Bolanasional.Co– Jadi satu-satunya wakil Jakarta Timur saat gelaran Indonesia Junior League (IJL) Mayapada 2018 membuat motivasi SSB Maesa kian terpacu. Status sebagai bagian dari klub internal Persija Jakarta pun ibarat “doping” untuk anak-anak Cijantung.

26 tim siap berlaga di kompetisi IJL Mayapada 2018 untuk kategori U-11. Delapan kontestan baru akan kian menambah warna persaingan di atas lapangan. Salah satunya terselip nama SSB Maesa Cijantung.

Tidak jauh berbeda dengan kontestan lain, persiapan matang terus dilakukan anak-anak Maesa untuk kian memperdalam kekuatan tim. Hebatnya lagi, proses seleksi pemain cukup ketat telah selesai mereka lakukan.

“Alhamdulillah persiapan sudah hampir 100 persen hanya tinggal persiapan data-data administrasi buat screening. Pelatih kami, coach Amsori sudah melakukan seleksi internal, dari 40 pemain angkatan 2007 terpilih 19 nama untuk mewakili Maesa Cijantung U-11 di IJL Mayapada 2018,” ujar Sony, offical SSB Maesa.

 

“Secara jam terbang sudah cukup bagus karena kami sudah mempersiapkan tim ini satu tahun yang lalu saat Liga IJSL U-10. Insya Allah, chemistry semakin klop,” tambahnya lagi.

 

Di IJL Mayapada ini, Maesa sendiri jadi satu-satunya tim asal Jakarta Timur di tengah kepungan kontestan asal Tangerang dan Jakarta Selatan. Nyatanya, hal tersebut tak membuat nyali mereka jadi ciut.

“Iya benar sekali, fakta sebagai satu-satunya tim dari Jakarta Timur juga jadi motivasi kami. Maesa ingin berikan yang terbaik untuk ibu kota, khususnya Jakarta Timur. Tim pelatih dan manajemen ingin berikan hasil terbaik meski kami tak pasang target khusus,” ujar Sony.

Memang, banyak motivasi yang didapat pasukan Maesa jelang bertempur di gelaran IJL Mayapada. Status tim berlambang Burung Hantu itu sebagai salah satu anggota klub internal Persija Jakarta itu jadi salah satu yang tak bisa dilupakan.

“Jadi bagian dari klub internal Persija, tentu motivasi berarti untuk seluruh pemain U-11. Sebenarnya ada beberapa pemain Maesa Senior sudah masuk di Persija U-17 dan U-21, oleh karena itu kami selalu memotivasi adik-adiknya ini, supaya mereka bisa mengikuti kakaknya bahkan kami berharap bisa masuk skuat senior Macan Kemayoran ke depannya nanti,” ujarnya.

“Fakta itu membuat Maesa sangat termotivasi dan bersemangat sekali menjelang IJL Mayapada ini. Anak-anak sudah tidak sabar berlaga,” tambah Sony.

Walau demikian, membawa nama besar Persija di IJL Mayapada tidak serta merta jadi beban berlebih untuk anak-anak Maesa. Proses dalam pembinaan sepak bola usia dini tetap jadi fokus utama.

“Target kami hanya anak-anak bisa bermain lepas dan menghibur. Tidak ada beban apapun, yang penting mereka happy saat pertandingan nanti,” tandas Sony.

Di era terdahulu, Maesa memang menjadi pabrik penghasil pemain untuk klub Persija. Yang paling tersohor tentu ada nama pesepak bola legendaris Indonesia angkatan 60-an, mendiang Sinyo Aliandoe. Tak ketinggalan pula sosok Daniel Siley (1985-1995).

Di IJL Mayapada 2018 sendiri, SSB Maesa akan mengirimkan dua tim yakni U-9 dan U-11.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here