Bolanasional.Co- Turnamen sepak bola bertajuk Gagak Cup VII kembali jadi bukti konsistensi Batalyon Arhadnuse 10 untuk ikut ambil andil memajukan perkembangan sepak bola Indonesia. Selama kurang lebih tiga bulan lamanya aksi-aksi barisan aktor rumput hijau akan menyemarakkan atmosfer Stadion Gagak Hitam di kawasan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Baru saja usai menggelar edisinya yang keenam pada Februari 2017 lalu, Gagak Cup kembali menyemarakkan kancah dunia kulit bundar Ibu Kota. Pada Minggu (19/6), turnamen tersebut resmi dibuka dan akan diikuti sekitar 64 tim dari kawasan Jakarta, Tangerang dan sekitarnya.

Laga pembuka Gagak Cup VII sendiri berlangsung antara A Two versus Legend di grup A. Pertandingan berakhir dengan kemenangan Legenda lewat drama adu penalti.

Pentingnya konsistensi jadi alasan pihak Batalyon Arhadnuse 10 Kodam Bintaro tak ragu kembali menggelar turnamen Gagak Cup edisi ketujuh. Lebih jauh daripada itu, ada tujuan besar mau dicapai sesuai dengan visi misi yang diusung.

“Tentu kami ingin lebih berpartisipasi dalam pembinaan dunia olahraga di Indonesia khususnya lewat sepak bola. Syukur-syukur pemain jebolan turnamen Gagak Cup VII ini bisa lebih mengembangkan kemampuannya dalam level lebih profesional lagi ke depannya,” jelas Komandan Batalyon Arhanudse 10 Kodam Bintaro, Mayor R Jatmiko.

“Lebih daripada itu, kami ingin lebih meningkatkan rasa persatuan antar anak bangsa lewat sepak bola. Kita tahu di Indonesia, olahraga ini sangat populer sekali dimana setiap kali Timnas bermain maka rasa nasionalisme selalu muncul, nonton bareng digelar dimana-mana. Sekali lagi, ini sebagai bukti kalau sepak bola benar-benar sebagai alat pemersatu khusunya untuk para generasi muda,” sambungnya lagi.

Dibanding edisi sebelumnya, antusiasme peserta yang ikut di ajang Gagak Cup diakui memang terus mengalami peningkatan. Tak heran, selalu ada terobosan baru dari pihak panitia penyelenggara.

“Setiap tahun sejak digelar pada 2008, kami memang mematok hanya pada 64 tim karena format sistem gugur dan efisiensi waktu juga. Di Gagak Cup VII ini, antusiasme memang lebih meningkat daripada edisi sebelumnya. Ya mau tak mau, kami harus lebih selektif lagi memilih peserta,” jelas Mayor Arh R. Jatmiko.

“Animonya memang sangat tinggi dan sebuah penegasan pula betapa besarnya magnet sepak bola sebagai alat pemersatu bangsa. Disamping daripada itu kita juga bisa belajar bagaimana dalam berolahraga cara menghormati wasit, fair-play pada pemain lawan dapat kita apliskan juga dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Gagak Cup VII ini sendiri akan berjalan sampai partai puncak yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Januari 2018. Total hadiah juara berupa uang pembinaan hinga sebesar 60 juta rupiah dan Piala Munisi Meriam sudah disiapkan oleh pihak Batalyon Arhadnuse 10.

“Edisi kali ini sang jawara akan mendapat uang tunai sebesar 35 juta rupiah, runner-up mendapat 20 jua rupiah dan juara bersama sekitar 7,5 juta rupiah. Tapi para kontestan memang sudah sepakat bukan hadiah yang ingin dicari tapi lebih pada soal kebersaman,” jelas Ketua Panitia Pelaksana Gagak Cup VII, Lettu Arh Heru Cahyono.

“Intinya kami sebagai TNI memang lebih ingin dekat lagi dengan rakyat dan sepak bola menjadi salah satu wahananya,’ tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here