Bolanasional.Co– Predikat runner-up kompetisi tahun lalu jadi “bahan bakar” ASTAM U-9 menatap Indonesia Junior League (IJL) Mayapada 2018. Namun sang pelatih, Teguh Purwanto tak ingin terbebani bayang-bayang masa lalu.

Jelang IJL Mayapada 2018 bergulir, skuat ASTAM U-9 tak mau ketinggalan dengan kontestan lain. Persiapan dari jauh-jauh hari sudah mereka lakukan termasuk dalam hal mengasah chemistry dengan karakter pelatih.

Di IJL Mayapada 2018 nanti, kursi kepelatihan ASTAM U-9 memang akan dipegang Teguh Purwanto menggantikan posisi sang kolega, Robin Meilast. Hal tersebut dinilai bisa jadi salah satu sumber kekuatan anak-anak dari Tangerang Selatan tersebut.

“Kami tidak ada kendala karena sudah jauh-jauh hari sudah mempersiapkan tim untuk berlaga di IJL Mayapada U-9. Di 2017 kemarin, kami mengikuti berbagai festival sebanyak sembilan kali dan alhamdulillah selalu masuk semifinal. Intinya, ASTAM sudah siap,” ujar Teguh.

“Anak-anak U-9 ini 100 persen didikan ASTAM, kebetulan di usia 5-8 tahun saya yang pegang langsung. Insya Allah, chemistry dengan anak-anak sudah sangat dekat sekali,” tambahnya lagi.

 

Pun begitu ketika disinggung soal komposisi tim, Teguh mengaku sudah ada nama beberapa pemain yang ia prediksi siap memberi kejutan saat gelaran IJL Mayapada berlangsung. Meski demikian, fokus memberikan jam terbang tinggi untuk seluruh barisan anak didiknya tetap jadi tujuan utama.

“ASTAM U-9 siap berlaga di IJL Mayapada tanpa mencari pemain dari luaran karena di samping murid kami mencukupi, saya juga ingin memberikan jam terbang buat anak-anak didik untuk terus berkembang,” ujar Teguh.

 

“Untuk tim kali ini kami akan lebih banyak memiliki pemain berkualitas, setengah dari kuota kami semoga mampu merebut hati para coach peserta IJL. Ada 21 pemain yang kita akan daftarkan,” tegas pria berusia 44 tahun tersebut.

 

Selain hal tersebut, Teguh memang menyadari label runner-up di IJL edisi sebelumnya praktis membuat anak asuhnya akan selalu jadi sorotan. Meski demikian, hal tersebut tak membuat dirinya ambil pusing.

“Catatan di musim lalu pastinya jadi motivasi bagi anak-anak. Tetapi saya tidak menutup mata bahwa tim-tim lain tentunya juga mempersiapkan pemain-pemainnya dengan baik dan pendatang baru pun pasti memiliki kualitas tidak biasa,” ujar Teguh.

“Terbenani jadi favorit juara? Tentu saya tidak merasa ada beban. Menurut saya, pembinaan dan perkembangan anak jauh lebih penting. Tetapi bagaimana langkah kita sebagai pelatih agar kedua-duanya bisa berjalan dengan baik. Intinya, ASTAM ingin anak-anak ini tidak merasa jemawa dan selalu rendah hati,” tandas pelatih asal Klaten, Jawa Tengah tersebut.

  

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here