Bolanasional.Co- Pencapaian apik diraih anak-anak SSB Sparta saat menjalani turnamen Piala Danpusdikom Cimahi 2017. Modal saat berlaga di kompetisi Indonesia Junior Angkasa Pura 2 League (IJL AP2) disebut punya peran atas keberhasilan M Nazwan dan kawan-kawan.

Pasca kompetisi IJL AP2 usai, Sparta memang harus lebih aktif mencari turnamen atau kompetisi bergengsi untuk menjaga jam terbang para pemain muda mereka. Hal tersebut memang harus dilakukan karena kurang positifnya atmosfer pembinaan sepak bola usia dini di tempat mereka berasal, Depok.

“Propek sepak bola kota Depok ini memang butuh wadah event serta turnamen yang mengedepankan pembinaan khususnya usia dini dan remaja taruna. Di Depok ini hampir punah,” ujar salah satu pelatih Sparta, coach Ali.

 

Tak heran demi menjaga itu semua, Sparta yang keluar sebagai juara plate cup IJL AP2 U-9 harus menyebrang jauh ke Cimahi guna mengikuti ajang Piala Danpusdikom Cimahi 2017. Hebatnya disana mereka berhasil meraih gelar jawara.

“Berawal dari sebuah keragu-raguan dan ketidakpastian, tim U-9 ini akhirnya membayar lunas hal tersebut dengan membawa pulang trofi juara sekaligus the best player yang di raih Muhammad Nazwan meski kami sempat terseok-seok di penyisihan grub D dimana hanya mampu meraih lima poin dari tiga laga,” ucap Marwangi, salah satu staf pelatih SSB Sparta.

“Keikutsertaan SSB Sparta u-9 untuk berani keluar dari Kota Belimbing yang bermarkas di kelurahan limo bagaikan sebuah mimpi apalagi dapat meraih juara 1 Piala Danpusdikom Cimahi 2017. Ditambah pula dengan terwujudnya cita-cita M Nazwan untuk meneruskan jejak sang ayah yaitu M Husen (eks pemain Persikad Depok dan Persepam Madura) dimana sebagai awal ia mampu mengunci gelar best-player,” cetus Marwangi lagi.

Ya, bagi anak-anak di usia U-9 bermain dengan jarak yang cukup jauh dari Depok ke Cimahi memang bukan hal yang mudah. Pemantapan kondisi fisik dan psikologis pasti jadi ukuran. Namun Marwangi mengakui momen saat berlaga di kompetisi seperti IJL AP2 selama enam bulan ke belakang banyak membantu mereka.

“Pengalaman jarak tempuh Depok- Bandara Soekarno-Hatta di ajang IJL AP2 jadi modal berharga bagi kami. Meski minim anggaran dan support dari pemerhati sepak bola kota Depok, hal tersebut bisa kami minimalisir. Ini juga sebagai bentuk penegasakan kalau sepak bola Depok belum mati suri,” tegas Marwangi.

“Harapan terbesar skuad Sparta ini adalah semoga di Depok program sepak bola makin tertata dan terprogram dengan baik. Proses pembinaan seniman lapangan hijau harus terus dilakukan agar potensi anak-anak berbakat ini tidak hilang begitu saja,” ujar Marwangi lagi.

Di Cimahi, satu nama yang jadi pahlawan Sparta meraih juara selain M Nazwan adalah sang kiper, Abdun Kais. Kebetulan sang penjaga gawang adalah pemain yang masuk dalam jajaran skuat IJL All Stars.

“Tak kalah hebatnya adalah sang penetu kemenangan di pertandingan final yakni kiper Abdun Kais yang tampil memukau hanya kebobolan satu gol dari semua pertandingan yang dilakoni. Ia juga mencetak gol penentu kemenganan tim u-9 Sparta Depok sebagai penentu kemenangan di laga puncak,” tandas Marwangi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here