Menyambut musim baru 2018 ke depan, persiapan terus digenjot panitia penyelenggara dalam meningkatkan kualitas kompetisi, langkah paling awal adalam dalam bentuk merilis sebuah video trailer.

Satu dari dua video sudah diluncurkan pada Sabtu (21/10). Tema besar yang ingin dipernalkan IJL untuk menyambut musim baru adalah dengan mengusung narasi bertajuk Bersama Kita Bangkit.

“Ya ini versi awal. Sindiran juga terhadap konsep pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia. Bersama kita bangkit untuk dobrak sistem pembinaan yang hanya mendewakan program instant lewat tata kelola liga yang profesional, kompetisi tidak memihak dan memiliki moral dalam pembinaan,” tegas CEO Indonesia Junior League, Rezza Lubis.

Rezza menegaskan bangkit disini memang punya arti dan wawasan luas. Ia mengakui, tetangga-tetangga sepak bola Indonesia kini terus berbenah dan mau tak mau kita juga harus lebih cepat bergerak dengan cara benar dan profesional.

“Kita harus bangkit, dan melek bahwa sepak bola Indonesia sudah tertinggal jauh, bahkan dari negara-negara tetangga kita seperti Timor Leste dan Filipina, mereka siap mengejar. Konsep kompetisi IJL sebagai pembuka mata, kami berharap semua lini bisa bangkit karena garuda timnas kita sudah terlalu sakit,” ujarnya lagi.

 

“Solusi terdepan adalah kompetisi, talenta muda kita akan terbina dari tata kelola yang baik. Dan nantinya bakat terbaik akan menyatu menjadi satu kekuatan,” ujar Rezza dengan nada optimis.

 

Menariknya, di dalam video trailer berisi foto-foto laga saat IJL AP2 2017 berlangsung tersebut terdapat nukilan kalimat berbunyi Sepak Bola bukan Alat Penguasa. Rezza mengatakan “sindiran halus” tersebut bukan bermaksud membuat merah kuping berbagai pihak namun lebih pada ajakan untuk fokus pada niat dan fondasi awal dari terbentuknya sistem pembinaan usia dini.

“Sepak bola Indonesia saat ini dipakai sebagai alat untuk arena politik kepentingan elite, bukti nyata para petinggi hanya bisa beretorika dan semua sudah lelah karena olahraga rakyat ini bukan lagi milik penguasa. IJL akan bangun sebuah kekuatan bahwa fooball for all, dimiliki semua lapisan karena tanpa mereka di akar rumput, Timnas Indonesia tak akan bisa berjalan,” tegas Rezza.

  

“Trailer Indonesia Junior League 2018 ini adalah semangat kebersamaan untuk menatap perubahan, agar pelaku pembinaan usia dini, melek akan tujuan mereka membina sepak bola usia muda, arahnya dan tujuannya bukan mencari menang semata. Jalan anak-anak ini masih panjang, IJL berusaha memberikan panggung dan track yang benar,” tambahnya lagi.

 

Karena itu, menyambut musim baru nanti, Rezza mengatakan IJL akan berusaha hadir dengan mencari terobosan-terobosan baru untuk menciptakan sebuah kompetisi profesional. Terus bersinergi dan fokus bermitra dengan SSB jadi salah satu caranya.

Memang, sedari awal IJL menegaskan bermitra dengan SSB adalah salah satu cara membenahi sistem pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia. Sudah saatnya, merangkul semangat mereka untuk bisa bangkit bersama demi masa depan sepak bola Tanah Air.

“Yang pasti kami sadar kami masih banyak kekurangan, dan terus kami perbaiki tapi yang paling penting ada semangat membara yang berasal dari teman-teman pasukan IJL serta teman-teman SSB semua, agar kami terus berbuat yang terbaik. Doa dan harapan itu yang menjadi motivasi ganda kami, untuk selalu membuat inovasi terbaik pada sistem kompetisi IJL musim depan,” ujarnya.

 

“Konsep selanjutnya menyambut musim baru akan kami coba perkenalkan di video trailer selanjutnya,” tandas Rezza.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here