Bolanasional.Co- Kondisi Muhammad Nur Habib terus mendapat perhatian khusus dari pelatih IJL Elite, Washiyatul Akmal. Tak mau ambil banyak risiko, coach Akmal punya cara tersendiri untuk “melindungi” anak asuhnya tersebut.

Laga uji coba terakhir IJL Elite pada Minggu (26/11) sebelum berangkat ke Malaysia bisa jadi momen yang “membosankan” untuk seorang M Nur Habib. Seperti diketahui, pemain asal ASTAM tersebut diparkir oleh sang pelatih akibat cidera yang menimpanya.

Praktis, akhir pekan lalu Habib hanya jadi suporter untuk rekan-rekannya dari pinggir lapangan. Sesekali ia memang terlihat gatal untuk beraksi di atas rumput hijau untuk saling bahu-membahu bersama rekan-rekannya membela panji IJL Elite.

“Sebenarnya tidak ada cidera serius dari Habib, memang ada sedikit masalah di pahanya sekitar bagian selangkangan. Pada intinya memang butuh lebih banyak istirahat saja,” ujar pelatih IJL Elite, Washiyatul Akmal.

 

Akmal sendiri mengaku tak mau ambil risiko soal kondisi anak asuhnya tersebut. Karena itu, ia mengambil keputusan tegas untuk memarkir Habib saat laga ujicoba terakhir kontra Bina Mutiara U-14 dan CISS U-14 kemarin.

“Karena itu laga uji coba terakhir kemarin saya memilih untuk tidak memainkan Habib. Saya harus melindungi dia agar kondisinya tidak lebih parah lagi karena kami tinggal punya sedikit waktu sebelum berangkat ke Malaysia. Memang ada rasa kecewa dari dirinya harus absen, tapi sekali lagi saya ingin melindungi dia,” jelas Akmal.

Ya, sebagai seorang pelatih, Akmal memang punya hak serta kewajiban melindungi pemain asuhannya. Ia mengaku lebih ingin melihat Habib on-Fire saat berlaga di Malaysia nanti.

“Saya sudah minta rekomendasi dari teman-teman yang concern dengan cidera seperti ini termasuk dokter tim Persija (Taufan Favian) juga fisioterapis agar Habib bisa pulih lebih cepat. Pengawasan dengan orangtua juga selalu dilakukan,” tutur Akmal.

“Saya sangat memerlukan tenaganya agar lebih fit di Malaysia nanti oleh karena itu akhir pekan kemarin ia harus istirahat total. Ia adalah pembeda kami di lini belakang, strategi khusus sudah saya siapkan untuk dirinya bersama IJL Elite nanti,” sambungnya.

Selain itu, pendekatan psikologis juga jadi cara Akmal mengembalikan kepercayaan diri dan mentalitas Habib. Ia pun meyakini, bocah yang duduk di bangku kelas 6 SD Islam Ruhama itu mampu kembali ke performa terbaiknya.

“Pasti ada pendekatan personal dari saya ke Habib agar kepercayaan diri dan mentalnya kembali terangkat. Saya percaya jika ia tampil 100 persen fit, akan lebih on-fire lagi. Dulu saya juga pernah mengalami hal sama seperti dia, bahkan lebih parah yaitu di lutut,” ujar Akmal.

 

“Hari ini memang saya dan dokter Taufan akan mengecek kondisi Habib lagi sebelum berangkat ke Malaysia lusa,” tandas Akmal.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here