Bolanasional.Co– Satu pekan jelang berangkat ke Malaysia, barisan skuat IJL Elite terus melakukan persiapan secara serius. Program pemusatan latihan selama tiga hari jadi cara yang ditempuh.

Gelaran Royal Selangor Club di Malaysia sudah menunggu di depan mata. Persiapan kurang lebih selama lima minggu pun sudah dilakukan IJL Elite guna mematangkan persiapan tim. Sesuai jadwal, Bima Aidil dan kawan-kawan dijadwalkan akan berangkat pada Kamis (30/11) ke Negeri Jiran.

Pelatih IJL Elite, Washiyatul Akmal sendiri akan menambah sesi latihan internal tim selama satu pekan terakhir. Beberapa program khusus sudah ia susun untuk anak asuhnya.

Tidak hanya dari segi teknis saja, kekompakan pemain juga jadi perhatian tim manajemen dan pelatih IJL Elite. Karena daripada itu, pilihan menggelar pemusatan latihan jadi kebijakan yang ditempuh.

“Langkah ini memang diambil tak lain demi memperdalam strategi dan kekompakan tim. Seluruh pemain berkumpul pada Jum’at (24/11) sore WIB dan puncaknya di Minggu (26/11) kami akan kedatangan tiga lawan untuk laga uji coba,” jelas Rezza Mahaputra Lubis, CEO Indonesia Junior League.

“Program dari awal datang hingga pulang nanti juga sudah disesuaikan dengan skema kepelatihan dari coach Akmal,” sambungnya lagi.

TC ini juga didukung semakin kuatnya sifat kekeluargaan antara manajemen-pelatih-orangtua, karena itu rumah salah satu pemain IJL Elite yaitu Radino ditunjuk jadi markas anak-anak selama tiga hari ke depan. Kebetulan disana ada fasilitas penunjang latihan yang dibutuhkan para pemain.

Ovilda Susanti, selaku orangtua dari Radino sendiri menyambut baik kebijakan yang ditempuh IJL Elite. Secara pribadi ia mengaku sangat terhormat manakala kediamannya ditunjuk sebagai markas 12 barisan pemain terbaik kompetisi Indonesia Junior League tersebut.

“Seru sekali anak-anak ini bisa menjalani pemusatan latihan di rumah saya karena pada dasarnya Radino memang suka sekali jika ada yang mau menginap. Terasa sekali hubungan emosional mereka meski masih ada yang belum hadir. Ya sekalian latihan juga mengawal 12 pemain ini saat di Malaysia nanti,” ujar Vilda.

 

“Mereka juga lebih kompak, lebih kenal satu sama lain dan saling mengerti kebiasaan teman-teman setimnya. Jadi besok ketika ada di Malaysia sudah tidak canggung lagi ya,” terang Vilda lagi.

 

“Saya amati sejak pertama bertemu mereka memang masih malu-malu karena masih ada gap antara All Stars Sensation dan Phenomenon tapi memang ada coach Akmal yang sangat jeli dan pintar menyatukan anak-anak ini. Bukan hanya itu, orangtua juga ikut kompaknya sama,” tambahnya.

 

Dari kacamata pelatih, Akmal memang berharap waktu selama tiga hari program TC IJL Elite ini bisa jadi modal tambahahan agar anak asuhnya kian pede melangkah ke Malaysia. Ia juga terus memantau kondisi terkini Faris dan kawan-kawan agar terhindar dari cidera.

“Dari TC ini yang kita ambil kebersamaan kekompakan team di luar maupun dalam lapangan. Saling paham karakter teman-temannya dalam sepak bola itu sangat penting sekali,” tegas Akmal.

 

“Ada pemain yang didera cidera. Akan kami urus dan saya confirm ke pak Rezza juga. Sedikit PR juga bagi saya sebagai pelatih, ya semoga secepatnya bisa 100 persen pulih sebelum ke Malaysia nanti,” tandas Akmal.

Di RSC Malaysia nanti, IJL Elite akan bergabung di grup C kategori U-12. Dua tim asal Singapura (JSSL Elite B dan Anza Singapore) serta tuan rumah Malaysia (CIMB YFA) sudah menunggu kedatangan Radino dan kawan-kawan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here