Skuad bersejarah Semen Padang sebelum menghadapi tim Vietnam, Saigon Port di Piala Winner 1993/foto istimewa

Padang, http://bolanasional.co/– Pasca terdegradasi dari pentas kompetisi sepakbola tertinggi nasional, Liga 1 Indonesia 2017, kabar tidak mengenakan kembali tertuju kepada klub kebanggaan Ranah Minang, Semen Padang FC yang langsung viral diberbagai media sosial fans pendukung klub berjulukan Kabau Sirah.

Pemicunya, eks. klub Galatama bersejarah Indonesia itu diisukan sejumlah media online lokal Sumatera Barat bakal berganti nama menjadi Semen Indonesia FC.

Hal itu tidak terlepas dari berita yang ditulis mengenai kedatangan Sutiyoso, Komisaris Utama (Komut) Semen Indonesia Grup (SIG) tbk, induk perusahaan PT. Semen Padang, selaku penyandang dana utama klub Semen Padang FC ke markas tim yang ditukangi Syafrianto Rusli.

Didampingi Direktur Produksi SIG, Benny Wendri nan notabene merupakan mantan Direktur Utama PT. Semen Padang, Sutiyoso meninjau markas tim dan melakukan rapat evaluasi terkait penurunan prestasi Hengki Ardiles dan kawan-kawan pada Liga 1 Indonesia 2017 yang berimbas turun kasta ke Liga 2 Indonesia 2018 mendatang.

Hasil rapat, menyebutkan bagaimana Semen Padang FC secepatnya kembali naik ke kasta Liga 1. Kemudian membeli pemain berkualitas tinggi dan menjuarai kompetisi.

Terkait itu, klub kebanggaan urang awak ini disarankan berganti nama menjadi Semen Indonesia FC agar kucuran dana melimpah bisa dialirkan.

Inilah yang menyebabkan publik sepakbola Sumatera Barat meradang. Sejarah panjang klub yang sudah berusia 37 tahun itu bakal hilang. Takkan ada lagi kebanggaan dan identitas mereka yang menjadi harga diri Ranah Minang karena mengganti nama Padang dengan Indonesia, meskipun dijanjikan tetap berkandang di Padang.

Reaksi keras langsung terlontar dari seluruh elemen suporter Semen Padang FC. Salah satunya dari pentolan The Kmer’s, yang akrab disapa Bule. Dia menegaskan akan mengerahkan segenap kekuatan massa untuk menghentikan wacana ini.

Katanya, Semen Padang FC bukan hanya persoalan PT. Semen Indonesia yang sudah menjadi induk perusahaan PT. Semen Padang.

Jauh sebelum itu, saat masih berdiri sendiri PT. Semen Padang sudah payah membangun kebanggaan dan harga diri Ranah Minang hingga disegani dikancah persepakbolaan nasional.

“Kami siap demo besar-besaran jika ini terjadi,” tegas Bule

Terpisah, dilangsir dari BolaSport, manager tim Semen Padang Win Bernadino sangat berharap klubnya tidak melakukan pergantian nama saat mengarungi kompetisi Liga 2 Indonesia 2018.

Menurutnya, pergantian nama tersebut tentunya akan merugikan Semen Padang yang sejak pertama sudah berada di wilayah Sumatera Barat.

“Kalau saya pribadi berharap jangan ada pergantian nama di Semen Padang. Soalnya Semen Padang sudah identik dengan masyarakat Sumatera Barat dan lagi pula nilai jualnya juga sangat besar,” ucap Win Bernadino menambahkan.,” kata Win Bernadino, dikutip BolaSport.com, Jumat (15/12).

Lebih lanjut Win Bernadino menambahkan bahwa memang sebenarnya Semen Padang merupakan anak dari PT Semen Indonesia. Seperti diketahui, mayoritas saham Semen Padang dimiliki oleh PT Semen Indonesia.

Win Bernadino hanya mendukung penuh PT Semen Indonesia bisa tetap membantu Semen Padang promosi ke Liga 1 Indonesia pada 2019.

“Kalau nantinya Semen Indonesia menjadi sponsor utama Semen Padang di bagian jersey baru itu tidak apa-apa. Tapi jangan sampai berganti nama saja,” ucap Win Bernadino.

Namun secara resmi manajemen tim belum memberikan keterangan resmi atas munculnya rumor tak sedap yang mengguncang sepakbola Sumatera Barat. (*)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here