Bolanasional.Co- Di usianya yang masih sangat belia, sepak terjang Parung Soccer School (PaSS) punya potensi besar mencuri banyak perhatian saat gelaran Indonesia Junior League (IJL) Mayapada 2018. Sosok pelatih seperti Imam Nugraha diyakini bisa jadi “senjata rahasia”.

Persaingan ketat juga siap tersaji di gelaran IJL Mayapada 2018 U-9. Tercatat, 22 tim akan saling menunjukkan kualitas terbaiknya di atas rumput hijau lapangan Puspitek.

Satu diantaranya yakni kontestan asal Kabupaten Bogor, Parung Soccer School (PaSS). Seperti diketahui, ini adalah debut perdana tim asal Desa Bojongsempu itu di kompetisi IJL.

PaSS sendiri terhitung sebagai SSB yang paling muda dibanding kontestan lain. Memang, usia tim binaan Imam Nugraha itu baru seumur jagung sejak didirikan 5 Maret 2017.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan manajemen IJL terutama bang Rezza Lubis juga tim 7 yang punya mandat dalam proses verifikasi,” tutur head coach PaSS, Imam Nugraha.

“Tentu suatu kebanggaan bisa gabung di jajaran keluarga besar IJL, bisa berkompetisi dengan teman-teman SSB yang lebih elite dan pastinya punya banyak pengalaman. Ini kesempatan bagus untuk PaSS,” tambahnya.

“Usia kami yang masih sangat muda juga jadi motivasi tim PaSS secara keseluruhan untuk mempersiapkan dengan lebih baik tim U-9 yang akan turun di IJL Mayapada 2018,” sambung pria berusia 40 tahun tersebut.

Memang, sebagai tim paling “bontot” tak lantas membuat nyali skuat PaSS U-9 ciut. Jelang kick-off IJL Mayapada 2018 digelar, persiapan terus mereka lakukan dengan menggelar latihan rutin sejak satu bulan terakhir.

“Sebelum hasil verifikasi diumumkan, kesiapan anak-anak U-9 sudah mencapai tingkat 75 persen. Mungkin ada sedikit masalah dalam hal kebutuhan penjaga gawang. Tapi pada intinya dari segi teknis, kami sudah ready untuk segera bertempur di IJL Mayapada 2018,” ujar pelatih yang pada 2017 lalu diberi gelar Pahlawan Sepak Bola Allianz Indonesia tersebut.

“Selebihnya lebih pada kendala soal non-teknis seperti persyaratan administrasi dimana pemain harus punya BPJS Kesehatan. Catatan kami masih ada beberapa anak yang belum punya, tapi untungnya akan segera dibantu pihak Mayapada Healthcare Group (MHG) dalam hal ini sehingga PaSS lebih optimis dan tenang,” bebernya.

Selain bermodal persiapan yang matang, keuntungan PaSS lainnya untuk menatap kompetisi IJL Mayapada 2018 adalah soal kehadiran sang pelatih yakni Imam Nugraha sendiri. Seperti diketahui reputasi coach Imam sudah cukup dikenal dalam kancah persepak bolaan usia dini di Indonesia.

Tak heran, pengalaman berharga yang dipunya Imam itu pula yang akan jadi “senjata rahasia” PaSS. Menarik rasanya label kuda hitam disematkan untuk anak-anak Parung.

“Pengalaman saya di IJL tahun lalu meski hanya mengawal ASTAM berlaga selama dua pekan sangat berharga. Sejauh yang saya amati, IJL ini memang bukan kompetisi main-main dan harus penuh persiapan matang dari segi kedisplinan, tertib administrasi sampai hal-hal bersifat fair-play dan respect saat bertanding juga dapat penilaian,” tegas Imam.

“Nilai-nilai itu pula yang sedang berusaha saya bagikan di PaSS terutama tim U-9. Apalagi dengan adanya dukungan sports science and medicine dari MHG. Sekali lagi, perhatian IJL Mayapada akan pentingnya pola hidup sehat dengan makanan bergizi jadi modal anak-anak bisa tumbuh jadi pemain profesional yang kuat, tangguh dan disiplin,” tandasnya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here