Bolanasional.Co- Menggelar acara outbound jadi cara ASTAM U-11 mematangkan persiapan tim jelang kompetisi IJL Mayapada 2018 bergulir. Menyatukan chemistry pemain, pelatih bahkan barisan orangtua di luar lapangan jadi sasaran yang dituju.

Akhir pekan kemarin bisa jadi menjadi hari yang menyibukkan untuk skuat ASTAM U-11. Seperti diketahui Minggu lalu, tim dengan jersey warna merah itu kebagian jadwal menjalani proses screening pemain di Mayapada Hospital Tangerang.

 

Namun, hari yang teramat sibuk itu tidak sepenuhnya berjalan membosankan untuk anak-anak ASTAM. Selain banyak mendapat pengalaman baru saat menginjakkan kaki di Mayapada Hospital, selepas jadwal screening usai mereka bergegas menuju area wisata keluarga Lubana Sengkol di kawasan Serpong guna menjalani acara outbond.

“Iya benar. Minggu kemarin selesai screening anak-anak outbond untuk refresing dan sekalian penutupan akhir tahun 2017 yang sempat tertunda. Selain itu juga ada banyak pembahasan bersama orangtua murid, kita meeting untuk persiapan IJL Mayapada serta event-event lain di 2018 ini biar lebih solid dan kompak,” terang pelatih ASTAM U-11, Robin Meilast.

 

Memang, acara outbound yang digagas manajemen ASTAM U-11 itu sengaja dibuat sebagai salah satu susunan persiapan tim jelang kick-off IJL Mayapada. Tak heran, kekompakan pemain diasah lewat beberapa games yang mereka ikuti.

“Ya bisa dikatakan juga untuk semakin mendapatkan chemistry para pemain sebelum kompetisi IJL Mayapada dimulai. Karena disamping outbond kan juga diselipi beberapa permainan yang turut menuntut kekompakan tim seperti paintball contohnya,” ujar Robin.

“Sejauh ini chemistry anak-anak suda hampir 80 persen. Semoga kian baik lagi,” sambung CR, sapaan akrab Robin.

 

Faktanya memang tidak hanya kekompakan pemain yang diasah saat acara outbound ASTAM U-11. Games untuk barisan orangtua juga jajaran pelatih juga sudah disiapkan dengan baik. Salah satunya lewat games paintball sampai memancing.

“Kemarin orangtua pemain ASTAM U-11 juga tak mau ketinggalan. Mereka ikuti games paintball sampai memancing. Jadi sebagai pelatih, saya ingin bukan hanya pemain saja yang kompak tetapi ayah dan ibu mereka juga sama,” terang CR.

Kekompakan di dalam dan luar lapangan dari seluruh elemen tim diharapkan Robin bisa menjadi salah satu sumber kekuatan tim asuhannya saat berlaga di IJL Mayapada nanti. Semakin matangnya persiapan tim lawan dibekali evaluasi mendalam ditambah datangnya kontestan baru membuat CR sadar persaingan akan jauh lebih ketat.

“Tahun ini IJL lebih seru karena semakin bertaburan kontestan kuat dan bagus. ASTAM U-11 pernah ketemu Serpong Jaya, Maesa Cijantung, Pelita Jaya di event-event lain. Persaingan akan semakin ketat,” tandas pelatih yang musim lalu membawa anak didiknya meraih gelar runner-up tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here