Bolanasionanl.Co– Penampilan menawan Nuno Leoporto Verdial Tipe selama di Malaysia membuat pelatih IJL All Stars, Washiyatul Akmal angkat topi. Aksi pemain berdarah Nusa Tenggara Timur itu bahkan sudah mencuri perhatian tim lawan.

Gelar runner-up yang diraih timnya saat berlaga di turnamen internasional Royal Selangor Club Dato Chu Ah Nge di Malaysia membuat pelatih IJL All Stars, Washiyatul Akmal angkat suara. Seperti diketahui, di babak partai puncak mereka harus mengakui keunggulan tim tuan rumah, Subang Jaya dengan skor tipis 1-2.

“Alhamdulillah hasil maksimal yg telah mereka raih itu baik dan penting buat pengalaman serta jam terbang anak-anak IJL Elite (julukan IJL All Stars),” tegas sang pelatih, Washiyatul Akmal.

“Terutama yang terpenting untuk pembentukan skuat IJL All Stars yaitu dengan attitude, skills individu dan mentality karakter kuat. Insha Allah mereka akan merasakan percaya diri di lapangan bagaimana menghadapi lawan-lawan dengan usia di atas mereka,” sambung Akmal lagi.

Dari 12 barisan pemain IJL All Stars, Nuno Leoporto disebut-sebut sebagai pembeda di atas lapangan. Tercatat dirinya selalu jadi penentu kemenangan seperti saat berhadapan dengan CIMB YFA (Malaysia) dan Young Boys (Filipina).

Tak heran, pujian khusus didaratkan Akmal untuk bocah berusia 11 tahun tersebut. Menurutnya, dari segi mentalitas hingga skill juga teknik pemain asal Ragunan Soccer School tersebut layak diberi nilai tinggi.

“Nuno menunjukan perfoma mainnya sangat maksimal dan memberikan membuktikan kepercayaan yang saya berikan. Saat di atas lapangan, ia dapat dengan cepat mencerna dan mengikuti instruksi yang diberikan,” ujar Akmal.

“Harus diakui, ia pemain yang sangat berpengaruh selama berlaga di Malaysia kemarin,” ujarnya lagi.

Ya, di atas lapangan Nuno memang punya warna tersendiri untuk skuat IJL All Stars. Gaya permainannya yang sangat mempunyai ciri khas pesepak bola Indonesia Timur disebut Akmal bisa jadi modal Nuno terus melangkah ke depan.

“Oiya dia punya karakter berbeda daripada teman-temannya, Nuno berani melakukan aksi individu dan kuat dalam pegang bola tetapi masih harus terus diarahkan lagi dalam visi saat ambil keputusan. Jika hal-hal itu bisa terus diasah, ia punya modal untuk terus maju ke depan. Saya harap pengalaman di Malaysia jadi pelajaran bagi Nuno, terpenting ia harus tetap disiplin,” tandas Akmal.

Sebelumnya, manajer IJL All Star yang juga manajer IJL All Stars, Rezza Mahaputra Lubis juga tak segan melontarkan pujian khusus untuk Nuno. Bahkan ia menyebut bocah kelas 6 SD Strada Wiyatasana Jakarta Selatan itu sempat “dilirik” oleh banyak pelatih tim lawan.

“Nuno selalu jadi super-sub untuk tim kami. Gol-gol lawan CIMB YFA dan Young Boys jadi buktinya. Ia sempat mengalami cidera namun semangatnya tak pernah padam, saat timnya dalam posisi tertinggal ia tak akan pernah berhenti mengejar bola. Pelatih-pelatih dari Anza Aussie dan JSSL Elite bahkan sempat melontarkan pujian khusus untuk anak ini,” sebut Rezza.

 

“Ia jadi pemain yang paling sering dilanggar dan juga mendapat pengawalan ketat selain Pahlevi,” sambung Rezza lagi.

Bukan tidak mungkin suatu saat nanti, Nuno bisa jadi pesepak bola masa depan Indonesia. Pengalamannya berlaga di Malaysia dengan usia masih sangat muda tentu bisa jadi jalan dirinya mampu meneruskan jejak para pendahulunya seperti Ellie Aiboy, Bambang Pamungkas atau Andik Vermansah yang telah lebih dahulu sukses menapaki karir di Negeri Jiran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here