Bolanasional.Co– 28 November 2017, Persija Jakarta merayakan hari jadinya yang ke-89. Harapan, doa juga motivasi ada dalam diri pelatih IJL Elite, Washiyatul Akmal untuk klub kebanggaan ibu kota tersebut.

10 gelar juara ( 9 era Perserikatan dan 1 Ligina) jadi torehan emas yang pernah ditorehkan oleh Persija Jakarta. Terakhir kali Macan Kemayoran mengangkat trofi bergengsi pada 2001 saat di final tim asuhan Sofyan Hadi tersebut mengalahkan PSM Makassar dengan skor 3-2.

Salah satu nama pemain yang ada dalam jajaran skuat Persija saat itu adalah Washiyatul Akmal. Sebagai anak Betawi asli, jelas ada rasa bangga tersemat di dadanya saat berhasil membawa Macan Kemayoran jadi sang jawara.

“Pertama tentu saya ucapkan dirgahayu yang ke-89 untuk Persija, klub besar di Indonesia yang punya reputasi tim dengan segudang prestasi. Jika ditanya harapan, tentu tak jauh berbeda dengan suporter Macan Kemayoran lainnya agar Persija bisa kembali meraih titel gelar juara. Manajemen klub sekarang saya rasa punya modal untuk mewujudkan itu semua. Tapi memang selalu butuh proses,” ujar Akmal.

“Saya tak akan pernah lupakan momen saat mengantar Persija jadi juara saat Ligina 2001 lalu. Sebagai anak Jakarta asli, tentu ada kebanggaan tersendiri bisa mengantar klub tanah kelahirannya bisa meraih kampiun. Banyak pesepak bola profesional manapun pasti merasakan hal yang sama. Karena itu memang rindu rasanya melihat Persija kembali berjaya,” tambah pria asal Lebak Bulus tersebut.

Di usianya yang sudah memasuki 89 tahun, Akmal berharap Persija mampu kembali menancapkan marwahnya sebagai klub besar di Indonesia. Memang, puasa gelar juara selama 16 tahun membuat publik sepak bola Jakarta rindu akan kejayaan tim yang pernah melahirkan nama-nama beken layaknya Tan Liong Houw, Sinyo Aliandoe, Soetjipto Soentoro, Djamiat Dalhar, Iswadi Idris hingga Bambang Pamungkas dan generasi baru seperti Andritany tersebut.

“Persija selalu jadi magnet untuk sepak bola Indonesia. Ada masanya setiap pesepak bola dari seluruh pelosok negeri berlomba-lomba bisa mengenakan lambang monas di dada, apalagi kami yang berasal dari Jakarta. Kini ada nama-nama seperti Maman Abdurahman, Amarzukih, Andritany, Rezaldi Hehanusa juga Ryuji Utomo,” ujar Akmal.

“Kebanggaan mereka pasti akan berlipat di atas lapangan saat mengenakan seragam Persija. Aroma Jakarta pasti akan lebih terasa lagi dan ini bisa jadi modal juga bagi Macan Kemayoran mengincar gelar juara,” sambung Akmal yang pernah juga membela Persikota Tangerang tersebut.

Secara pribadi, Akmal juga mengakui dirinya punya mimpi kembali lagi mengenakan lambang Monas di dada untuk suatu hari nanti. Pengalaman pun mulai ia tapaki perlahan-lahan termasuk saat dirinya mengemban tugas sebagai asisten pelatih Persija Jakarta U-19 pada medio Mei-September 2017 lalu.

“Tentu dari lubuk hati paling dalam, ada keinginan saya untuk kembali memberi kontribusi ke Persija, mengenakan lambang monas di dada tetap jadi impian. Pengalaman di tim U-19 lalu jadi pelajaran berharga pula untuk saya,” tegasnya.

Akmal sendiri saat ini tengah disibukkan tugasnya menangani skuat IJL Elite, kumpulan 12 pemain terbaik dari kompetisi Indonesia Junior Angkasa Pura 2 League U-11. Ia pun juga menyimpan harapan besar barisan anak asuhnya tersebut mampu mengikuti jejaknya berseragam Persija di masa depan.

“Saya tidak berani menjamin anak-anak ini nantinya akan menjadi pesepak bola profesional. Tapi tentu terobosan dari IJL dengan membentuk tim elite ini adalah sebuah langkah dan semangat baru untuk masa depan sepak bola Indonesia. Yang harus diingat memang, mereka masih butuh proses panjang,” ujarnya.

“IJL pun saya lihat punya arah untuk berani mewujudkan itu semua, sebuah investasi jangka panjang harus diperlukan jika ingin sepak bola Indonesia lebih maju. Bukan tidak mungkin nantinya anak-anak IJL Elite nantinya bisa berseragam Persija juga seperti saya dulu. Untuk saat ini biarkan mereka berkembang dengan porsinya masing-masing,” tambahnya.

“Akan ada sebuah harapan besar pula jika nantinya IJL bisa bersinergi dengan klub-klub profesional di Tanah Air seperti Persija misalnya. Artinya klub ibu kota juga bisa terbantu jika ada kompetisi berkualitas menghasilkan bibit-bibit muda terbaik. Bagian dari mimpi saya juga mengantarkan anak-anak ini mencapai ke arah sana nantinya,” tandas Akmal.

Dalam waktu dekat, IJL ELite asuhan Akmal akan mengikuti turnamen internasional di Malaysia. Calon aktor rumput hijau Tanah Air tersebut dijadwalkan berangkat ke Negeri Jiran pada Kamis (30/11).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here