Bolanasional.Co- Komite wasit Indonesia Junior League, Hipmi angkat bicara soal hadirnya bola resmi IJL Mayapada 2018, Ibraza. Kualitas si kulit bundar yang sudah melalui proses uji kelayakan diyakini akan membantu kinerja barisan juru adil di atas lapangan.

IJL Mayapada merilis bola resmi yang akan mereka gunakan pada musim 2018 nanti. Penuh dengan sarat makna filosofis, Ibraza jadi nama yang dipilih untuk si kulit bundar.

Hadirnya Ibraza mulai mendapat sambutan positif dari banyak pihak. Tidak hanya pemain dan pelatih SSB kontestan, komite wasit IJL juga tak mau ketinggalan buka suara.

“Saya kira ini sebagai bentuk sebuah terobosan baru dari IJL untuk kian meningkatkan level kompetisi ya. Yang paling penting IJL sudah memperhatikan kelayakan Ibraza sebagai bola yang sesuai standart anak-anak,” terang Hipmi.

Hadirnya bola yang berkualitas disebut Hipmi tak hanya menguntungkan bagi para pemain. Menurutnya, Ibraza yang sudah melalui proses uji kelayakan dapat mendukung kinerja wasit di atas lapangan.

“Betul sekali, hadirnya bola dengan standart yang tinggi praktis akan mendukung kinerja wasit di atas lapangan. Sebagai contoh, alur si kulit bundar tidak liar hingga jalannya permainan bisa lebih tertata dengan baik,” ucap Hipmi.

“Bukannya apa-apa, saat memimpin kompetisi Liga 2 dan Liga 3, saya sebagai wasit seringkali dapat bola dengan kualitas seadanya bahkan sangat buruk. Tak heran, pemain hanya bisa mengeluh ke kita juga. Jangan sampai hal seperti itu juga dirasakan anak-anak kita nanti apalagi ini fase mereka untuk bisa berkembang,” tambah pemegang lisensi C1 perwasitan tersebut.

   

Sebagai seorang wasit yang sudah banyak malang melintang di kancah persepakbolaan nasional, Hipmi meyakini tingkat level kompetisi dapat dinilai dari berbagai aspek. Faktor teknis seperti lapangan dengan standart baik akan berbanding lurus pula dengan digunakannya bola dengan kualitas terbaik.

“Dalam sepak bola usia dini, segalanya penting dan perlu penyesuaian. Kembali terobosan IJL dengan sangat teliti menghadirkan bola yang berkualitas,” tegas pria yang pernah memperkuat Persija dan Persitara Jakarta Utara saat masih aktif sebagai aktor rumput hijau tersebut.

“Saya harap teman-teman SSB ikut memperhatikan hal tersebut. Bola yang sesuai standart akan menunjang kebutuhan anak-anak didik mereka nantinya,” tandas sang juru adil.

 

Tujuh element yang dipunya Ibraza diantaranya yakni;

1. Circuference (menguji kesempurnaan lingkaran bola)

2. Sphericity (menguji stabilitas bola di udara)

3. Rebound (menguji faktor pantulan bola)

4. Water Absortpion (menguji ketahanan bola pada air)

5. Weight (menguji berat bola)

6.Loss off Pressure (menguji kelayakan bola dalam hal tekanan udara saat dimainkan)

7. Shape and Size Retention (menguji apakah berat dan ukuran bola berubah selama pertandingan berlangsung) .

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here