Bolanasional.Co– Performa Satrio Mega Insan bersama IJL Elite di Malaysia membuat seorang Washiyatul Akmal terkejut. Ada banyak hal baru yang didapatkan sang pelatih dari pemain bernomor punggung tujuh tersebut.

Kolaborasi Satrio-Pahlevi-Nuno bisa disebut sebagai motor kesuksesan IJL Elite menembus babak final turnamen internasional di Malaysia bertajuk Royal Selangor Club. Tanpa mengesampingkan peran pemain lain, aksi ketiganya harus diakui kerap jadi pembeda di atas lapangan.

Untuk Satrio, pelatih IJL Elite yakni Washiyatul Akmal tak ragu angkat topi melihat penampilan pemain asal SSB Salfas Soccer tersebut. Bahkan Akmal sampai kehabisan kata-kata menggambarkan aksi apik dari bocah asal Tangerang tersebut.

“Penampilan Satrio membuat saya kaget, jujur saya terkejut melihat aksi anak ini di atas lapangan,” buka Akmal.

“Dia bisa menendang bola dari segala penjuru dengan sama baiknya, hal yang sebelumnya tak pernah saya lihat saat latihan. Catatan saya, umpan manisnya ke Nuno saat laga melawan CIMB YFA (Malaysia) benar-benar tak pernah saya duga sebelumnya, indah sekali,” ujar Akmal.

 

Ya, tanpa bermaksud memberi pujian secara membabi-buta, Akmal mengakui kalau Satrio punya modal untuk terus melangkah sebagai pesepak bola masa depan Indonesia. Tak hanya skill dari jiwa leadership pun kapten SSB Salfas Soccer ini punya banyak potensi.

“Di Salfas Soccer maupun IJL Elite, ia sama-sama mengenakan nomor punggung tujuh, angka magis dalam dunia sepak bola,” terang Akmal.

 

“Di Indonesia ada nama legendaris seperti Widodo Cahyono Putro atau yang kekinian di level dunia ada seorang Cristiano Ronaldo. Satrio punya banyak referensi dengan nomor tujuh yang jadi identitasnya saat ini karena ia seorang grandmaker,” jelas pelatih dengan lisensi C AFC tersebut.

“Begitu juga dengan keputusan saya memberi ban kapten kepadanya. Aura nomor tujuh itu memang sudah melekat dalam diri Satrio, ia punya jiwa pemimpin,” sambungnya.

Meski demikian, bukan berarti Akmal tak mempunyai catatan khusus untuk seorang Satrio. Dalam hal ini, fighting spirit sang anak asuh jadi sorotannya.

“Dalam hal fighting spirit, Satrio memang harus lebih banyak digenjot lagi. Seorang grandmaker membuat dirinya lebih bermain elegan. Masih banyak kesempatan untuk Satrio bisa terus berkembang mengeluarkan potensinya. Harus saya akui lagi, dia ini pemain cerdas dan tak boleh disia-siakan,” ungkap Akmal.

“Kuncinya tetap Satrio harus terus disiplin dalam berlatih, saya sendiri masih sangat penasaran dengan potensi besar dari anak ini,” tandas Akmal.

Sebelumnya tak hanya Akmal yang tersihir dengan aksi Satrio. CEO Indonesia Junior League, Rezza Mahaputra Lubis pun tak ketinggalan memberi penilaian khusus untuk sang pemain.

“Satrio anak hebat dan sangat parlente, selalu tampil rapi dan trendy. Berimbang dengan kecerdasannya di atas lapangan,” ucap Rezza.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here