Bolanasional.Co– SSB Metro Kukusan punya senjata rahasia saat berlaga di kompetisi Indonesia Junior League (IJL) Mayapada 2018. Kehadiran sang pelatih, Yatno membuat tim asal Depok itu diberi label bukan sekadar debutan biasa.

Hadirnya tim kontestan baru akan menambah ketat persaingan di kompetisi IJL Mayapada musim 2018. Tercatat sejauh ini sudah ada tujuh SSB anyar lolos dari proses verifikasi melengkapi 18 tim yang lebih dahulu memegang golden-ticket dari tahun sebelumnya.

Salah satunya yakni SSB Metro Kukusan. Di IJL Mayapada 2018, anak-anak dari Kota Belimbing itu akan berlaga di kategori U-9.

Bicara soal persiapan, bisa dikatakan SSB Metro Kukusan punya modal sangat baik. Komposisi pemain ditegaskan 100 persen siap tempur dan sudah tak sabar unjuk gigi di atas lapangan nanti.

“Antusiasme anak-anak sangat tinggi sekali begitu mengetahui Metro Kukusan U-9 dapat tiket ke IJL Mayapada 2018. Kami sudah menetapkan sekitar 20 pemain untuk berlaga,” ujar Yatno, salah satu staf pelatih.

“Kalau bicara dari segi persiapan latihan sampai hari ini ada kendala meskipun lebih bersifat non-teknis karena masih ada pemain yang absen karena masih liburan dan baru selesai khitanan,” tambahnya lagi.

Meski berstatus sebagai tim debutan, Yatno menegaskan hal tersebut tidak membuat nyali Metro Kukusan U-9 ciut. Justru ia mengatakan fakta itu sebagai sebuah motivasi tambahan bagi anak-anak asuhnya.

“Ya tentunya status sebagai tim debutan di IJL akan jadi motivasi tersendiri bagi kami. Sebenarnya musim lalu kami ingin ikut tapi terbentur kekurangan pemain angkatan 2008. Bedanya di 2018 nanti, angkatan 2009-2010 jauh membludak. Mereka ini rata-rata anak baru, jadi tak heran tak sabar berkompetisi mencicipi event pertama mereka,” ungkap Yatno.

 

Meski demikian, kompetisi IJL bagi Yatno bukan hal baru. Seperti diketahui saat edisi pertama di Waduk Pluit pada 2014 lalu ia pernah membawa Tunas Cipta U-11 lolos ke babak grand-final.

“Di IJL Mayapada 2018, saya memang berperan sebagai pelatih pendamping jika pelatih U-9 berhalangan hadir. Tapi saya sudah cukup mengenal mereka karena anak-anak ini binaan saya dari tim U-8,” beber sang pelatih.

“Motivasi secara pribadi mengulang momen 2014 pasti selalu ada, kurang lebih pengalaman saat itu akan saya tuangkan ke anak-anak juga tim keseluruhan. Tapi target utama Metro Kukusan di IJL Mayapada 2018 akan lebih ditekankan pada kesempatan memberi jam terbang ke pemain kita. Saya juga mengakui kompetisi IJL pasti akan jauh lebih ketat dan berkualitas dari tahun ke tahun,” tandas Yatno.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here