Bolanasional.Co– Bukan Indonesia Junior League namanya jika tidak selalu membuat terobosan baru. Musim depan, proses screening pemain disebut akan melibatkan pihak Mayapada Healthcare Group.

Praktik pencurian umur memang masih jadi masalah klasik di youth development sepak bola Indonesia. Berbagai macam solusi pun terus diciptakan untuk memerangi perbuatan tak terpuji tersebut.

Pasca kerjasama dengan Mayapada Healthcare Group, IJL pun tak mau ketinggalan ikut berperan aktif memerangi praktik pencurian umur. Proses saat screening pemain jadi langkah paling awal untuk menatap kompetisi musim depan.

Hal itu dikatakan oleh CEO Indonesia Junior League, Rezza Mahaputra Lubis. Tidak mau main-main, Rumah Sakit Mayapada di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan akan jadi tempat melakukan proses screening.

“Sosialisasi program IJL musim depan akan kami lakukan di Auditorium Ang Boen Ing, lantai 10 RS Mayapada pada Jum’at (22/12),” ucap Rezza.

“Rencana selanjutnya, screening pemain dan penetapan kartu tanda anggota kontestan IJL juga akan dilakukan disana,” sambung Rezza.

Beberapa penanganan medis memang sudah disiapkan pihak IJL dan MHG dalam proses screening tersebut. Cek gigi dan tulang setiap pemain jadi kebijakan yang ditempuh.

“Kami juga sudah bicara akan ada cek tulang dan gigi saat screening pemain. Anak-anak IJL Elite akan jadi pelopor dan ambassador awal program ini,” tegasnya.

“Memang ini jadi bukti komitmen IJL mengenalkan sports medicine and science secara lebih aktif,” tandas Rezza.

Sebelumnya, Direktur Commercial MHG yakni Arif Mualim juga mengatakan pihaknya akan mendukung penuh segala kegiatan yang disusun IJL guna menatap kompetisi musim depan. Bahkan ia “rela” jika RS Mayapada jadi laboratorium mencetak generasi emas pesepak bola masa depan Indonesia.

“Di MHG, ada semacam humor yang menyebutkan jika para spesialis atau profesor kedokteran ingin shooping maka datanglah ke RS Mayapada karena kami punya list yang banyak. Dari rehab medis, ortophedi tulang, ilmu gizi sudah lengkap disini. Kami akan mewujudkan makna shooping itu, kebetulan pula IJL dengan komunitas-komunitas SSB-nya mampu merasakannya,” ujar Arif Lim.

IJL musim 2018 sendiri akan menggelar kompetisi pada tiga kategori yakni U-9, U-11 dan U-13. Diperkirakan sekitar 900-1000 pemain akan unjuk gigi di atas lapangan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here