Bolanasional.Co– Laga uji coba terakhir skuat IJL Elite jelang berangkat ke Malaysia mampu dilalui dengan hasil maksimal. Ditahan imbang Bina Mutiara U-14 dan kemenangan tipis atas CISS U-14 membuat sang pelatih, Washiyatul Akmal mengaku punya kepuasan tersendiri.

Karakter permainan IJL Elite kian terlihat dari pekan ke pekan. Laga uji coba terakhir pada Minggu (26/11) di Lapangan DEPPEN Pesanggrahan memang jadi kesempatan terakhir Bima Aidil dan kawan-kawan memperdalam kekuatan tim sebelum berangkat ke Malaysia.

Laga uji coba sesi pertama kontra Bina Mutiara U-14 bisa dikatakan jadi ujian cukup berat untuk anak asuh Washiyatul Akmal. Sempat unggul cepat lewat free-kick Jehan Pahlevi, tim lawan mampu mencuri dua gol di sisa jalannya laga. Hebatnya, mentalitas skuat IJL Elite tidak jatuh begitu saja hingga berhasil menyamakan kedudukan sebelum peluit panjang dibunyikan lewat Satrio Mega Insan.

“Saya senang dapat lawan seperti Bina Mutiara U-14. Kami agresif, mereka juga melakukan hal yang sama. Lagi-lagi saya bicara soal mentalitas di sini saat anak-anak ketinggalan skor mereka lebih terpacu untuk bermain lebih on-fire lagi,” terang Akmal.

“Catatan saya, Radino-Pahlevi-Satrio kian menemukan kekompakannya saat berada di lini depan. Begitu juga dengan pemain belakang, mereka lebih mengerti bagaimana membantu rekan-rekannya membangun serangan, proses build-up berjalan dengan mulus saat lawan Bina Mutiara,” tegasnya lagi.

“Terimakasih atas IJL Elite yang sudah mengundang Bina Mutiara dalam laga uji coba ini, tiga kata buat Indonesia Junior League yaitu Profesional, Berkelas dan Bermutu,” ujar pelatih tim lawan, Rinci Gustiawan

Di sesi uji coba kedua, bermain di bawah kian derasnya hujan yang mengguyur lapangan penampilan IJL Elite tetap konsisten memperlihatkan penampilan menyerang dari segala lini. Hasilnya gol cantik Jehan Pahlevi mampu mengunci kemenangan atas CISS U-14.

“Melawan CISS, catatan positif juga saya dapatkan apalagi kami bermain di bawah guyuran hujan deras. Saya senang anak-anak tetap main normal seperti biasa malah lebih kelihatan karakter mereka saat memanfaatkan lebar lapangan. Ya pada intinya dalam kondisi apapun mereka harus siap dengan instruksi pelatih dan tak kehilangan visi permainan,” jelas Akmal.

  

Akmal juga menambahkan bermain di bawah guyuran hujan deras saat jumpa CISS jadi modal berharga mereka saat berlaga di Malaysia nanti. Seperti diketahui, kabarya kondisi Negeri Jiran saat ini sedang memasuki musim pancaroba.

“Bermain di bawah guyuran hujan deras memang selalu lebih menguras fisik juga stamina apapun kondisi lapangannya karena suhu tubuh akan cepat berubah. Kuncinya adalah lebih bermain simple dan efektif dalam menyusun serangan, sebisa mungkin kuasai ball posession,” ujar Akmal.

“Di Malaysia kami juga dapat kabar disana sedang musim pancaroba, kadang terik panas namun juga hujan deras. Tentunya laga uji coba terakhir tadi jadi modal bagi kami untuk melangkah ke Negeri Jiran,” sambung eks penggawa Persija Jakarta, PSM Makassar, Persikota Tangerang dan Deltras Sidoarjo tersebut.

“Sekarang kami punya waktu kurang lebih tiga hari untuk recovery, saya harap anak-anak bisa lebih jaga kondisi lagi,” tandasnya.

IJL Elite sendiri dijadwalkan akan berangkat ke Malaysia pada Kamis (30/11) pukul 11.40 WIB dari Bandara Soekarno-Hatta. Di ajang turnamen internasional Royal Selangor Club nanti, mereka akan tergabung di Grup C bersama JSSL Elite B, Anza Dan CIMB YFA.

“Kekompakan IJL Elite mulai terasa aromanya, TC beberapa hari dari anak-anak ini mulai berjalan efektif, team ini mulai menyatu, walau beberapa pemain sperti Habib, Romeo dan Faris yang mengalami sedikit cedera. Semoga semua pemain bisa pulih kembali di sedia kala,” tegas CEO Indonesia Junior League, Rezza Lubis.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here