Bolanasional.Co- Kesuksesan Bhayangkara FC menjuarai gelaran Liga 1 musim 2017 jadi inspirasi skuat Bhayangkara Tigaraksa Football School menatap kompetisi Indonesia Junior League (IJL) Mayapada 2018. Predikat juara bertahan di kategori plate IJL edisi sebelumnya juga kian menambah gairah semangat anak-anak Tangerang tersebut.

Bhayangkara Tigaraksa FS mulai bergegas melakukan persiapan jelang kick-off IJL Mayapada 2018. Menyeleksi beberapa pemain hingga pemantapan program latihan masih jadi fokus utama tim yang didirikan oleh AKP Sutrisna S.H. Kasiwas Polresta Bandara Soekarno-Hatta tersebut.

“Persiapan tentu sangat antusias sekali. Sudah kita pikirkan matang-matang dari sejak IJL 2017 berakhir, sampai saat ini persiapan sekitar 70 persen,” ujar salah satu pelatih Bhayangkara Tigaraksa, Iyan Ahmad Fajri.

“Kendalanya hanya kita belum menentukan sepenuhnya skuad yang terbaik,” tambah pria yang merupakan anggota kepolisian Republik Indonesia berpangkat Briptu itu.

Catatan musim 2017 sebelumnya saat Bhayangkara Tigaraksa FS sukses menggondol gelar juara kategori plate IJL U-11 juga jadi catatan khusus. Jelas, ada rasa percaya diri selalu mengitari mereka sebelum turun gelanggang.

“Ya tentunya akan menjadi motivasi sangat bagus soal catatan prestasi Bhayangkara Tigaraksa FS U-11 saat di IJL 2017, termasuk tiga pemain kami yang masuk ke IJL All Stars kemarin, sebuah modal yang baik untuk menyambut IJL Mayapada 2018. Hasil tersebut bagi kami ibarat sebuah pengalaman berharga untuk tim secara keseluruhan,” tegas Iyan yang merupakan anak dari AKP Sutrisna.

 

Tak hanya kisah manis musim lalu yang jadi pelecut semangat anak-anak Bhayangkara Tigaraksa FS. Secara pribadi sebagai seorang anggota polisi, Iyan juga terinspirasi akan kesuksesan skuat The Guardian, julukan Bhayangkara FC menjuarai kompetisi kasta teratas sepak bola Indonesia (Liga 1).

“Sebagai anggota kepolisian saya sangat bangga sekali, begitu cepatnya Bhayangkara FC mampu membangun skuad tim terbaiknya sehingga mampu bersaing dengan klub-klub Liga 1 lainnya yang sudah lebih dahulu mapan secara kualitas dan pengalaman. Saya meyakini hal tersebut tak lepas dari sinergi manajemen, pelatih dan tentu pemain,” ujar Iyan.

“Saya sebagai pelatih di SSB Bhayangkara Tigaraksa FS tentu termotivasi dengan hal tersebut. Termasuk dalam level usia dini, dukungan penuh terutama dari sisi internal SSB, program latihan dibalut sikap disiplin para pemain dan sisi profesionalisme akan membantu mengarahkan anak-anak didik di sini berkembang lebih baik lagi nantinya,” ujarnya.

Membawa nama harum instansi Kepolisian Republik Indonesia di kancah persepakbolaan Tanah Air apalagi dari level usia dini memang jadi kebanggaan tersendiri untuk Bhayangkara Tigaraksa FS. Tak heran, IJL Mayapada 2018 nanti The Little Guardian tak mau sekadar kembali naik podium.

“Ya rasanya misi kami tetap sama yaitu fokus mencetak generasi tidak hanya baik dari segi kualitas di atas lapangan tetapi juga dari sisi profesionalisme. Juara bukan tujuan utama saat ini bagi mereka karena itu kami ingin berproses juga lewat IJL,” tandas Iyan.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here