Rully Nere Berbagi Ilmu Kepada Komunitas Sepakbola Usia Muda Jambi

Bolanasional.co-Rully Nere Berbagi Ilmu Kepada Komunitas Sepakbola Usia Muda Jambi

Legenda sepak bola Indonesia, Rully Nere bersama rekannya mantan pemain timnas Selfianus Jacob Djude yang lebih dikenal dengan panggilan Yopi Riwu berbagi ilmu kepada pelatih dan pemain usia muda Jambi, melalui kegiatan pelatihan (coaching clinic) di Stadion Persijam Kota Jambi, Jumat (12/1).

Belasan pelatih dan ratusan pemain usia muda Jambi tampak bersemangat mengikuti materi-materi pelatihan yang diberikan Rully Nere dan Yopi Riwu.

Rully dan Yopi mengajarkan teknik-teknik dasar sepak bola seperti bagaimana cara mengumpan (passing), menggiring (dribbling) dan menendang bola yang benar serta teknik penguasaan bola (keeping).

Khusus kepada para pelatih, Rully dan Yopi berbagi ilmu tentang metode pelatihan untuk pemain usia dini dan usia muda. Pria yang pernah menjabat sebagai Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI (periode 2003 – 2007) ini menjelaskan metode latihan untuk pemain usia dini dan usia muda menitikberatkan pada pengembangan skill individu pemain. Jadi fokusnya bukan pada penguatan kerjasama tim (teamwork).

“Di usia dini, yang utama adalah bagaimana membuat anak-anak menyukai sepak bola. Setelah itu masuk ke fase pengembangan kemampuan individu. Jadi pada tahap ini, jangan terlalu menuntut anak-anak tentang kerjasama tim,” papar mantan pemain timnas yang pernah membawa Indonesia menjuarai Subgrup 3 Pra Piala Dunia 1986 ini.

Mantan pelatih Timnas Wanita Indonesia pada Piala AFF 2017, Rully juga mengajarkan cara meningkatkan daya tahan fisik dan kecepatan lari.

Pelatih yang pernah menukangi PSPS Pekanbaru, Persiba Bantul, PS Palembang, dan PSSI U-20 ini memuji potensi pemain usia muda di Jambi. Menurut Rully kualitas pemain usia dini dan usia muda Jambi bagus-bagus, tidak kalah dibanding daerah lain.

“Kualitas pemain-pemain muda Jambi bagus-bagus. Tidak kalah dari pemain-pemain di daerah lain. Saya yakin kalau mereka dilatih dengan baik dan intens mengikuti kompetisi kualitas mereka akan semakin meningkat,” puji Rully.

Pujian yang sama dilontarkan mantan pemain timnas Yopi Riwu. Namun sayang kata Yopi, potensi pemain yang ada tidak didukung dengan kualitas lapangan yang baik.

“Jambi memiliki banyak pemain yang berpotensi. Tetapi sayang tidak didukung kualitas lapangan yang bagus. Pemain akan sulit mengembangkan kemampuannya kalau lapangan tidak bagus. Seperti di Stadion Persijam ini. Lapangan tidak rata dan banyak cekungan-cekungan yang bisa mengakibatkan pemain mengalami cedera,” tutur mantan pelatih Persija Jakarta ini.

“Selain itu kompetisi harus diperbanyak. Biar pemain punya wadah untuk mrngukur kemampuannya setelah menjalani latihan,” tambahnya.

Kendala Lapangan

Sekretaris BLiSPI Provinsi Jambi, Zulhendri mengakui kuaitas lapangan memang masih menjadi salah satu kendala dalam pembinaan sepak bola di daerahnya.

“Kita memang masih kesulitan untuk bisa punya laoangan sepak bola yang bagus dan standar. Lapangan di Stadion Persijam ini dibangun sejak 1969 dan baru sekali direnovasi. Sebenarnya Kemenpora pernah mengisyaratkan akan membantu memperbaiki lapangan di Stadion Persijam ini tetapi batal dilaksanakan karena sejak 2017 Kemenpora fokus mempersiapkan penyelenggaraan Asian Games 2018,” ungkap Zulhendri.

Zulhendri menuturkan saat ini di Jambi hanya ada tiga lapangan sepak bola yaitu lapangan Stadion Persijam, lapangan KONI dan Stadion Mini. Sayangnya, kondisi ketiga lapangan tersebut kurang bagus.

“Bisa dibilang lapangan di Stadion Persijam ini yang termasuk lumayan dibanding dua lapangan lainnya. Kondisi lapangan yang kurang bagus ini menjadi salah satu kendala dalam peningkatan prestasi sepakbola Jambi. Kami berharap pemerintah dapat membantu meningkatkan kualitas lapangan di Jambi. Sehingga anak-anak dapat berlatih di lapangan yang layak dan standar,” ujarnya.

Di sisi lain, Zulhendri mengaku bersyukur, pasalnya di tengah keterbatasan sarana dan prasarana yang ada, komunitas sepak bola usia dini dan usia muda di Jambi tetap semangat dalam berlatih.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here